Suara.com - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia, hari ini, menerima tiga pengembalian formulir bakal calon ketua umum BPP HIPMI periode 2022-2025.
Ketiga calon yaitu Anggawira, Akbar Himawan Buchari, dan Bagas Adhadirgha.
Anggawira mengatakan BPP HIPMI memiliki tantangan yang luar biasa, terutama soal menangkap peluang bisnis bagi kalangan pengusaha muda yang berasal dari daerah.
"HIPMI daerah harus punya menangkap dan menyerap teknologi informasi agar memiliki peluang yang sama dengan pengusaha-pengusaha yang ada di Pulau Jawa ataupun Jakarta," kata Anggawira.
Anggawira mengungkapkan sebetulnya peluang bisnis sangat terbuka lebar bagi kalangan pengusaha muda yang ada di daerah, namun kata dia terkadang pengusaha-pengusaha muda ini kalah terkait teknologi informasi dan digitalisasi.
Untuk menjawab tantangan tersebut, kata Anggawira, para pengusaha muda ini mesti akan melek teknologi informasi dan digitalisasi agar mampu bersaing dengan para pengusaha yang ada di kota besar.
"Banyak sebenarnyanya pengusaha di luar Pulau Jawa. Hanya saja perlu di kawal sehingga bisa konsisten. Dengan begitu akan membuka lapangan kerja untuk masyarakat di sana. Sehingga tidak perlu lari ke Jakarta untuk mencari kerja," kata Anggawira yang merupakan Komisaris Utama PT. Krakatau Pipe Industries.
Ia mengungkapkan di tengah pemulihan ekonomi, banyak pengusaha yang sudah mulai bangkit. Melihat hal itu, Anggawira akan memberikan akses selebar-lebarnya, kemudian di kawal dalam suatu ekosistem yang bisa membuat anak-anak muda yang sudah tertarik ke dunia usaha untuk tetap bisa konsisten.
"Karena zaman sekarang ini banyak yang udah jadi pengusaha, belum apa-apa balik lagi menjadi pekerja. Sehingga butuh presistensi dengan ekosistem yang saling mendukung," tuturnya.
Baca Juga: HIPMI Sumut Didiskualifikasi dari Bonas Cup 2022, Ini Penjelasan Panitia
Dia mengusung visi menjadikan HIPMI sebagai sarana rekrutmen kepemimpinan nasional dengan mengutamakan proses kaderisasi yang berjenjang.
"Harapan saya, HIPMI juga bisa melahirkan para pengusaha yang tangguh karena motto HIPMI ini pengusaha pejuang-pejuang pengusaha, jadi ada dua unsur yang memang sudah lahir daripada pengusaha dan para pejuang yang benar-benar merintis karier usahanya dari nol," katanya.
Anggawira mengklaim telah didukung 6 BPD HIPMI daerah untuk menjadi ketua BPP HIPMI.
Tag
Berita Terkait
-
Pengusaha Sambut Bos Baru BEI, Berharap Ini Terjadi
-
Presiden Prabowo Akan 'Monitor dari Atas' Jika Dipanggil Tuhan, Emang Bisa?
-
Tangkis Isu Anti-Asing, Prabowo: Investor Antre Masuk, Hanya yang 'Liar' Tak Suka Aturan!
-
Rhenald Khasali Duga Ada Pihak Luar Recoki Pemilihan Ketua Umum Hipmi
-
KPK Akan Telusuri Aliran Uang Rp 3,5 Miliar dari BUMN Karya ke Ketum Hipmi Akbar Buchari
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Tujuh BUMN Logistik Resmi Melebur di bawah PT Multi Terminal Indonesia
-
Dilema B50 vs Ekspor CPO, Kebijakan Ini Bisa Jadi Pedang Bermata Dua?
-
Pemadaman Listrik Hambat Industri Manufaktur di Juni 2026
-
Brantas Abipraya Percepat Penyelesaian Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor, Dukung Pemerataan Pendidikan
-
Status Pasar Modal RI Tak 'Digantung' MSCI, OJK Tegaskan Tetap Emerging Market
-
Bukan Karena Pidato Prabowo, OJK Ungkap Penyebab Saham Anjlok
-
Industri Semakin Pesimistis, Permintaan Domestik Melemah
-
Harita Nickel NCKL Tebar Dividen Rp2,7 Triliun
-
Daya Saing Perusahaan Kini Ditentukan Praktik Bisnis Berkelanjutan
-
Asosiasi Ecommerce Masih Tunggu Keputusan Tertulis soal Pajak Toko Online