Suara.com - Gubernur Papua Lukas Enembe hari ini dikabarkan telah ditangkap oleh pihak berwenang. Lukas sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK atas dugaan suap dan gratifikasi Rp 1 miliar.
Terlepas dari hal ini, sebagai pejabat negara pastinya Lukas Enembe melaporkan harta kekayaannya. Terakhir, Lukas melaporkan harta kekayaannya yang ada di e-LHKPN KPK pada 31 Maret 2022 untuk tahun periodik 2021.
Berdasarkan data itu, total kekayaan Lukas Enembe sebesar Rp 33,78 miliar. Total kekayaan itu terbagi dari beberapa jenis, mulai dari tanah bangunan, mobil, hingga kas dan setara kas.
Adapun, Lukas Enembe memiliki harta kekayaan berupa tanah dan bangunan senilai Rp 13,6 miliar. Rinciannya, terdapat enam bidang tanah dan bangunan yang kesemuanya berlokasi di Jayapura.
Kemudian, Lukas juga memiliki harta berupa alat transportasi dan mesin dengan total nilai Rp 932,48 juta, di mana rinciannya, mobil Toyota Fortuner senilai Rp 300 juta, Mobil Honda Jazz senilai Rp 150 juta, Mobil Toyota Land Cruiser senilai Rp 396,95 juta, dan Mobil Toyota Camry senilai Rp 85,53 juta.
Selain itu, Lukas Enembe tercatat memiliki harta berupa surat berharga sebesar Rp 1,26 miliar. Selanjutnya, harta kekayaan Lukas Enembe berupa kas dan setara kas sebesar Rp 17,95 miliar.
Namun, tercatat Lukas Enembe tidak memiliki hutang. Dengan rincian tersebut, maka total harta kekayaan Lukas Enembe sebesar Rp 33,78 miliar.
Akui tangkap Lukas Enembe
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron membenarkan penangkapan Gubernur Papua Lukas Enembe tersangka suap APBD Provinsi Papua.
Baca Juga: Jadi Korban KDRT, Intip Harta Kekayaan Venna Melinda yang Mencapai Rp 29 Miliar
Dia bilang Lukas ditangkap di Jayapura, Papua pada hari ini Selasa (10/1/2023). Kekinian, Lukas disebut tengah dibawa menuju Jakarta.
"Benar KPK telah menangkap Lukas Enembe di Jayapura dan saat ini dalam proses di bawa ke Jakarta," kata Ghufron saat dihubungi wartawan, Selasa (10/1/2023).
Sebelumnya penangkapan Lukas Enembe dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ignatius Benny Prabowo.
Lukas ditangkap dan dibawa ke Mako Brimob Kotaraja, Jayapura, Papua.
KPK menyebut Lukas Enembe terlibat dugaan tindak pidana korupsi berupa pemberian hadiah atau janji terkait proyek pembangunan infrastruktur di provinsi Papua.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Menkeu Ingin Bangkitkan Marketplace Lokal untuk Saingi Dominasi Aplikasi China
-
Pulang Kampung Lebih Tenang Ikut Mudik Gratis PLN, Simak Pengalaman Pemudik!
-
Spesial Lebaran, BRI Hadirkan Program Cashback hingga 20% Biar Tagihan Bulanan Jadi lebih Hemat
-
BRI Kenalkan Cara Praktis Berbagi THR Lebaran Pakai Layanan Digital QRIS Transfer dan Emas BRImo
-
5 Keuntungan Beli Emas setelah Lebaran, Investasi Cerdas agar THR Tak Langsung Habis
-
Cara Tarik Tunai Saldo GoPay Tanpa Kartu di ATM BRI
-
Tambah Kenyamanan Pemudik EV, PLN Siapkan SPKLU Center di Sepanjang Trans Jawa dan Titik Strategis
-
Krisis Energi, Amerika Serikat Cabut Sanksi untuk Minyak Iran
-
Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5,7 Persen di Q1 2026
-
Harga Emas Antam, UBS dan Galeri24 di Hari Lebaran: Ada yang Stabil, Ada yang Turun