Suara.com - Penggunaan QR cross border diperluas dengan negara lain di luar ASEAN, terutama negara asal wisatawan mancanegara yang kerap berkunjung ke Indonesia.
“Perlu diperluas kepada negara di luar ASEAN yang turisnya juga banyak ke Indonesia. Memang perlu waktu untuk kesepakatan dan pelaksanaannya, tapi ini diharapkan dapat diperluas,” kata Steering Committe Indonesia Fintech Society (IFSOC) Dyah N.K. Makhijani.
Menurut dia, penggunaan QRIS cross border akan mendorong wisatawan mancanegara bertransaksi dengan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia karena dengan QR, pembayaran menjadi lebih mudah dan murah.
Bank Indonesia saat ini telah menjalin kerja sama dalam koneksi cross border payment, termasuk pembayaran menggunakan kode QR, dengan Malaysia, Thailand, Jepang, dan China.
Per Oktober 2022, sebanyak 22,5 juta merchant telah terhubung dengan QR Indonesian Standard dengan 99 persen merupakan UMKM.
Hingga Oktober 2022, transaksi menggunakan QRIS telah mencapai 865 juta atau senilai Rp86,2 triliun atau tumbuh lebih dari dua kali lipat dibandingkan transaksi menggunakan QRIS sepanjang 2021 yang tercatat sebanyak 350 juta dengan nilai Rp27,7 triliun.
“Tentu kita berharap wisatawan mancanegara dapat melakukan banyak belanja dari UMKM di Indonesia. QRIS yang telah dapat digunakan wisman diharapkan mempermudah transaksi belanja mereka,” ucap dia, dikutip dari Antara.
Ia juga berharap QR cross border akan diterapkan untuk aktivitas turisme end to end termasuk untuk transaksi pembelian tiket penerbangan ke daerah tujuan wisata.
Setiap negara yang telah bersepakat menerapkan QR cross border diharapkan dapat memperkuat komunikasi agar dapat saling membantu dalam pengembangan adopsi QR di setiap negara.
Baca Juga: Bisa Belanja Terus, Bunga Kartu Kredit Paling Mentok 1,75% per Bulan
“QR cross border nantinya juga diharapkan dapat mempermudah masyarakat Indonesia untuk memenuhi kebutuhannya saat sedang melaksanakan ibadah haji dan umrah. Karena saat ini transaksi di sana banyak yang masih cash based,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Ini Manfaat QRIS Antarnegara, Transaksi Waktu Haji-Umrah Tanpa Bawa Cuan
-
Jelang Tutup Tahun, Utang RI Kian Menggunung Bunganya Ikut Melambung
-
Kebutuhan Nataru, Bank Indonesia Siapkan Rp 2,85 Triliun untuk Bumi Mulawarman
-
Gratis! Liburan Natal di La Riviera Holiday Festive, Kawasan dengan Vibes Eropa di PIK 2
-
Bisa Belanja Terus, Bunga Kartu Kredit Paling Mentok 1,75% per Bulan
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi
-
Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI
-
Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026
-
Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!
-
Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya
-
Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional
-
Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas
-
Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu
-
Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026
-
Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM