Suara.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengungkapkan kontribusi BUMN-BUMN ke negara jika diakumulasi begitu tinggi. Selama tiga tahun terakhir, akumulasi kontribusi perusahaan pelat merah ke negara sebesar Rp1.200 triliun.
Nilai kontribusi merupakan akumulasi dari dividen, pajak dan bagi hasil. Dia mengklaim, nilai tersebut alami kenaikan Rp50 triliun setiap tahunnya.
"Ini merupakan hasil dari upaya kerja sama antara Kementerian BUMN dan Komisi VI," ujar Erick dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Senin (4/7/2022).
Mantan Bos Klub Inter Milan ini memaparkan, kinerja perusahaan pelat merah selama 2021 sangat gemilang. Bahkan, hampir setara Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Kinerja ini, jelas Erick, berkat transformasi yang dilakukannya di setiap BUMN-BUMN.
"Jadi, total pendapatan BUMN Rp1.983 triliun atau setara 99 persen dari pendapatan APBN. Alhamdulillah laba 2021 dibandingkan tahun sebelumnya, yang tadinya Rp13 triliun, sekarang dengan segala efisiensi dan perbaikan model bisnis yang didukung Komisi VI, laba untuk 2021 sebesar Rp126 triliun. Ini adalah prestasi yang saya rasa luar biasa," imbuh dia.
Sebelumnya, Erick Thohir merasa yakin kontribusi laba BUMN-BUMN ke negara atau dividen bakal tinggi ke depannya. Hal ini, seiring dengan mulai berjalannya bisnis, setelah dihantam pandemi covid-19.
Dia pun memasang target hingga Rp50 triliun dividen yang diberikan perusahaan pelat merah ke negara.
"Jadi, kalau dilihat dari data-data yang bisa kita lakukan, 2022 ini Rp39,7 triliun, tapi Insha Allah 2023 bisa naik ke Rp43 triliun, dan 2024 targetnya Rp50 triliun," kata dia.
Baca Juga: Negara Tambah Modal 10 BUMNRp 73 Triliun
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang
-
Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?
-
Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang
-
Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024
-
Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta
-
Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang
-
Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi
-
Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste
-
Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu
-
Bukan Dihapus, Ini Alasan 13 SPBU di Jabodetabek Tak Lagi Jual Pertalite