Suara.com - PT Food Station Tjipinang Jaya sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi DKI Jakarta dan Institut Pertanian Bogor (“IPB”) sepakat menjalin kerjasama berupa nota kesepahaman dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan penerapan inovasi. Penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut dilakukan di Ruang Sidang Rektor 1, Gedung Rektorat Kampus IPB.
Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Pamrihadi Wiraryo menandatangani perjanjian ini bersama Rektor IPB, Prof. Dr. Arif Satria, S.P, M.Si. disaksikan oleh Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc - Dekan Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor, Prof. Dr. Ir. Suryo Wiyono, M.Sc.Agr - Plt Dekan Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor, Dr. Ir. Syarifah Iis Aisyah, M.Sc.Agr - Direktur Kerjasama dan Hubungan Alumni Institut Pertanian Bogor dan Perwakilan Kepala BP BUMD Provinsi DKI Jakarta, Thomas, M.Si.
Kerjasama yang terjalin merupakan upaya mendasar dalam kolaborasi penelitian ilmiah dan pendidikan serta transfer pengetahuan dan teknologi untuk mengatasi isu kompleks pertanian berkelanjutan.
“Kerjasama ini adalah cermin perwujudan atau implementasi Link and Match antara kedua belah pihak. Intinya, kedua belah pihak berkeinginan untuk membangun kerjasama yang kuat dan efektif. Selain itu, kerjasama ini juga untuk memastikan keselarasan dan sinergi yang maksimal antar kedua pihak menuju target penguatan pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi," ujar Pamrihadi dalam keterangan resminya.
Pamrihadi mengatakan, nota kesepahaman ini merupakan payung hukum yang menjadi langkah awal kolaborasi antara Food Station dengan IPB dalam rangka perwujudan Tridarma Perguruan Tinggi.
Selanjutnya sebagai salah satu tindak lanjut dan realisasi dari Nota Kesepahaman tersebut. Prinsipnya kedua belah pihak akan langsung melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan Fakultas Ekologi Manusia IPB untuk menyusun Kajian Kelayakan terkait dengan penilaian pola konsumsi, tingkat kecukupan energi dan zat gizi bagi penerima bantuan Program Pangan Murah DKI Jakarta serta rekomendasi untuk perbaikan dan penyempurnaan Program Pangan Murah DKI Jakarta.
Menurutnya, Food Station sebagai BUMD DKI Jakarta yang menjadi salah satu instrumen perpanjangan tangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam melaksanakan program-program terkait dengan kesejahteraan masyarakat, melalui kerjasama ini berharap dapat lebih berkontribusi secara nyata dalam melaksanakan penugasan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Semoga kerjasama ini dapat bermanfaat bagi masyarakat” tandasnya.
Baca Juga: IPB Tawarkan Lima Bahan Ini agar Produksi Mie Instan Tak Terpengaruh Kenaikan Harga Gandum
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Berlaku Besok, IESR Ungkap Bahayanya Penerapan B50
-
J Trust Bank (BCIC) Rombak Jajaran Direksi
-
Insentif Mobil Listrik Tak Kunjung Jelas, Kemenperin Khawatir Penjualan Tertahan
-
Target Swasembada Garam 2027 Dinilai Sulit Tercapai Tanpa Reformasi Impor
-
BUMN Logistik Baru Mulai Terbentuk, Merger dari 7 Perusahan
-
Vonis Nadiem Makarim Jadi Sorotan Media Internasional: Investor Asing Semakin Tak Percaya
-
Tujuh BUMN Logistik Resmi Melebur di bawah PT Multi Terminal Indonesia
-
Dilema B50 vs Ekspor CPO, Kebijakan Ini Bisa Jadi Pedang Bermata Dua?
-
Pemadaman Listrik Hambat Industri Manufaktur di Juni 2026
-
Brantas Abipraya Percepat Penyelesaian Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor, Dukung Pemerataan Pendidikan