Suara.com - Harga minyak dunia bergerak menguat pada perdagangan hari Rabu, setelah kemarin melemah imbas tekanan inflasi AS yang kembali meningkat.
Kenaikan ini di dorong setelah pengawas energi internasional memperkirakan peningkatan peralihan gas ke minyak akibat lonjakan harga musim dingin ini, meski prospek permintaan tetap suram.
Mengutip CNBC, Kamis (15/9/2022) minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup naik 93 sen, atau 1 persen menjadi USD94,10 per barel.
Sementara, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate berakhir di posisi USD88,48 per barel, melonjak USD1,17, atau 1,3 persen.
Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan perlambatan ekonomi yang semakin dalam dan ekonomi China yang goyah akan menyebabkan permintaan minyak global tersendat pada kuartal keempat tahun ini.
Itu yang membuat harga di bawah tekanan akhir-akhir ini, dan dapat menghambat reli lebih lanjut.
"Saya pikir kita akan tetap dalam kisaran. Saya tidak berpikir USD70 per barel sangat mungkin, tetapi apa pun yang lebih dari USD100 tidak dibenarkan," kata Eli Tesfaye, analis RJO Futures di Chicago.
IEA juga memperkirakan peralihan yang meluas dari gas ke minyak untuk tujuan pemanasan, mengatakan rata-rata 700.000 barel per hari (bph) pada Oktober 2022 hingga Maret 2023 - dua kali lipat tingkat tahun lalu. Faktor itu, bersama dengan ekspektasi keseluruhan untuk pertumbuhan pasokan yang lemah, membantu mendorong pasar.
"Persediaan global turun 25,6 juta barel pada Juli," kata IEA.
Baca Juga: Inflasi AS Kembali Meningkat, Harga Minyak Dunia Loyo
Namun, di Amerika Serikat, persediaan minyak mentah melesat pekan lalu untuk minggu kedua berturut-turut, sekali lagi didorong oleh pelepasan yang sedang berlangsung dari Strategic Petroleum Reserve (SPR).
Stok komersial meningkat 2,4 juta barel setelah 8,4 juta barel dilepas dari SPR, bagian dari program yang dijadwalkan akan berakhir bulan depan.
"Angka minyak mentah menunjukkan begitu kita mengurangi waktu pelepasan Strategic Petroleum Reserve, kita akan melihat penurunan substansial dalam persediaan sehingga menjaga minyak tetap tinggi," kata Phil Flynn, analis Price Futures Group di Chicago.
Trader juga mengatakan minimnya kepastian tentang kemungkinan penghentian operasional kereta api Amerika akibat perselisihan perburuhan yang sedang berlangsung menambah sedikit dukungan ke pasar.
Tiga serikat pekerja sedang bernegosiasi untuk kontrak baru yang dapat mempengaruhi pengiriman melalui kereta api, yang penting bagi pengiriman minyak mentah dan produknya.
Organisasi Negara Eksportir Minyak (OPEC), Selasa, mengatakan permintaan minyak global pada 2022 dan 2023 bakal lebih kuat dari ekspektasi, mengutip tanda-tanda bahwa ekonomi utama bernasib lebih baik dari perkiraan meski dibayangi sejumlah tantangan seperti lonjakan inflasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Ibu Tiri Usia 19 Tahun di Bekasi Siksa Anak Sambungnya Hingga Tewas
-
IESR Ungkap Tiga Kunci Percepatan Investasi Energi Surya di Indonesia, Apa Saja?
-
Liburan dengan Miles Jadi Tren, Pengeluaran Sehari-hari Kini Bisa Jadi Modal Bepergian
-
5 Rekomendasi Facial Wash Jepang untuk Kulit Putih dan Bersih
-
Modus Ternak Rekening Judol Libatkan Petani hingga IRT, Dugaan Keterlibatan Bank Perlu Diusut
-
Lima Tahun Diabaikan Pemerintah, Warga Mekarsari Lebak Banten Patungan Perbaiki Jembatan Rusak
-
KUR BRI Dukung Rosyidah Terus Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut di Indramayu
-
Gibran Minta PSEL Palembang Tak Sekadar Olah Sampah, Warga dan UMKM Harus Ikut Untung
-
BRI Hadirkan Harapan Baru Bagi Mantan Pekerja Migran Indonesia Melalui KUR dan Pemberdayaan UMKM
-
Wajah Pendidikan Karakter: Ketika Pemimpin Gagal Menjadi Contoh