Suara.com - Selain sebagai platform belanja yang menyediakan berbagai macam kebutuhan, ecommerce juga berfungsi sebagai mesin eksplorasi untuk membantu konsumen menemukan produk favorit dan tren terbaru.
Astrid Utari, Head of Marketing Solutions Lazada Indonesia, menuturkan, “Berdasarkan survei internal yang dilakukan oleh
Lazada, hampir separuh pelanggan ecommerce mendapatkan inspirasi berbelanja lewat apa yang mereka temukan melalui promosi iklan, baik paid search, push notification, maupun live streaming."
Sadar bahwa promosi iklan memegang andil penting dalam memenuhi kebutuhan bisnis brand dan seller dalam menjangkau target pasarnya secara lebih tepat dan optimal, Lazada menawarkan fitur Promosi Berbayar Lazada yang dilengkapi dengan berbagai fitur untuk memenuhi kebutuhan promosi yang berbeda-beda.
Fitur Promosi Berbayar Lazada memungkinkan brand dan seller untuk mengeksplorasi berbagai pendekatan promosi untuk mengembangkan tokonya di Lazada.
Hingga saat ini, fitur Promosi Berbayar Lazada menawarkan dua jenis pendekatan yang bisa dipilih oleh brand dan seller, yakni:
- Promosi Produk: fitur ini memungkinkan penggunanya untuk meningkatkan exposure dan penampilan produk yang dipasarkan melalui laman Pencarian, Rekomendasi, dan Untukmu. Dalam aplikasinya, fitur ini bisa dioptimalkan dengan konfigurasi manual maupun otomatis. Pengguna hanya akan membayar biaya promosi pada iklan yang berhasil diklik oleh konsumen, sehingga pengeluaran pun lebih hemat dan efisien.
- Promosi Afiliasi: fitur ini memungkinkan penggunanya untuk memasarkan produk secara eksternal di luar aplikasi Lazada, yaitu melalui mitra afiliator Lazada yang akan mengajak pembaca atau pengikut menuju laman produk tertentu menggunakan tautan.
Berdasarkan laporan, 96% konsumen Lazada menggunakan fitur Pencarian di Lazada untuk menemukan produk yang mereka cari, yaitu fitur yang akan memudahkan konsumen dalam menemukan produk menggunakan kata kunci yang sesuai pada hasil pencarian.
Laporan yang sama menunjukkan 95% konsumen memutuskan untuk membeli produk yang mereka temukan lewat fitur ini. Selain itu, 76% konsumen Lazada juga membeli produk sebagai hasil dari fitur Rekomendasi di Lazada.
Mengamini hal tersebut, Raymond Mario, Operational Manager Redshroom Store, salah satu seller Lazada untuk produk alas kaki, berbagi pengalaman dalam mengoptimalkan fitur Promosi Berbayar Lazada, utamanya fitur Promosi Produk.
“Selama menggunakan Promosi Berbayar Lazada, kami bisa semakin mengembangkan bisnis kami di tengah persaingan pasar yang semakin tinggi, terlebih 60% omzet penjualan kami datangnya dari Lazada. Setiap bulannya, ada budget tersendiri yang kami sisihkan untuk mempertahankan performa promosi kami, khususnya pada Promosi Produk," kata Raymond di Jakarta.
Baca Juga: Go Digital, 19,5 Juta UMKM Telah Bergabung dalam Platform Ecommerce
Pada saat kampanye 9.9 Trendy Brands Sale lalu, misalnya, penjualan Redshroom mengalami kenaikan hingga empat sampai lima kali dibandingkan dengan hari biasa, dan Promosi Berbayar
Lazada berperan besar pada pencapaian ini.
“Melalui fitur Promosi Berbayar Lazada, kami bertujuan agar brand dan seller bisa mendapatkan imbal hasil yang maksimal. Sehingga tak sekadar meningkatkan exposure produk pada laman-laman yang ada di aplikasi, tetapi fitur ini juga mendorong brand dan seller dalam meningkatkan penjualannya karena telah menjangkau target konsumen secara tepat dan membawa hasil,” pungkas Astrid.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Riset Danareksa: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Kuartal I, Ditopang Konsumsi Rumah Tangga
-
Telkom dan PGN Perkuat Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global
-
ADB Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen di 2026
-
Penerimaan Pajak dari MBG Cuma 3-5 Persen, Setara Rp 10,05 T hingga Rp 16,75 T
-
Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026
-
Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!
-
Komitmen Nyata BRI Group, Sinergi Holding UMi Perkuat Fondasi Ekonomi Masyarakat
-
Purbaya Kesal Restitusi Pajak 2025 Tembus Rp 360 Triliun, Duga Ada Kebocoran
-
OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar
-
Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi