Suara.com - Operator kapal feri yang melayani angkutan limbah medis dan B3 dari Bali ke Jawa, PT Lintas Sarana Nusantara (LSN) mengambil langkah hukum usai menerima somasi terkait penghentian pengangkutan dan penyeberangan limbah medis dari Gilimanuk-Ketapang.
Melalui keterangan resminya, PT LSN membantah kapal mereka tidak mau memuat limbah medis dan limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) dari Bali.
"Kami bukan tidak mau muat, tapi belum mau muat. Kami juga sedang menyiapkan laporan untuk lapor balik H Usman yang mensomasi," kata Kepala Cabang PT LSN Karijoto ST, Minggu (8/1/2023).
Sebelumnya, Advokat H Usman SH menyampaikan surat somasi kepada PT LSN tertanggal 19 Desember 2022 dengan perihal untuk menghentikan pengangkutan dan penyeberangan limbah B3/limbah medis Gilimanuk (Jembrana-Bali) - Ketapang (Banyuwangi-Jawa Timur).
H Usman merupakan kuasa hukum dari M Rajai (bertempat tinggal di Desa Candikuning, Kabupaten Tabanan-Bali) dan I Gede Edi Mariawan ( bertempat tinggal di Desa Panji Anom, Kabupaten Buleleng-Bali).
M Rajai dan I Gede Edi Mariawan dalam surat somasi tersebut menyebut bertindak untuk diri sendiri dan bertindak sebagai wakil kelompok masyarakat yang peduli dan pemerhati terhadap lingkungan hidup.
Karijoto menyampaikan setelah menerima somasi dari advokat H Usman SH tersebut pihaknya menjawab somasi itu tanggal 26 Desember 2022.
Isi jawaban PT LSN atas somasi itu yakni aktivitas pelayaran penyeberangan yang memuat kendaraan limbah B3/ limbah medis tersebut sudah sesuai peraturan perundang undangan dengan dilampirkan bukti-bukti.
Jawaban berikutnya, yakni menghentikan sementara proses penyeberangan limbah B3 dan limbah medis perusahaan rekanan (PT Wastec, PT Pria, PT Envirotama, PT Sagraha, PT Triarta, PT Artama) untuk fokus melakukan perlawanan hukum terhadap somasi.
Baca Juga: Berkas Kelar, Pembunuh Gung Mirah segera Disidang
Selanjutnya, berkoordinasi dan berkomunikasi dengan rekanan transporter limbah B3 (PT Wastec, PT Pria, PT Sagraha, PT Envirotama, PT Triarta ) untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara bersama.
Selain itu juga akan berkomunikasi dengan BPTD (Balai Penyeberangan Transportasi Darat) dan ASDP (angkutan sungai danau dan penyeberangan) di Gilimanuk-Kabupaten Jembrana, Bali.
Karijoto mengakui memang sejak 31 Desember 2022, kapal mereka tidak memuat limbah medis dan B3 dari Bali selain karena disomasi juga padatnya pelayaran.
"Memang pelayaran selama Natal dan Tahun Baru sangat padat. Somasi ke PT LSN sejak 19 Desember. Ini kan juga berkaitan dengan izin dari BPTD," ujarnya.
Selain itu pihaknya telah rapat dengan Gapasdap (Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan). Selanjutnya pada Senin (9/1) semua perwakilan dari transpoter, operator kapal dan Gapasdap akan bertemu dengan BPTD di Gilimanuk.
Kejadian penghentian pengangkutan limbah medis da B3 dari Pelabuhan Gilimanuk sudah terjadi sejak akhir Desember 2022 dan sampai sekarang kapal juga belum melayani penyeberangan transportasi limbah medis. Sementara instansi terkait, BPTD dan ASDP belum mengambil langkah penyelesaian.
Berita Terkait
-
Alasan Somasi dan Padatnya Pelayaran, Limbah Medis dan B3 dari Bali Tak Diangkut PT LSN
-
Konflik PT LSN dan H. Usman soal Limbah Medis dan B3 Nodai Pariwisata Bali
-
10 Juta Lebih Wisatawan ke Bali Sepanjang 2022
-
Bali Jadi Favorit Wisatawan, Segini Jumlah Kendaraan dan Orang Masuk Lewat Pelabuhan
-
Berkas Kelar, Pembunuh Gung Mirah segera Disidang
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi
-
Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI
-
Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026
-
Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!
-
Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya
-
Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional
-
Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas
-
Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu
-
Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026
-
Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM