Suara.com - Ekonomi dunia kini sedang tidak menentu, kondisi tersebut mengakibatkan inflasi yang cenderung naik di beberapa negara. Adanya berbagai konflik diantara negara-negara di dunia pun makin memperparah ekonomi secara global yang dampaknya mulai terasa di Indonesia.
Dengan kondisi ekonomi yang kurang menguntungkan tersebut, kita harus mulai memikirkan investasi, namun jangan sembarangan berinvestasi, carilah yang aman dan menguntungkan seperti yang ditawarkan oleh Bank Lescadana.
Kita bisa memulai investasi yang tahan terhadap inflasi dan gejolak nilai tukar melalui Investasi emas di Bank Lescadana dengan nama produk CiMas (Cicil Emas). Cara yang ditawarkan pun mudah dan murah yaitu dengan mencicil setiap bulan.
Ada berbagai alasan kenapa Investasi emas bisa jadi pilihan terbaik untuk saat ini, alasan pertama investasi emas bisa dikatakan risk free (bebas risiko). Selanjutnya, harga emas relatif dinamis dan cenderung naik dari tahun ke tahun. Faktanya, pada tahun 2015, harga 1 gram emas berkisar Rp. 490.000 – 530.000. Kemudian pada bulan Agustus 2022, harga 1 gram emas sudah menjadi Rp.980.000. Kenaikan sangat signifikan, hampir 85%. Bandingkan jika anda menyimpan uang di bank atau membeli kendaraan.
Alasan kedua, ketika nilai rupiah semakin melemah terhadap dollar Amerika, harga emas justru cenderung menguat. Kita semua tahu bahwa nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika saat ini semakin melemah, namun harga emas tidak bergejolak tajam.
Ketiga, produksi emas dunia semakin menurun, sementara permintaan justru semakin tinggi, sehingga akibatnya harga emas akan semakin mahal. Inilah tiga alasan utama mengapa harus memilih emas sebagai investasi yang paling aman, bebas resiko, dan memiliki daya tahan terhadap inflasi.
Bank Lescadana Jakarta, adalah lembaga keuangan yang peduli terhadap keamanan investasi dengan pelayanan yang profesional dan cepat akan membantu proses CiMas lebih menyenangkan dan aman dimana hanya membayar uang muka dan copy KTP. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Bank Lescadana klik di sini.
Berita Terkait
-
Emas Harta Karun Ditemukan di Kapal Karam Spanyol, Berusia 366 Tahun
-
J Trust Bank Gandeng Jababeka untuk Memberi Kemudahan Masyarakat Miliki Hunian
-
Sebanyak 900 Nasabah dan Key Opinion Leader Terpilih untuk Belanja Gratis di 18 Merchant
-
BRI Hadirkan Shop for Free untuk Memeriahkan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-77
-
Shop for Free dari BRI Bulan Ini Mampu Menarik Antusiasme Tinggi Nasabah
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Negosiasi AS-Iran Berlanjut, Harga Minyak Dunia Melemah
-
Waspada Utang Pemerintah, Analis: Investor Bisa Cabut, Rupiah Makin Melemah
-
Keuangan Indonesia Terancam, S&P Peringatkan Kondisi Ekonomi Pemerintah RI
-
Belum Kering Lisan Sri Mulyani, Kini S&P Sudah Pasang Alarm Bahaya buat Fiskal RI
-
Beban Bunga Utang Naik, S&P Ingatkan Indonesia Bisa Turun Peringkat
-
Harga Emas Antam Makin Mahal Dipatok Rp 3,04 Juta/Gram, Berikut Daftarnya
-
Rupiah Makin Lemas Lawan Dolar, Takluk ke Level Rp 16.781/USD
-
Tak Lakukan RUPS dan Diduga Gelapkan Dana, Dirut Wanteg Sekuritas Dicopot Sementara
-
IHSG Rungkad Lagi di Awal Perdagangan Hari Ini, Kembali ke Level 8.100
-
Danantara Bakal Ikut Kelola Dana Haji, UU BPKH Siap Digodok Ulang