Suara.com - Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) turut membantu mimpi Pemerintah mewujudkan Indonesia kembali swasembada pangan seperti yang pernah terjadi pada 1984 silam. Caranya dengan meningkatkan pembiayaan kepada koperasi sektor riil yang bergerak di bidang usaha pertanian, perikanan, dan juga hortikultura.
Direktur Utama LPDB-KUMKM, Supomo mengatakan, pihaknya menargetkan 40% dari dana Rp1,8 triliun dapat disalurkan kepada koperasi sektor riil. Ini sejalan dengan pemerintah dengan melakukan perkuatan permodalan koperasi sektor riil.
"Dana bergulir ini merupakan instrumen yang disediakan pemerintah untuk koperasi, kami LPDB-KUMKM tentu terus bergerak memberikan fasilitas pembiayaan yang mudah, murah, dan ramah kepada koperasi di seluruh Indonesia," ujar Supomo di Jakarta, Kamis, (18/8/2022).
Seperti dalam tiga tahun terakhir, melalui Direktorat Pembiayaan Syariah, LPDB-KUMKM telah menyalurkan dana bergulir sebesar Rp37,65 miliar.
"Dana bergulir itu disalurkan kepada koperasi yang bergerak di sektor pangan, seperti Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Al-Ittifaq Jawa Barat, Primkopti Indramayu, Koperasi Produsen Agro Niaga Jabung Syariah, Jawa Timur, dan Koperasi Sae Pujon, Malang," ungkap Supomo.
Kemudian, dari Direktorat Bisnis, LPDB-KUMKM telah menyalurkan dana bergulir sebesar Rp123,751 miliar kepada 36 mitra koperasi yang bergerak di sektor pangan sejak tahun 2019 hingga 2022.
Menurut Supomo, keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras tidak lepas dari peran pemerintah dalam membangun sarana dan prasarana infrastruktur bidang pertanian, termasuk akses pembiayaan atau permodalan kepada petani, akses pasar produk pertanian, dan juga mendorong korporatisasi petani di Indonesia.
"Ini merupakan kerja bersama semua pihak, dari hulu hingga hilir menciptakan ekosistem pertanian yang berkeadilan, tentu dengan korporatisasi petani akan semakin menegaskan keberpihakan pemerintah kepada kesejahteraan petani, dan juga pelaku ekonomi sektor pertanian," tambah Supomo.
Supomo menambahkan, LPDB-KUMKM sebagai bagian dari pemerintah, terus melakukan sinergi dan kolaborasi program dengan berbagai pihak dalam mendukung sektor pertanian melalui koperasi, dan juga mendorong diversifikasi pangan di Indonesia.
Baca Juga: Road to G20, Desa Tibubeneng dan Atlas Beach Feast Gelar Bali Beachfest, Ini Rangkaian Acaranya
"Kami juga menjalakan program korporatisasi pangan dengan beberapa pihak, ada beberapa komoditas yang menjadi perhatian kami seperti pisang, kopi, singkong, sorgum, porang, vanili, buncis, yang saat ini terus kami kembangkan ekosistemnya melalui koperasi dari aspek hulu hingga hilir," kata Supomo.
Pendekatan yang dilakukan adalah dengan meperkuat aspek manajemen koperasi, sumber daya manusia, pemasaran, hingga akses kepada offtaker atau buyer.
"Jadi kami melakukan pendampingan melalui program inkubator dan juga pendampingan internal dari LPDB-KUMKM, agar kedepannya komoditas unggulan masing-masing daerah semakin dikenal, dan diversifikasi pangan bisa terjadi, bahkan komoditas tersebut bisa menembus pasar ekspor, dampak ekonominya akan meluas, mulai dari lapangan pekerjaan, peningkatan pendapatan, dan juga berkontribusi pada neraca perdagangan," papar Supomo.
Berita Terkait
-
Pelaku Usaha Yogyakarta Sambut Antusias Gelaran Pasar Lokal Suara UMKM, Peserta: Kami Ingin Dalami Bisnis Digital
-
Harga Tiket Pesawat Melambung, Frekuensi Penerbangan Bakal Ditambah
-
Suara.com Gelar Kelas UMKM Bertajuk Pasar Lokal Suara UMKM di Yogyakarta, Jumlah Peserta Membludak
-
Bukan karena PMK, Ini Hasil Dianogsa DP2KH pada 9 Kambing yang Mati Mendadak di Tanjungpinang
-
Harga Beras Masih Rp 10 Ribuan, Jokowi Minta Hal Ini Disyukuri
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Pensiunan Diincar Penipu Jelang Lebaran, Komisaris TASPEN Ariawan Ungkap Modusnya
-
Impor LPG dari Timur Tengah Dialihkan ke AS, Pasokan Dijamin Aman
-
Presiden Prabowo Subianto: Semua Kekayaan Alam Indonesia Milik Negara, Bukan Pengusaha
-
Peringati 1 Tahun Danantara, Pupuk Indonesia Group Salurkan Paket Perlengkapan Sekolah
-
Sebanyak 143,91 Juta Orang Diprediksi Mudik Lebaran Tahun Ini!
-
IndoEBTKE ConEx 2026 Diluncurkan, Fokus Akselerasi Transisi Energi ASEAN
-
Menkeu Jawab Isu Resesi di TikTok : Jauh dari Morat-marit
-
Prabowo: Kita Bersyukur Saat Ini Aman, Pemerintah Jaga Defisit APBN Tidak Bertambah
-
Menteri Bahlil Batasi Ekspor Batu Bara, Prioritaskan Kebutuhan dalam Negeri
-
Pemerintah Siapkan Skenario dari era Covid-19 Hadapi Krisis Energi Akibat Konflik Timur Tengah