Suara Denpasar - Limbah medis dan B3 dari Bali sampai saat ini belum terangkut ke pengolahan yang ada di Pulau Jawa.
Hal ini menyusul somasi yang diterima oleh PT Lintas Sarana Nusantara (LSN) dan padatnya pelayaran. Jika hal ini dibiarkan berlarut-larut tentu akan berdampak pada lingkungan.
Kepala Cabang PT LSN Karijoto kepada awak media, Sabtu 7 Januari 2023 mengakui memang sejak 31 Desember 2022 kapal mereka tidak memuat limbah medis dan B3 dari Bali. Selain karena disomasi juga padatnya pelayaran.
“Memang pelayaran selama Natal dan Tahun Baru sangat padat. Somasi ke PT LSN sejak 19 Desember. Ini kan juga berkaitan dengan izin dari Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD).
Kami tadi (kemarin) sudah rapat dengan Gapasdap (Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan). Hari Senin, 9 Januari semua perwakilan dari transpoter, operator kapal dan Gapasdap akan bertemu dengan BPTD di Gilimanuk,” paparnya.
“Kami bukan tidak mau muat, tapi belum mau muat. Kami juga sedang menyiapkan laporan untuk lapor balik H. Usman yang somasi,” ujarnya.
Setelah menerima somasi dari H. Usman SH, lanjut Karijoto, pihaknya menjawab somasi itu tanggal 26 Desember 2022 sebagai berikut, aktivitas pelayaran penyeberangan yang memuat kendaraan limbah B3/ limbah medis tersebut sudah sesuai peraturan perundang undangan dengan dilampirkan bukti-bukti.
Jawaban berikutnya, yakni menghentikan sementara proses penyeberangan limbah B3 dan limbah medis perusahaan rekanan (PT Wastec, PT Pria, PT Envirotama, PT Sagraha , PT Triarta, PT Artama) untuk fokus melakukan perlawanan hukum terhadap somasi.
Dan selanjutnya, berkoordinasi dan berkomunikasi dengan rekanan transporter limbah b3 ( PT Wastec , PT Pria , PT Sagraha , PT Envirotama , PT Triarta ) untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara bersama dan juga akan berkomunikasi dengan BPTD (balai penyebrangan transportasi darat) dan ASDP (angkutan sungai danau dan penyebrangan) di Gilimanuk. ***
Baca Juga: Konflik PT LSN dan H. Usman soal Limbah Medis dan B3 Nodai Pariwisata Bali
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
Terkini
-
GTA 6 Online Diprediksi Rilis Lebih Cepat, Ada Peningkatan Gameplay
-
Alasan Danantara Ngebet Jalankan Proyek PSEL: Masyarakat Tak Mampu Bayar Iuran Sampah
-
Komdigi Sanksi Google Buntut YouTube Tak Patuh PP Tunas
-
Sesumbar Jelang Semifinal! Pelatih Vietnam Yakin Mampu Atasi Timnas Futsal Indonesia
-
Siswi SMP Kalideres Diduga Jadi Korban Pelecehan saat Pulang Sekolah, Ini Hasil Temuan Polisi
-
Asal-usul Kuntilanak Terungkap! Sinopsis Mangkujiwo 2 yang Tayang Malam Ini di ANTV
-
Hasil Dialog Pandji Pragiwaksono Soal Kasus Mens Rea, Diminta Tobat dan Berakhir Sejuk
-
5 Parfum Wanita Paling Enak Wanginya, Aroma Antimainstream
-
Siswa SMP Meninggal Akibat Ledakan di Sekolah, Disdik Siak Bantah Isu Rakit Bom
-
Meta Mulai Patuhi PP Tunas Komdigi, Anak 16 Tahun Dilarang Punya Facebook-Instagram-Threads