Suara.com - Harga emas dunia mencapai level tertinggi dalam sekitar satu bulan pada perdagangan Selasa, karena ketegangan China-AS dan ketakutan akan kemungkinan resesi di Amerika Serikat.
Mengutip CNBC, Rabu (3/8/2022) harga emas di pasar spot sedikit berubah menjadi USD1.771,59 per ounce pada pukul 24.59 WIB, sementara emas berjangka Amerika ditutup 0,1 persen lebih tinggi menjadi USD1.789,70.
David Meger, Direktur High Ridge Futures mengatakan ekspektasi kenaikan suku bunga yang tak terlalu agresif dan perlambatan yang jelas dalam ekonomi AS secara signifikan mendukung emas.
Selain itu, kunjungan Nancy Pelosi ke Taiwan, meningkatkan ketegangan antara Amerika Serikat dan China.
"Ini merupakan faktor pendukung tambahan bagi emas," papar Meger.
Ketua DPR Amerika, Nancy Pelosi, tiba di Taiwan yang diklaim China, dengan pesawat militer AS, Selasa, kunjungan pertama dalam 25 tahun dan salah satu yang berisiko mendorong hubungan antara Washington dan Beijing ke titik terendah baru.
Emas dianggap sebagai penyimpan nilai yang aman selama ketidakpastian ekonomi serta geopolitik, dan biasanya bekerja dengan baik ketika suku bunga rendah atau mendekati nol.
Kendati data ekonomi baru-baru ini meningkatkan spekulasi bahwa suku bunga AS dapat mencapai puncaknya awal tahun depan, Presiden Fed San Francisco, Mary Daly, mengatakan tugas bank sentral untuk menurunkan inflasi hampir selesai.
Daly menambahkan bahwa pejabat Fed "masih tegas dan sepenuhnya bersatu" dalam tugas mencapai stabilitas harga.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Kembali Meroket, Antam Dijual Rp984.000
Bulan lalu, Fed menaikkan suku bunga acuannya sebesar tiga perempat poin persentase untuk pertemuan kedua berturut-turut.
"Ujian besar berikutnya (untuk harga emas) ke sisi atas jatuh di sekitar USD1.800, meski bisa melihat beberapa resistance di sekitar USD1.780," ucap Craig Erlam, analis OANDA.
Sementara itu harga perak di pasar spot merosot 1,3 persen menjadi USD20,07 per ounce. Platinum turun 0,1 persen menjadi USD905,97, sementara paladium anjlok 5,8 persen menjadi USD2.064,68.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi
-
Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar
-
Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?
-
Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan
-
Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?
-
Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!
-
Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera
-
Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan
-
Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula
-
Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar