- Rupiah melemah 0,08% terhadap dolar AS pada Rabu (4/2/2026) pagi, mencapai Rp16.766 per dolar AS.
- Pelemahan rupiah dipicu sentimen global seperti antisipasi data ekonomi penting AS dan isu Timur Tengah.
- Sentimen domestik belum pulih, bersamaan dengan banyak mata uang Asia lainnya yang juga melemah terhadap dolar AS.
Suara.com - Nilai tukar rupiah berbalik melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Rabu (4/2/2026). Data Bloomberg pada pagi ini menunjukkan rupiah bergerak di sekitar level Rp16.766 per dolar AS.
Rupiah pun melemah 0,08 persen dibandingkan penutupan Selasa (3/2) lalu yang ada di level Rp16.754. Sedangkan kurs JISDOR Bank Indonesia ada di level Rp16.776.
Pelemahan ini terjadi dikarenakan sentimen global Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi dengan potensi melemah terbatas terhadap dolar AS.
"Investor cenderung sideline mengantisipasi serentetan data ekonomi penting AS beberapa hari kedepan dan data PDB kuartal keempat Indonesia besok," katanya.
Adapun sentimen domestik masih blm sepenuhnya pulih, terlebih sentimen di Asia diperkirakan akan risk off hari ini mengekori Wall Street.
"Sentimen negatif lain mungkin dari Timteng ada eskalasi minor, dimana AS menembak jatuh drone Iran yang diarahkan ke kapal induk AS. Range 16700-16850," tandasnya.
Sementara itu, rupiah melemah bersama beberapa mata uang lainnya. Yen Jepang melemah 0,25 persen, dolar Taiwan melemah 0,13 persen.
Diikuti peso Filipina melemah 0,09 persen, won Korea melemah 0,09 persen, rupiah melemah 0,05 persen dan dolar Hong Kong melemah 0,02 persen terhadap dolar AS.
Sedangkan mata uang Asia lainnya menguat terhadap dolar AS pagi ini. Ringgit Malaysia menguat 0,31 persen, baht Tailand menguat 0,25 persen. Lalu yuan China menguat 0,06 persen dan dolar Singapura menguat 0,02 persen terhadap dolar AS.
Baca Juga: Dolar AS Ambruk, Rupiah Ditutup Perkasa di Level Rp16.754 Sore Ini
Berita Terkait
-
Penjelasan Purbaya Kenapa Rupiah Anjlok Tapi IHSG Naik, Bisa Picu Krisis Ekonomi?
-
Rupiah Masih Perkasa di Jumat Pagi ke Level Rp 16.844/USD
-
Rupiah Menguat ke Level Rp 16.895, Sentimen Global Jadi Penopang
-
Rupiah Mulai Bangkit, Dolar AS Loyo ke Level Rp16.908
-
Bos BI Akui Pencalonan Keponakan Prabowo Jadi Sentimen Rupiah Anjlok
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Profil Rans Entertaimen Indonesia, Perusahaan Raffi Ahmad yang Mau IPO
-
Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
-
RANS Mau IPO, Raffi Ahmad dan Gigi Bidik Dana Segar Rp429,25 Miliar
-
PLN Kekurangan Batu Bara 20 Juta Ton, Bahlil Turun Tangan Bentuk Tim Pengawas Khusus
-
Harga Cabai Mulai Mendingin, Kenaikan Beras dan Minyak Goreng Masih Membebani Konsumen
-
Rupiah Tertekan, Dolar AS Terus Naik ke Level Rp17.855
-
Cuan untuk Investor, Buyback Emas Antam Naik Lebih Tinggi dari Harga Jual
-
Tak Hanya Belanja, Pengunjung PRJ Kini Berburu Investasi Emas
-
Jelang Review MSCI, IHSG Dibuka Merah ke Level 6.096
-
Pasar Pantau Kesepakatan AS - Iran, Harga Minyak Dunia Naik Tipis