Selain itu, Razikin mengapresiasi target Presiden Jokowi akan membangun 50-60 bendungan lagi itu harus didukung oleh semua pihak untuk menjawab kebutuhan infrastruktur bagi masyarakat.
“Saya kira apa yang disampaikan presiden satu bentuk optimisme yang harus kita apresiasi karena itu menjawab kegelisahan rakyat selama ini soal infrastruktur bendungan,” ucapnya.
Namun, jika tidak rampung sesuai target, Razikin berpendapat setidaknya Presiden Jokowi sudah meletakan fondasi dan tinggal diteruskan oleh presiden selanjutnya.
“Paling tidak Pak Jokowi optimisme kita doakan mudah-mudahan selesai 2024 semua. Akan tetapi meskipun tidak selesai sampai finalisasinya sampai 20 atau 30 sisanya, tapi paling tidak presiden telah meletakkan fondasi dan itu akan dilanjutkan oleh Presiden selanjutnya,” pungkas Razikin.
Diketahui, Bendungan Semantok merupakan bendungan ke-30 yang dibangun Jokowi, berlokasi di Nganjuk, Jawa Timur, sekaligus bagian Proyek Strategis Nasional (PSN).
Yang menakjubkan, bendungan ini memiliki panjang 3,1 kilometer, terpanjang se-Asia Tenggara. Tidak hanya itu, ia memiliki kapasitas menampung volume air total 32,67 juta meter kubik dari aliran Sungai Semantok
Luas area genangan yang dimiliki bendungan ini sebesar 365 hektare sehingga mampu mereduksi banjir hingga 30% atau sebesar 137 m3 per detik pada wilayah hilir yang dialiri Sungai Semantok saat musim hujan.
Selain fungsi utama sebagai pengontrol air demi mencegah banjir, bendungan ini banyak manfaatnya untuk masyarakat sekitar. Di antaranya bisa menjadi penyalur air di areal persawahan seluas 1.900 hektar sebab dilengkapi jaringan irigasi demi meningkatkan produksi pertanian berkelanjutan.
Selain itu, untuk pembangkit tenaga listrik tenaga air (PLTA), dan mendukung untuk wisata. Sebab ini memiliki lokasi yang alami, udaranya segar sehingga cocok untuk wisata dan olah raga.
Baca Juga: Alasan Jokowi Beri Subsidi Rp80 Juta untuk Pembelian Mobil Listrik Baru
Pembangunan bendungan di era Jokowi juga betul-betul memanfaatkan penerapan teknologi. Pada bendungan Semantok ini, ada berbagai macam teknologi untuk aspek kontruksi hingga lingkungan: digitalisasi konstruksi hingga penanaman vetiver.
Berkat penerapan teknologi ini, pembangunan ini meraih dari dalam maupun luar negeri. Namun poin pentingnya adalah bahwa pembangunan bendungan Semantok ini – juga bendungan-bendungan lain memiliki manfaat luas untuk masyarakat.
Alhasil dengan pembangunan yang masif ini, pemerintah daerah bersama masyarakat bisa memanfaatkan sebaik-baiknya dari keberadaan pembangunan ini untuk kemajuan daerah (sebagai destinasi wisata) atau manfaat lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar
-
Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang
-
UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI
-
Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang
-
Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan
-
Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond
-
Pekerja PIPS Tolak Permenaker 7/2026, Khawatir Upah Mandek hingga Ancam Keandalan Listrik
-
Hadapi Industri yang Makin Kompleks, SIG Andalkan Kualitas SDM
-
Indonesia Gandeng Kuwait Perkuat Kerja Sama Sektor Energi
-
Kejar Pembiayaan Hijau, JAPFA Jadi Pelopor Integrasi LCA dalam Strategi Bisnis