Suara.com - Untuk pertama kali sepanjang penyelenggaraan Indonesia Brand Forum (IBF) sejak 2013, hari ini akan diberikan penghargaan Best Collab Champion 2022 di Indonesia dalam ajang Indonesia Brand Forum 2022.
Diketuai Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc. (Menteri Pariwisata Indonesia 2014-2019), Dewan Juri telah menyeleksi 30 brand collaborations paling sukses, setelah dilakukan kurasi atas 100 lebih brand collaborations di Tanah Air. Hasilnya adalah 8 pemenang IBF Awarding 2022 dan 5 pemenang IBF Special Award 2022.
Untuk pemenang IBF Awarding 2022 adalah:
- Allo Bank: The Best Brand Champion for Ecosystem Collaboration
- IndiHome: The Best Brand Champion for Product/Service Collaboration
- ASUS ROG: The Best Brand Champion for Marketing Communications Collaboration
- Alfamart x Aladin: The Best Brand Champion for Channel Collaboration
- Telkomsel x Disney+: The Best Brand Champion for Sales Collaboration
- Wardah x Dewi Sandra: The Best Brand Champion for Celebrity Collaboration
- BRI x Liga 1: The Best Brand Champion for Sport Collaboration
- YDBA: The Best Brand Champion for Small and Medium Enterprise (SME) Collaboration
Adapun IBF Special Award 2022, diberikan pada:
- PeduliLindungi: The Best Government Collaboration for Pandemic Solution
- Bio Farma: The Best Corporate Collaboration for Pandemic Solution
- Wonderful Indonesia: The Best Government Collaboration for Nation Branding
- Pertamina x ITDC x MotoGP: The Best Corporate Collaboration for Nation Branding
- Kalla Group: The Best Corporate Collaboration for Ecosystem Development in East Indonesia
“Kami telah menyeleksi dan melakukan kurasi atas 30 brands. Semuanya bagus-bagus. Namun tentu saja kami harus memilih yang terbaik dalam melakukan kolaborasi, mulai dari sisi konsep, proses eksekusi, hingga dampak yang dihasilkan. Sebab, kolaborasi memerlukan penyatuan gagasan dan ritme eksekusi yang prima mengingat banyak pihak terlibat. Tanpa hal tersebut, tentunya kolaborasi yang memberikan benefit bagi semua pihak, akan sulit tercapai,” ujar Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc., Ketua Dewan Juri. Dia sendiri lalu berharap ke depannya, kolaborasi brand-brand tersebut berjalan sustain sehingga benefit yang mereka petik juga berkelanjutan.
“Tidak mudah memang menentukan siapa yang menjadi pemenang. Namun pesan yang ingin di-deliver dan digarisbawahi dari ajang ini adalah betapa pentingnya kolaborasi. Contohnya kolaborasi Alfamart dan Aladin. Berapa banyak resources yang mesti dikeluarkan oleh Aladin untuk membangun puluhan ribu cabang? Dengan berkolaborasi, sumber daya bisa sangat efisien dan produktif. Pentingnya kolaborasi juga tidak hanya untuk bisnis, bahkan untuk kehidupan kita semua. Contoh paling nyata adalah PeduliLindungi. Itu merupakan karya kolaborasi multistakeholders. Begitu pula vaksin yang dibawa dan diproduksi Bio Farma, tanpa kolaborasi, hal itu sulit terwujud,” tambah Yuswohady, anggota Dewan Juri yang juga Founding Chairman IBF.
Topik Penyelenggaraan IBF 2022 memang mengangkat “Brand Collab Champion – Winning Thru Coopetition Not Competition”. Topik kolaborasi diangkat karena dari hari ke hari, tampak dunia bisnis makin mengarah pada penguatan ekosistem di setiap industri.
“Dalam kondisi seperti ini, dan terutama paskapandemi, strategi yang ampuh untuk memenangkan pasar bukan lagi berkompetisi, melainkan koopetisi, alias berkolaborasi. Ini adalah jantungnya keunggulan bisnis. Sebab, dengan kolaborasi, masing-masing pihak dapat saling bahu-membahu mengintegrasikan ekosistem fisik maupun digital. Kolaborasi akan menghasilkan win-win solution bagi semua pihak. Istilahnya, kini saatnya bersanding, bukan bertanding,” ujar Yuswohady.
Pada akhirnya, lewat rangkaian pemberian Awarding ini, Yuswohady berharap brand-brand bisa terus menampilkan kinerja yang baik sehingga mampu tumbuh berkesinambungan. Bahkan tidak hanya bisa berjaya di pasar lokal, melainkan juga di pasar global.
Baca Juga: Yuswohady Bongkar Tiga Trik Jitu Sukses Dalam Berbisnis Pasca Hantaman Pandemi di IBF 2022
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Purbaya Respons Isu Tarik Dana SAL Milik Pemerintah dari Perbankan
-
Pemerintah Siapkan Rp815 Miliar untuk Program Kompor Listrik, Upayakan Tidak Impor
-
Rute Lengkap KRL, TransJakarta dan Mikrotrans Menuju ke JIS
-
Daftar Saham yang Meroket di Tengah Koreksi IHSG Sesi I
-
Gas Mahal Picu PHK 55 Ribu Buruh, ESDM: Industri yang Mana Dulu!
-
IHSG Ambrol Nyaris ke Level 5.900, TPIA Jadi Beban
-
Status TMS PPPK Bisa Jadi MS: Ini Cara Sanggah dan Contoh Kalimat Resminya
-
Lolos Administrasi PPPK Kemensos? Ini Panduan Lengkap Persiapan Tes CAT
-
DSI Berpotensi Gerus Laba Emiten, Bisnis AALI hingga ITMG Bisa Lesu
-
Ungkap Alasan Gaji Guru 'Tidak Layak', Prabowo: Tidak Ada Uangnya