Suara.com - Sejalan dengan prioritas Presidensi G20 tahun 2022 yakni memajukan inklusi keuangan, PT Bank Oke Indonesia Tbk (OK Bank) kembali memperluas jaringannya dengan menggandeng perusahaan PT Commerce Finance dalam kerja sama strategis berupa pemberian fasilitas pinjaman (channeling) untuk produk Shopee Pay Later (SPayLater).
Produk SPayLater dapat digunakan untuk membayar dengan pilihan metode cicilan, saat bertransaksi secara online melalui e-commerce Shopee.
OK Bank sendiri merupakan perseroan hasil merger antara Bank Oke Indonesia dan Bank Dinar pada tahun 2019 dan berfokus pada sektor ritel dan channeling di Indonesia.
Dengan layanan program perbankan yang dimiliki, OK Bank berharap dapat memperluas penyaluran fasilitas pendanaan dan membantu peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia.
“Dapat berkolaborasi dengan PT Commerce Finance untuk produk SPayLater, merupakan suatu langkah awal yang baik sebagai bentuk keseriusan komitmen kami untuk dapat terus memberikan kemudahan bagi masyarakat Indonesia. Kami yakin kerja sama ini serta layanan produk perbankan yang kami berikan dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat," kata Park Young Man selaku CEO OK Bank dalam keterangannya, Kamis (28/4/2022).
Selain memperluas penyaluran kredit channeling, OK Bank juga berfokus pada produk OK KTA. OK Bank mengakui bahwa kerja sama lintas platform di Indonesia juga menjadi solusi dalam menjangkau nasabah baru, serta masyarakat yang belum tersentuh produk dan layanan keuangan (unbanked).
“Kami selalu mengedepankan pelayanan akses keuangan yang mudah dan efektif. Kerja sama ini tentunya akan semakin memperkuat langkah kami dalam memfasilitasi dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Kedepannya, OK Bank akan terus berinovasi serta menggandeng lebih banyak lagi mitra, untuk bersama sama dapat membantu program pemerintah dalam mempercepat pemulihan pasca COVID-19 serta mendorong pemerataan ekonomi bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tutup Park.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Harga Genteng Rp4.300 Per Unit, Transaksi Awal Program Gentengisasi di Jabar Capai Rp12,6 Miliar
-
BRI Bantu Biayai Program Gentengisasi lewat KUR Perumahan
-
Manggis Subang Tembus China, LPDB Koperasi Siap Perkuat Pembiayaan Hingga Rp20 Miliar
-
Indonesia Emas 2045 Butuh Koperasi Modern dan Generasi Produktif
-
Satu Rumah Dihuni 10 Orang, Pemerintah Bedah 82 Hunian di Menteng Tenggulun
-
Proyek Percontohan Gentengisasi Prabowo Disorot, Kontraktor Jujur: Bukan Genteng, Kita Pakai Spandek
-
Kantongi Sertifikat, Pertamina Bisa Jual Avtur dari Minyak Jelantah Secara Global
-
RI-India Mau Kembangkan Industri Logam
-
Nasib THR Ojol Akan Ditentukan Selasa Pekan Depan
-
MKBD Tembus Rp 1 Triliun, KISI Perkuat Fundamental di Tengah Persaingan Sekuritas