Suara.com - Bank Mandiri terus melengkapi kebutuhan layanan digital bagi nasabah, salah satunya melalui pengembangan fitur investasi pada Super App Livin' by Mandiri. Sejalan dengan meningkatnya minat investasi masyarakat, Bank Mandiri menghadirkan fitur terbaru yang menawarkan kemudahan investasi reksa dana bagi pengguna dengan lebih cepat dan aman bertajuk Livin’ Investasi.
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Alexandra Askandar mengatakan, untuk menikmati fitur ini, nasabah hanya perlu melakukan pendaftaran dengan mengakses menu Livin’ Investasi pada aplikasi Livin’ by Mandiri berlogo kuning serta mengisi kuisioner profil risiko untuk mengetahui produk reksa dana yang sesuai.
“Kehadiran Livin’ Investasi merupakan bentuk komitmen Bank Mandiri untuk menyajikan solusi finansial bagi nasabah yang lengkap dan relevan dengan kebutuhan masyarakat di era digital,” ujar Alexandra dalam peluncuran Livin’ Investasi di Jakarta, Senin, (23/5/2022).
Alexandra mengatakan, nasabah juga tidak perlu mengeluarkan modal besar, dengan fitur Livin’ Investasi nasabah dapat melakukan pembelian reksa dana mulai dari Rp 100.000. Nasabah juga dapat memantau portofolio yang dimiliki kapan saja dan di mana saja dengan lebih praktis di dalam satu aplikasi.
Bank berlogo pita emas ini menilai, fitur ini akan sangat menarik bagi nasabah, terutama bagi generasi milenial yang berminat untuk mengalokasikan dananya ke dalam instrumen investasi. Apalagi, instrumen investasi reksa dana merupakan telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, Bank Mandiri juga merupakan agen penjual yang telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Fitur Livin’ Investasi, lanjut Alexandra memberikan beragam kemudahan bagi nasabah. Salah satunya, nasabah dapat menentukan jenis portofolio yang sesuai dengan profil risiko termasuk besaran investasi. Artinya, nasabah tidak perlu pindah-pindah aplikasi untuk melakukan pembelian ataupun pembayaran, semua bisa langsung terpenuhi di Livin' by Mandiri.
Bukan hanya itu, salah satu kemudahan lainnya yang dapat dinikmati dalam fitur ini, pengguna tidak perlu repot top-up untuk berinvestasi secara rutin, karena fitur ini dilengkapi dengan fitur investasi berkala melalui autodebet dari rekening tabungan Bank Mandiri.
“Bank Mandiri tidak hanya fokus pada penyediaan layanan finansial saja, namun juga mengedepankan pemberian advisory yang tepat kepada nasabah. Kami berharap, adaptasi bisnis melalui digitalisasi transaksi produk-produk investasi ini dapat memperluas segmentasi target dan pengeloaan dana nasabah yang lebih terintegrasi," terangnya.
Dengan kehadiran fitur Livin’ Investasi, Bank Mandiri optimis pertumbuhan bisnis Wealth Management dapat meningkat, terutama dari sisi investor ritel. Adapun saat ini, jumlah nasabah kelolaan Wealth Management Bank Mandiri saat ini telah mencapai 127 ribu nasabah dan diperkirakan akan tumbuh lebih dari delapan kali lipat pada tahun 2024.
Baca Juga: Dorong Penggunaan Transaksi Nontunai, Livin by Mandiri Tebar Promo di Indomaret
Sebagai informasi tambahan, sejak diluncurkan pada Oktober 2021 lalu Livin' by Mandiri telah menjadi produk utama Bank Mandiri untuk segmen ritel yang menawarkan beragam keunggulan, yaitu layanan keuangan yang terintegrasi dalam satu aplikasi, serta menjadi platform ekosistem digital favorit nasabah.
Hal ini tercermin dari jumlah transaksi Livin' by Mandiri yang mampu mencapai 600 juta transaksi pada April 2022. Jumlah tersebut berhasil tumbuh lebih dari 70% bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Geliat digitalisasi yang dilakukan Bank Mandiri juga berdampak positif pada peningkatan pengguna Livin' by Mandiri. Saat ini Super App andalan perseroan ini telah mencatat hampir 12 juta pengunduh sejak diluncurkan pada Oktober 2021 atau tumbuh tiga kali lipat.
Sebagai perwujudan komitmen perseroan dalam memberikan solusi transaksi nasabah. Livin' by Mandiri juga menghadirkan keterbukaan ekosistem agar dapat terintegrasi dengan ekosistem digital lainnya. “Ke depan, Livin' akan terus berinovasi dan membawa fitur-fitur dan kerja sama ekslusif lainnya untuk memberi kenyamanan kepada nasabah,” pungkas Alexandra.
Berita Terkait
-
Dorong Inklusi Keuangan, Bank Mandiri dan Bank Banten Hadirkan e-Money Co-branding
-
Wujudkan Komitmen Dukungan, Bank Mandiri Berikan Bus Disabilitas ke YPAC
-
Penyaluran KUR Bank Mandiri Telah Mencapai Rp 14,41 Triliun
-
Kapan Bank Buka Lagi Setelah Lebaran 2022? Catat Tanggal Operasionalnya
-
Selama Idul Fitri dan Cuti Bersama, Bank Mandiri Area Kalbar Buka 3 Kantor Cabang, Cek Lokasinya di sini
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Menuju Indonesia Digital, Akses Internet Cepat Menjadi Fondasi Utama
-
Pemerintah Klaim Perjanjian Dagang RI-AS Perkuat Ekspor Produk Lokal
-
Ambisi Telkom Siapkan Sovereign AI di 2028, Kurangi Bergantung dari Perusahaan Asing
-
Purbaya Umumkan Daftar 20 Calon Anggota Dewan Komisioner OJK, Tak Ada Suahasil-Misbakhun
-
10 Biang Kerok Fitch Pangkas Outlook Utang RI Jadi Negatif
-
Nestapa Kelas Menengah Jelang Lebaran: Dompet 'Layu' Sebelum Hari Raya
-
BRI Life Perluas Jangkauan Asuransi Digital, Incar Segmen Ini
-
Perkuat Akses Pendidikan, Brantas Abipraya Garap Sekolah Rakyat di 7 Wilayah
-
Profil PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia: Broker yang Diduga 'Goreng' Saham BEBS
-
Siap-siap! Pemerintah Siap Salurkan Bantuan Pangan Buat 33 Juta Orang