Suara.com - Akhir tahun biasanya banyak lowongan pekerjaan dibuka, salah satunya BUMN. Untuk melamarnya, biasanya disyaratkan untuk melampirkan SKCK atau Surat Keterangan Catatan Kepolisian. SKCK ini akan menjadi masalah jika pendaftar berada di luar kota. Pasalnya, SKCK hanya bisa diurus di kota tempat domisilinya.
Namun, sebenarnya hal tersebut bukanlah masalah. Cara buat SKCK di luar kota tetap bisa dilakukan. Bingung bagaimana caranya? Ikuti langkah-langkah berikut ini.
1. Hubungi teman atau kerabat yang tinggal di area domisili untuk membantu mengurus SKCK.
2. Selanjutnya, urus rumus sidik jari di Polres terdekat, di lokasi Anda tinggal saat ini.
3. Setelah mendapatkan bukti rumus sidik jari, lakukan fotokopi dan simpan berkas aslinya. Kirimkan hasil fotokopi berkas sidik jari ke kerabat Anda tadi.
4. Persiapkan setiap berkas yang diperlukan dalam mengurus SKCK, antara lain fotokopi KTP, KK, Ijazah, akte kelahiran, pas foto dengan latar belakang merah (ukuran 4 x 6 sebanyak 6 lembar), dan fotokopi rumus sidik jari.
5. Kirimkan dokumen yang disyaratkan tersebut kepada kerabat atau teman Anda.
6. Tugas teman atau kerabat Anda adalah membawa dokumen tersebut ke kantor polisi terdekat, bisa Polsek, Polres, atau Polda, untuk mengurus SKCK atas nama Anda.
7. Setelah prosedur selesai dan urusan administrasi pembayaran diselesaikan (Rp.30.000), mintalah SKCK yang sudah jadi untuk dikirim langsung ke alamat tempat tinggal Anda saat ini.
Baca Juga: Link Rekrutmen Bersama BUMN Resmi, Cara Daftar hingga Jumlah Kuota yang Tersedia, Cek Di Sini Segara
8. Selesai, dalam waktu dekat Anda akan memiliki SKCK yang berlaku dan valid, sehingga bisa digunakan untuk berbagai keperluan.
Mudah bukan?
Sebenarnya, mengurus SKCK sekarang ini bukanlah hal yang sulit. Peningkatan kualitas terus dilakukan oleh setiap pihak, agar dapat melayani masyarakat lebih baik dari waktu ke waktu. Bahkan pada beberapa kota, pengurusan SKCK secara online sudah bisa dilakukan.
Anda bisa menemukannya di artikel terkait, untuk detail dan bagaimana prosedurnya. Semoga artikel mengenai cara mengurus SKCK luar domisili ini berguna, dan selamat berjuang untuk mendapatkan pekerjaan yang Anda inginkan!
Selain melamar pekerjaan, SKCK juga dapat digunakan untuk urusan lainnya seperti mendaftar dalam organisasi bahkan mendaftar menjadi kader partai politik.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Berhasil Pertahankan Kinerja, Pegadaian Raih Penghargaan Indonesia Best BUMN Award 2022
-
Ini Solusi Laman Rekrutmen Bersama BUMN Batch 2 Error Saat Daftar, Jangan Panik!
-
Panduan Cara Bikin SKCK Online untuk Daftar Rekrutmen Bersama BUMN Batch 2
-
Link Rekrutmen Bersama BUMN Resmi, Cara Daftar hingga Jumlah Kuota yang Tersedia, Cek Di Sini Segara
-
Erick Thohir Apresiasi Peran BUMN di KTT G20
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik
-
Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor
-
Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026
-
Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?
-
Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?
-
Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun
-
Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026
-
INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur
-
ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri