Suara.com - Melesatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga kuartal III 2022 yang tumbuh 5,72 persen juga menjadi sorotan sejumlah media asing.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun ini boleh dibilang cukup menggembirakan karena bertahan pada level 5 persen jauh diatas negara-negara maju lainnya, sebut saja Amerika Serikat (AS), China hingga negara-negara Eropa.
Salah satu media yang ikut menyoroti adalah Agence France Press (AFP) yang beberapa waktu lalu mempublikasikan pemberitaan dengan judul "Pertumbuhan Q3 Indonesia Meningkat tetapi Tetap di Bawah Perkiraan".
Dalam laporannya AFP menyoroti perekonomian Indonesia yang dianggap menunjukkan kinerja lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang dihajar pandemi Covid-19.
Meski demikian pemberitaan tersebut menggarisbawahi pertumbuhan ekonomi masih dibawah proyeksi mereka. Sebelumnya, Firma Riset memperkirakan pertumbuhan yang jauh lebih tinggi sebesar 7,5 persen untuk kuartal tersebut sementara ekonom lainnya memperkirakan pertumbuhan menjadi sekitar 5,9 persen.
Begitu juga dengan laporan media asing ternama Amerika Serikat (AS) Reuters yang melaporkan dalam judul berita "Indonesia Mencatat Pertumbuhan Ekonomi Tercepat dalam Lebih Dari Setahun, Prospeknya Tidak Pasti".
Media ini mengungkapkan bahwa pencapaian Indonesia di angka 5,72 perse tersebut masih di bawah perkiraan dari jajak pendapat ekonom Reuters sebelumnya yang memperkirakan akan ekspansi di angka 5,89 persen.
Kedua media ini membeberkan alasan kenaikan pertumbuhan ekonomi ini dibanding tahun lalu, yakni karena didorong oleh ekspor dan konsumsi domestik yang kuat. Ekspor telah menyumbang sekitar seperempat dari produk domestik bruto.
Mereka mengungkapkan Indonesia diuntungkan dari kenaikan harga komoditas akibat perang Rusia Ukraina pada Februari lalu. Dimana Indonesia adalah pengekspor utama batu bara, minyak bumi, emas, nikel, dan minyak sawit. Berkat kenaikan harga komoditas ini, ekspor Indonesia tumbuh di angka 21,64 persen yoy pada kuartal 3, dimana angka ini naik sebanyak 19,74 persen.
Baca Juga: Indikator Ekonomi Bagus, Tapi PHK Mengancam
Konsumsi swasta meningkat sebanyak 5,4 persen kenaikan ini telah menyumbang lebih dari setengah produk domestik bruto (PDB) Hal ini juga didukung oleh peningkatan pengeluaran oleh kelompok berpenghasilan menengah dan atas, dan sedikit berubah dari pertumbuhan 5,5 persen pada kuartal kedua.
Dengan tidak memperhitungkan faktor musiman, PDB naik 1,81 persen dari tiga bulan sebelumnya, di atas perkiraan kenaikan 1,62 persen dalam jajak pendapat mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Jadwal Cum Date 6-7 Juli 2026 dan Daftar 19 Saham Bagi Dividen Minggu Ini
-
Sambut HUT ke-28, Bank Mandiri Kembali Gelar Donor Darah Serentak di 12 Region
-
Bank Jago Fokus Inovasi Fitur untuk Gaet Nasabah, Gimana Kinerja Sahamnya?
-
BBKP Pangkas Jumlah Karyawan dan Tutup Kantor Cabang, Ini Penyebabnya
-
Jadi Pertimbangan Serok, Harga Emas Batangan Diproyeksi Anjlok Pekan Depan
-
Pertamina Rombak Besar-besaran, 31 Anak Perusahaan Resmi Direstrukturisasi
-
Warga Malaysia Sering Kepo Kecanggihan Whoosh
-
Enaknya Jadi Komisaris Bank, Bisa Kredit Fiktif dan Manipulasi Pembukuan
-
BNI Perkenalkan Logo HUT ke-80, Simbol Pengabdian dan Komitmen Melayani Negeri
-
IHSG Melambat, Volume Transaksi Terpangkas Lebih dari 3 Persen