Suara.com - Kebakaran Depo Pertamina Pumplang menjadi catatan kelam bagi manajemen PT Pertamina (Persero). Atas kejadian itu setidaknya ada 23 orang yang tinggal dekat Depo meninggal dunia.
Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati mengakui, banyak pertanyaan yang datang kepadanya terkait lokasi Depo Pertamina yang berlokasi di Tanah Merah, Jakarta.
"Jadi banyak sekali pertanyaan yang sampai kepada kami, yang mempertanyakan kenapa Pertamina membangun dan mengoperasikan terminal BBM di tengah warga yang sangat padat di tengah kota," ujar Nicke dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR yang dikutip, Rabu (15/3/2023).
Nicke memaparkan, awal mulanya Pertamina membeli lahan seluas 153 hektare dari PT MASTRACO sebesar Rp 514 juta pada tahun 1971. Sebagian dari lahan itu, seluas 72 hektare dibangun untuk Depo BBM Plumplang.
Sisanya, seluas 82 hektare dibiarkan kosong dan belum dihuni. Namun pada tahun 1976, dikeluarkan surat penetapan pemberian hak dari Menteri Dalam Negeri untuk pembangunan instalasi minyak di lahan itu.
"Ini beberapa gambar yang kami ambil, jadi tahun 1972 masih di sekelilingnya adalah tanah kosong ada 82 hektare sekitar TBBM Plumpang ini," jelas Nicke dalam paparannya.
Kemudian pada akhir tahun 1980, Nicke menyebut, masyarakat mulai menempati lahan kosong yang tersedia. Bahkan, ada rumah warga yang menempel dinding pembatas Depo yang berdiri hingg sekarang.
"Dan di hari ini begitu padatnya sampai masyarakat atau rumah-rumah masyarakat nempel di dinding pembatas Terminal Plumpang," jelas Nicke.
Untuk diketahui, Depo BBM Plumpang merupakan pemasok BBM ke s 790 SPBU di 19 kabupaten/kota di Indonesia. Depo Plumpang juga memasok Pertashop dan SPBU untuk nelayan.
Baca Juga: Naik Lagi, Cek Deretan Harga BBM Pertamax per Hari Ini
Adapun, berdasarkan data tahun 2017, ada sekitar 34.700 orang dengan jumlah KK 9.234 di sekitar Depo Plumpang dan pastinya jumlah ini terus bertambah sampai tahun 2022.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
- Ini 4 Tablet Paling Murah 2026, Memori Tembus 256 GB
Pilihan
-
Cerita Warga Solo Hadapi Pajak Opsen hingga Kaget Uang Tak Cukup, FX Rudy: Mohon Dipertimbangkan!
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
Terkini
-
Petani Sawit Protes Penyitaan Kebun oleh Satgas PKH, Regulasi Diabaikan
-
Klarifikasi Menkeu Purbaya usai Bea Cukai Sita Bantuan Bencana Sumatra dari Diaspora
-
Investor Serbu Pasar Saham, IHSG Terbang ke Level 8.300
-
Purbaya Kritik Bappenas soal Anggaran Banjir Sumatra: Diketok Sedikit Biar Kerja Lebih Cepat
-
Dana Tanggap Darurat Kemenpu Dialihkan dari Pos Anggaran, Begini Kata Menkeu
-
Purbaya Gelontorkan Rp 75 Triliun Pulihkan Banjir Sumatra, Cair Bertahap 3 Tahun
-
Rupiah Keok Usai Libur Panjang di Level Rp 16.884/USD
-
Jadwal KRL Selama Ramadan Tak Berubah, 1.065 Perjalanan Setiap Hari
-
Pertama di Dunia! Perusahaan Ini Bayar Dividen Pakai Emas Kripto
-
Saham INET Diborong Asing, Target Harganya Bisa Tembus Rekor