- Industri properti Indonesia stabil di 2026, didorong minat segmen menengah atas pada hunian Rp800 juta hingga Rp5 miliar.
- Tangerang dan Bekasi tetap kawasan primadona karena infrastruktur matang, didukung strategi pemasaran digital yang efektif.
- Sektor industri logistik diprediksi tumbuh kuat, sementara ekspansi pasar mulai mengarah ke wilayah Jawa Tengah (Joglosemar).
Suara.com - Industri properti nasional memasuki tahun 2026 dengan dinamika yang cukup stabil meski dihadapkan pada tantangan makroekonomi.
Berdasarkan data performa pasar sepanjang tahun lalu, minat masyarakat terhadap sektor hunian dan komersial masih menunjukkan tren positif, terutama pada kisaran harga Rp800 juta hingga Rp5 miliar.
Hal ini mengindikasikan bahwa daya beli di segmen menengah hingga atas tetap menjadi motor penggerak utama industri.
Kinerja agen properti seperti Linktown, yang baru saja menerima penghargaan Diamond Achievement dalam ajang One Smile Club Award 2026 dari Sinar Mas Land pada Kamis (29/1/2026), menjadi salah satu indikator kondisi pasar.
Pencapaian penjualan sekitar 1.800 unit dengan total nilai Rp3,1 triliun pada tahun sebelumnya mencerminkan bahwa permintaan riil di lapangan masih cukup besar.
Tangerang dan Bekasi Masih Menjadi Primadona
Secara geografis, Tangerang tetap mempertahankan posisinya sebagai kawasan dengan permintaan tertinggi di wilayah penyangga Jakarta.
Disusul oleh Bekasi, kedua wilayah ini dipandang memiliki ekosistem infrastruktur yang paling matang, sehingga menjadi pilihan utama bagi pencari hunian maupun investor.
Keberhasilan pemasaran di wilayah tersebut banyak dipengaruhi oleh pergeseran metode pendekatan ke arah digital-first.
Baca Juga: Hasil Persita Tangerang vs Persija Jakarta Babak 1 BRI Super League, Gustavo Almeida Ngamuk!
Penggunaan konten edukatif dan strategi pemasaran berbasis data terbukti lebih efektif dalam menjangkau konsumen yang kini jauh lebih selektif dalam memilih aset properti.
Proyeksi Sektor dan Ekspansi Wilayah 2026
Memasuki tahun 2026, para pelaku industri memproyeksikan pertumbuhan yang lebih spesifik dan tidak merata di semua lini:
- Sektor Industri dan Logistik: Diprediksi akan memiliki momentum pertumbuhan yang paling kuat seiring dengan perkembangan e-commerce dan kebutuhan gudang distribusi.
- Sektor Hunian dan Perkantoran: Diperkirakan tumbuh lebih moderat dan stabil, sangat bergantung pada lokasi dan aksesibilitas.
- Ekspansi ke Jawa Tengah: Pasar properti mulai melirik wilayah Yogyakarta, Solo, dan Semarang (Joglosemar). Rencana pembukaan cabang baru di wilayah ini setelah Lebaran 2026 menandakan adanya potensi pertumbuhan yang mulai bergeser ke arah tengah Pulau Jawa.
Kondisi ekonomi global yang memengaruhi nilai tukar Rupiah serta kenaikan harga emas turut membayangi pasar properti tahun ini. Namun, properti tetap dinilai sebagai instrumen investasi yang relevan untuk jangka panjang.
Winaldo, Co-Founder Linktown, memberikan pandangannya bahwa pasar properti Indonesia di 2026 akan menjadi lebih selektif.
Permintaan akan sangat dipengaruhi oleh biaya pendanaan (suku bunga) dan kebutuhan riil masyarakat. Meskipun ada tantangan biaya, properti tetap dianggap layak sebagai pelindung nilai aset (hedging) di tengah inflasi, asalkan pemilihan lokasi dilakukan secara cermat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
AMSI dan Deep Intelligence Research Teken MoU Diseminasi Riset
-
AMSI Gandeng Deep Intelligence Research Gelar Diskusi Mengupas Masa Depan Media
-
Karier Mahendra Siregar, Bos OJK yang Mengundurkan Diri Imbas Geger MSCI
-
Melalui Mandiri Sahabat Desa, Bank Mandiri Perluas Akses Gizi dan Air Bersih
-
3 Pejabat OJK Tiba-tiba Mundur, Salah Satunya Mahendra Siregar
-
Demi Jaga Inflasi, Pemerintah Siapkan Diskon Transportasi hingga Bansos Jelang Ramadan
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
Digital Edge Bangun Pusat Data AI Terbesar di Bekasi Senilai Rp71 Triliun
-
BRI BFLP Specialist 2026: Strategi Human Capital Cetak Pemimpin Muda Perbankan
-
Pasar Mulai Tenang, IHSG Menggeliat 1,8%