Suara.com - BPJS Kesehatan mencatat, cakupan jaminan kesehatan di Indonesia sudah mencapai 245,8 juta jiwa atau sekitar 89,76% dari total penduduk di Tanah Air. Capaian tersebut menjadi yang terbesar di dunia.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti menyebut, pihaknya terus berupaya meningkatkkan kepesertaan. Sebab program JKN merupakan bentuk konkret pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial di bidang kesehatan kepada masyarakat.
“Dulu ada buku menyatakan, orang miskin dilarang sakit, itu dulu. Tetapi sekarang kalau menurut saya orang miskin kalau sakit dilarang bayar,” jelas Ghufron dalam kegiatan Seminar Nasional Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Manado di Gedung serba guna Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Kamis, (17/11).
Pada kesempatan tersebut, Ghufron juga memberikan pandangannya seputar tantangan turbulensi ekonomi global dan prospek perlindungan sosial terutama jaminan kesehatan serta antisipasi inovasi teknologi digital.
Kata Ghufron, BPJS Kesehatan bersama Program JKN merupakan sebuah perlindungan sosial di bidang kesehatan yang cakupan pesertanya terus meningkat.
Lebih jauh Ghufron mengatakan, hubungan antara ekonomi dan kesehatan juga sangat erat. Pertumbuhan ekonomi berdampak pada perbaikan kesehatan, sebaliknya perbaikan kesehatan juga sangat berdampak pada pertumbuhan ekonomi.
“Orang bijak mengatakan, health is not everything, but without health, everything is nothing. Oleh karenanya kesehatan harus dijaga,” lanjut Ghufron.
Berdasarkan data yang ada, Program JKN telah memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor di antaranya pencegahan kemiskinan, menurunkan koefisien GINI, Meningkatkan akses terhadap pelayanan kesehatan, meningkatkan angka harapan hidup (AHH), menurunkan porsi pembiayaan out of pocket (OOP) dalam total belanja kesehatan (TBK), menggerakan ekonomi, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan output penciptaan lapangan kerja.
“BPJS Kesehatan juga telah berkontribusi terhadap RPJMN 2020-2024 dengan mengembangkan antara lain Sistem Pembayaran Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK),” tambah Ghufron.
Terkait dengan antisipasi inovasi teknologi digital, Ghufron menerangkan, pengembangan inovasi sangat dibutuhkan dengan melihat suatu perubahan sebagai sebuah kesempatan. Pada penyelenggaraan Program JKN, pihaknya telah bekerja sama dengan berbagai mitra dalam menciptakan inovasi yang dapat memudahkan peserta JKN, seperti implementasi kanal pembayaran digital iuran JKN, sistem autodebit iuran, sistem antrean online, sistem telekonsultasi serta implementasi pelayanan administrasi tanpa tatap muka seperti Aplikasi Mobile JKN.
Baca Juga: Pemkot Medan Alokasikan Rp 179,8 Miliar untuk Jaminan BPJS
“Kunci dari transformasi digital yaitu bagaimana cara merencanakan kembali dan mendorong perubahan manajemen termasuk SDM yang ada di dalamnya,” terang Ghufron.
Senada dengan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Joy Elly Tulung selaku Ketua ISEI Cabang Manado mengatakan, dalam menjalani masa sulit akibat pandemi Covid-19 saat ini, dapat kita rasakan bersama ternyata kesehatan itu sangat berhubungan erat dengan perekonomian.
“Ketika semua orang sakit, semua orang tidak dapat berbuat apa-apa, maka perekonomian tidak dapat tumbuh atau jalan ditempat. Terima kasih kepada Prof. Ghufron yang telah bersedia memeberikan pandangannya dalam seminar ini,” kata Joy.
Berita Terkait
-
Capai 100% Jamin Kesehatan Penduduknya, Dirut BPJS Kesehatan Apresiasi Kota Ternate
-
Tepat di Hari Jadinya ke-54, Provinsi Bengkulu Beri Kado Universal Health Coverage bagi Warganya
-
Dipastikan Tidak Naik Hingga 2024, Simak Jumlah Iuran BPJS Terkini
-
Cara Berobat ke UGD Pakai BPJS Kesehatan
-
Pemkab Bandung Komitmen Dukung Program JKN dan Capai Universal Health Coverage
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Di Kedubes Qatar, Sugiono Puji Warisan Sheikh Hamad untuk Dunia dan Indonesia
-
Karier Febrie Adriansyah Tamat, Tapi Kepercayaan pada Hukum Tak Boleh Mati
-
Polisi Buru Terduga Penganiaya Kekasih di Bekasi, Korban Kabur Lewat Jendela
-
Seru, Dapatkan Harga Istimewa Hyundai Creta Lewat Program Triple Zero & Trade-In Benefit
-
Purbaya Pastikan Ada Efisiensi Anggaran MBG Tahun Depan, Jadi Rp 174 Triliun?
-
Kontestasi 2029: Menguji Batas Antara Pelayanan Publik dan Modal Politik
-
7 HP All-Rounder Terbaik Mulai Rp2 Jutaan, Performa Mantap untuk Hiburan dan Multitasking
-
Rawan Titipan, ADAKSI Tolak Menteri Jadi Penentu Rektor di RUU Sisdiknas
-
Sentil Polisi dan Lembaga Negara, MenHAM Pigai Curhat Jadi Korban Rasisme: Kenapa Tak Mau Hentikan?
-
KPK Sejalan dengan Mahfud MD: Pengalihan Perkara Febrie ke Kejagung Tak Sesuai KUHAP