Suara.com - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan terus mengedukasi masyarakat maritim dan pesisir pentingnya aspek keselamatan pelayaran, salah satunya melalui edukasi sejak dini melalui pembinaan olahraga sepakbola di wilayah Kabupaten Tanah Laut, Banjarmasin Kalimatan Selatan.
Pelaksana Tugas Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut yang diwakili oleh Kepala Bagian Organisasi dan Humas, Wisnu Wardana berkesempatan melihat langsung pelaksanaan edukasi keselamatan pelayaran melalui olahraga sepakbola di Kabupaten Tanah Laut tersebut.
"Ini merupakan terobosan yang sangat baik, edukasi keselamatan pelayaran tidak selalu harus dilakukan melalui diklat, bimtek tetapi bisa dilakukan ke para anak-anak yang tergabung dalam klub sepakbola, yang terdiri dari berbagai kelompok umur (KU) yaitu KU 10, KU 15 dan KU 17 mengingat anak-anak tersebut merupakan anak para nelayan yang tersebar di Pelabuhan Pelaihari, Tanah Laut," ujar Wisnu.
Ia menambahkan, dengan melakukan pendekatan yang out of the box ini, diharapkan anak-anak tersebut dapat memahami pentingnya keselamatan pelayaran termasuk para orang tua dari anak-anak tersebut.
Adapun Inovasi edukasi keselamatan pelayaran melalui olahraga sepakbola tersebut merupakan proyek perubahan dari Agen Perubahan yang berasal dari Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Kintap atas nama Capt. Benny Berkiah Pandelaki, Yusuf Gobel, Nita Setiawati, Lismaya Setiawati dan Edward Rudolf.
Sementara itu, Bupati Tanah Laut, H. Sukamta mengatakan bahwa masyarakat Tanah Laut memang sangat antusias dengan olahraga sepak bola, dan ia mengapresiasi dukungan Ditjen Perhubungan Laut yang hadir memberikan inovasi edukasi keselamatan pelayaran dengan olahraga sepak bola.
"Kami apresiasi apa yang telah dilakukan oleh Ditjen Perhubungan Laut dalam hal ini UPP Kintap yang telah berkolaborasi dan bersinergi dengan kami untuk sama-sama memajukan pelabuhan Pelaihari dan menumbuhkan sektor perekonomian sekitar terutamanya membangun daya tarik olahraga sepak bola yang dipadukan dengan edukasi keselamatan pelayaran. Inovasi yang menurut kami luar biasa, terbukti banyak anak-anak pesepakbola yang akhirnya paham mengenai pelayaran dan pentingnya keselamatan pelayaran," ujar Bupati H. Sukamta didepan puluhan anak-anak pesepakbola di wilayah Tanah Laut.
Kedepan, ia mengatakan akan terus meningkatkan koordinasi, kolaborasi dan sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk terus meningkatkan produktivitas pelabuhan Pelaihari dan bersama-sama melihat potensi lainnya dari pelabuhan Pelaihari yang dapat dikembangkan.
Pada kesempatan tersebut, dilakukan penyerahan life jacket secara simbolis dari Kepala Bagian Organisasi dan Humas, Wisnu Wardana kepada Bupati Tanah Laut H. Sukamta.
Baca Juga: Swasta Ikut Kontribusi Wujudkan RI Jadi Poros Maritim Dunia
Sebagai informasi, Agen Perubahan merupakan individu atau kelompok terpilih yang menjadi pelopor perubahan yang dapat menjadi contoh dan panutan dalam berperilaku, sehingga mencerminkan integritas dan kinerja yang tinggi pada suatu unit kerja. Pembentukan Agen Perubahan merupakan salah satu langkah aksi reformasi birokrasi bidang manajemen perubahan yang bertujuan untuk mendorong perubahan mindset (pola pikir) dan culture set (budaya kerja), sehingga diharapkan dapat mewujudkan peningkatan integritas dan kinerja birokrasi yang tinggi.
Pada tahun 2022, sebanyak 25 (dua puluh lima) orang pegawai Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah ditetapkan menjadi Agen Perubahan melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 105 Tahun 2022 tentang Agen Perubahan Reformasi Birokrasi di Lingkungan Kementerian Perhubungan Tahun 2022.
Selain membahas terkait edukasi keselamatan pelayaran melalui olahraga Sepakbola, juga disinggung Proyek Perubahan “Sistem Informasi Data Kepelautan Tradisional" atau disingkat SIDELIA yang merupakan buah pemikiran Agen Perubahan dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Fakfak atas nama Faisal Fattah.
Adapun saat ini UPP Kintap dan KSOP Fak Fak terus berkomitmen melanjutkan proyek perubahan masing-masing meski saat ini kedua pimpinan UPT tersebut telah bertukar tempat dengan jabatan barunya yaitu Capt. Benny Pandelaki selaku Kepala KSOP Fak Fak dan Faisal Pontoh selaku Kepala UPP Kintap.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Mulai 2028, Bensin Wajib Dicampur Etanol 20 Persen
-
Kepala BGN: Program MBG Dongkrak Penjualan Motor jadi 4,9 Juta Unit pada 2025
-
Jelang Imlek dan Ramadan, Pertamina Tambah 7,8 Juta Tabung LPG 3 Kg
-
24 Perusahaan Lolos Seleksi Tender Waste-to-Energy, Lima Diantara Asal China
-
Bahlil Tegas soal Pemangkasan Produksi Batubara dan Nikel 2026: Jangan Jual Harta Negara Murah
-
Wujudkan Asta Cita, BRI Group Umumkan Pemangkasan Suku Bunga PNM Mekaar hingga 5%
-
Susul Bauksit, Bahlil Kaji Larangan Ekspor Timah Mentah
-
Antusiasme Tinggi, Waitlist Beta Bittime Flexible Futures Batch Pertama Gaet Ribuan Partisipan
-
Danantara Mau Beli Tanah Dekat Masjidil Haram, Jaraknya Hanya 600 Meter
-
Mari Elka Pangestu: Rasio Utang Indonesia Masih Terkendali