Suara.com - Tiket penerbangan umrah di Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara langsung ke Arab Saudi meningkat usai sempat menurun drastis di tengah pandemi COVID-19.
"Maskapai Lion Air hari ini terbang melayani rute internasional KNO/MED (Kualanamu/Madinah)," terang Ketua Komite Operator Penerbangan (AOC) Kualanamu, Rahmat Iskandar di Medan, Selasa (9/8/2022) kemarin.
Berdasarkan data yang dibagikan pihak terkait, pesawat Lion Air nomor penerbangan JT 0084 tujuan Bandar Udara Internasional Madinah, Arab Saudi lepas landas dari Bandara Udara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumut, Selasa (9/8/2022) kemarin pukul 13.40 WIB.
Akhir pekan lalu, total 413 orang jamaah umrah diberangkatkan dalam satu pesawat dari Bandar Udara Internasional Kualanamu langsung ke Madinah menumpangi pesawat Lion Air JT 0084 pukul 13.40 WIB.
Sedangkan penerbangan umrah perdana di Bandara Internasional Kualanamu dengan pesawat Lion Air JT 1112 membawa 424 orang di Kualanamu, Deli Serdang, Sumut, Selasa (24/5) pukul 9.30 WIB.
"Ketiga frekuensi itu, masih carteran. Mungkin habis musim haji di pertengahan Agustus ini, sudah ada schedule (jadwal) sepekan berapa kali dengan Lion Air," kata dia.
Diketahui, penerbangan umrah sebelum pandemi COVID-19 di Bandar Udara Internasional Kualanamu dilayani oleh tiga maskapai, yakni Garuda Indonesia, Lion Air, dan Saudi Arabia dengan frekuensi terbang 12 kali dalam sepekan.
"Cukup tinggi memang animo masyarakat di Sumatera bagian Utara ini. Apalagi daftar tunggu haji semakin panjang berkisar antara 15 sampai 20 tahun," pungkasnya.
Baca Juga: Satu Jemaah ONH Plus Masih Dirawat KKHI Madinah, Begini Kondisi dan Proses Pemulihannya
Berita Terkait
-
Update Covid-19 Global: Setelah Karantina Hainan, Kini China Tutup Istana Potala di Wilayah Tibet
-
Omicron Berkecamuk di Tibet dan Xinjiang China
-
Update COVID-19 Jakarta 9 Agustus: Positif 2.298, Sembuh 2.121, Meninggal 5
-
Pasien Terkonfirmasi Covid-19 Tambah 83 Orang, Sembuh Ada 55 Pasien
-
Satu Jemaah ONH Plus Masih Dirawat KKHI Madinah, Begini Kondisi dan Proses Pemulihannya
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI
-
Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik
-
Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH
-
Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan
-
Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe
-
Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen
-
Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak
-
Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen
-
Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak
-
Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI