Suara.com - Meski waktu baru menunjukkan pukul 8 pagi, cuaca panas sudah cukup terasa di pesisir muara Sungai Bondet di Desa Mertasinga, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon. Cuaca terik itu tak mematahkan semangat solidaritas Komunitas Nelayan Pesisir Jawa Barat untuk berkumpul di sana.
Berhenti sejenak dari aktivitas melaut, ratusan nelayan yang berasal dari berbagai wilayah di Cirebon tersebut berkumpul dengan nait baik. Selain untuk silaturahmi sesama keluarga nelayan, mereka juga bergotong royong membersihkan sampah di pesisir muara Sungai Bondet.
Koordinator Wilayah Komunitas Nelayan Pesisir Jawa Barat, Handi Nurdin mengatakan, pihaknya memantau peningkatan jumlah sampah di pesisir muara Sungai Bondet selama beberapa waktu terakhir. Sehingga pihaknya menginisiasikan segera pembersihan sampah tersebut.
"Latar belakang kita melakukan bersih-bersih sampah ini adalah agar pesisir di sini bersih, hidup makin sehat. Karena kami melihat di sini ada peningkatan sampah. Kalau misal banyak sampah, ikan-ikan jadi enggak sehat. Jadi terdampak ke masyarakat sekitar," kata Handi.
Bak tidak mempedulikan menyengatnya panas matahari di Kota Udang, komunitas nelayan pendudukung sosok Ganjar Pranowo tersebut sangat semangat membersihkan sampah-sampah di area muara Sungai Bondet.
Bermodalkan alat-alat sederhana seperti sapu, pengki, garpu rumput dan plastik sampah, para nelayan bertekad membuat wilayah tersebut menjadi lebih nyaman untuk beraktivitas dengan tidak adanya sampah.
Handi yang juga membaur bersama nelayan lainnya saat bersih-bersih sampah ini menyebut, aksi gotong royong ini juga bertujuan agar kapal nelayan bisa dengan lancar saat berlabuh atau pergi melaut dari muara tersebut.
Sebab, Handi mengatakan, kapal para nelayan kerap terganggu aktivitasnya karena sampah yang sering menyangkut di kapal.
"Di sini kami melibatkan semua elemen nelayan, karena kan di sini (Cirebon) penghasil udang terbesar. Tapi di daerah sini lagi merosot hasilnya, karena limbah-limbah yang mencemari pesisir tersebut. Sekitar 300 orang kami dari berbagai wilayah Cirebon kami libatkan untuk bersih-bersih ini," jelasnya.
Baca Juga: Tiga Bentuk Komitmen BAF Dukung Pelestarian Lingkungan
Dalam kegiatan tersebut, komunitas ini juga menggelar aksi berbagi paket sembako ke keluarga nelayan. Komunitas ini berharap, bantuan tersebut bisa memenuhi kebutuhan pangan keluarga nelayan kecil selama beberapa waktu ke depan.
"Kegiatan selanjutnya kita akan lihat kondisi di wilayah lainnya (di pesisir Jawa Barat), apa yang mungkin bisa kita bantu, maka kita usahakan bantu. Jadi mungkin saja kita akan kembali melakukan kegiatan bersih-bersih sampah lagi," pungkas Handi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
Terkini
-
IHSG Dibuka Lari Kencang ke Level 7.346
-
Harga Minyak Dekati Level 100 Dolar: Selat Hormuz Mencekam di Tengah "Drama" Trump-Iran
-
Kejar Setoran Barang Mewah, Bea Cukai dan DJP Segel 4 Kapal Pesiar Asing di Jakarta Utara
-
Tak Peduli Harga Minyak Dunia Naik, Wall Street Tetap Meroket
-
UMKM Terancam Gulung Tikar Imbas Wacana Larangan Total Vape
-
Strategi Baru Tekan Biaya Produksi Sawit, Sebar Serangga Penyerbuk
-
BEI Gembok Tiga Saham Sekaligus, Siapa Saja?
-
Dana Asing Kabur dari IHSG, Saham BUMI Masuk Rekomendasi Analis
-
Minta KAI Percantik, Menhub: Bogor Stasiunnya Pada Jelek
-
Cegah Efek Domino 'Bank Run', OJK Rilis Panduan Resmi Medsos bagi Perbankan