Suara.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, berkesempatan menjadi orator dalam 'Orasi Ilmiah: Menghadapi Tantangan Global' saat Dies Natalis ke-56 dan Wisuda Semester Genap Program D3, S1, Profesi S2 dan S3 Universitas Pancasila.
Dalam orasinya, Ganjar meyerukan kepada para wisudawan dan wisudawati yang hadir agar mampu menjadi kalangan intelektual yang tidak biasa-biasa saja dan mampu memberikan kontribusi yang besar kepada Bangsa Indonesia.
"Jangan pernah menjadi biasa-biasa saja, jadilah yang luar biasa, yang mampu membawa kemajuan bagi bangsa dan negara," seru Ganjar saat orasinya di Jakarta Convention Center (JCC).
Ganjar melanjutkan, Indonesia adalah negara yang sangat berpotensi menjadi salah satu negara maju di dunia menuju Indonesia Emas 2045 seperti yang telah dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Terlebih, Indonesia yang menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi G20 tahun ini merupakan kesempatan emas untuk menunjukkan kepada dunia internasional ihwal kemajuan apa saja yang telah diraih Bangsa Indonesia.
Hal itu juga dikuatkan dengan terkendalinya krisis global, seperti tingkat inflasi dan ketahanan pangan yang mampu dihadapi Bangsa Indonesia. Sebab, lanjut Ganjar, banyak negara-negara maju di dunia memiliki tingkat inflasi yang lebih tinggi dan tak terkendali.
"Bahkan kalo saat ini masyarakat Eropa angka inflasinya sudah tembus 9,9 persen, jangan tanya Turki ya lebih tinggi lagi dan itu jadi rekor inflasi tertinggi sepanjang sejarah," jelas Ganjar.
"Orang-orang di Perancis, Ceko, Romania sampai Belgia hari ini melakukan aksi protes besar-besaran harga barang dan biaya hidup di sini kemarin juga. Belum lagi di Inggris Raya ada Rusia, Itali, Belanda yang inflasinya sudah lebih 10 persen. Negara yang selalu kita jadikan kiblat kalo kita baca buku," sambung Ganjar.
Dengan demikian Ganjar berharap, para lulusan ini nantinya bisa menjadi pendorong sekaligus salah satu agen dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045, melalui program-program yang telah dijalankan pemerintah saat ini.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Minta Relawan Pendukungnya Jangan Bikin Gaduh Jelang Tahun Politik
"Mudah-mudahan nanti yang S1 bisa ke S2, yang S2 bisa ke S3 dan meriset ini lebih dalam lagi dan itu tugas intelektual kita. Jangan takut pada biaya, karena negara punya biaya untuk anda, LPDP silahkan diakses," kata Ganjar.
Sebagai informasi, pada kesempatan itu Universitas Pancasila mewisuda 1.612 wisudawan dan wisudawati dari program doktoral, magister, sarjana, diploma dan profesi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
Terkini
-
Update Pangan Nasional 11 Januari 2026: Harga Cabai Kompak Turun, Jagung Naik
-
8 Ide Usaha Makanan Modal Rp500.000, Prediksi Cuan dan Viral di Tahun 2026
-
Saham BUMI Dijual Asing Triliunan, Target Harga Masih Tetap Tinggi!
-
ANTM Gelontorkan Rp245,76 Miliar untuk Perkuat Cadangan Emas, Nikel dan Bauksit
-
AMMN Alokasikan USD 3,03 Juta untuk Eksplorasi Sumbawa, Ini Mekanismenya
-
Harga Emas Akhir Pekan Stabil, Pegadaian Sediakan Berbagai Variasi Ukuran
-
Cek Aktivasi Rekening PIP 2026 Agar Dana Bantuan Tidak Hangus
-
Lowongan Kerja Lion Air Group Terbaru 2026 untuk Semua Jurusan
-
Perpanjangan PPN DTP 100 Persen, Rumah Tapak di Kota Penyangga Jadi Primadona
-
Sinergi Strategis Hilirisasi Batu Bara, Wujudkan Kemandirian Energi Nasional