Suara.com - Perusahaan gerai kopi Starbucks Amerika Serikat (AS) memecat pegawainya yang menginisiasi pendirian serikat pekerja. Pegawai tersebut bernama Alexis Rizzo, di mana dia bertanggung jawab dalam menginisasi kampanye serikat pekerja Starbucks.
Seperti dilansir dari CNBC Internasional, Rizzo telah bekerja sebagai pengawas shift di Starbucks selama tujuh tahun. Dirinya juga sebagai pemimpin serikat pekerja di toko New York.
Pemecatan Rizzo ini diumumkan oleh serikyt pekerja Starbucks yang bernama pekerja Starbucks United lewat Tweet di akun Twitter. Selain itu, Starbucks united juga menuliskan di laman GoFundMe bahwa pemecatan ini adalah pembalasan yang paling buruk.
"Saya benar-benar patah hati. Itu bukan hanya pekerjaan bagi saya. Itu seperti keluarga saya," ujar Rizzo kepada CNBC Internasional dalam sebuah wawancara, seperti dikutip, Senin (3/4/2023).
"Rasanya seperti kehilangan segalanya. Saya sudah berada di sana sejak saya berusia 17 tahun. Ini seperti seluruh sistem mendukung saya, dan saya pikir mereka tahu itu," tambah dia.
Rizzo menuturkan, manajer toko memecatnya setelah dirinya menyelesaikan shiftnya pada hari Jumat. Dia menyebut, alasan pemecatannya karena dia terlambat sebanyak empat kali. Menurut dia, dua diantaranya, Rizo hanya terlambat selama satu menit.
Namun, Starbucks berkilah bahwa Rizzo telah melewatkan lebih dari empat jam kerja dalam keterlambatan. Selain itu Rizzo juga telah mendapat surat peringatan terlambat kerja.
Starbucks mengatakan kepada CNBC bahwa Rizzo telah melewatkan lebih dari empat jam kerja selama kejadian tersebut, dan bahwa dia telah berulang kali mendapat surat peringatan karena terlambat.
Juru bicara Starbucks Rachel Wall menegaskan, pemecatan ini hanya sebagai penegakkan pelanggaran. Menurut dia, banyak pelanggaran keterlambatan yang berdampak pada kinerja baritas lain di gerai yang ditempati Rizzo.
Baca Juga: GBB Sepakat Jalin Kerja Sama dengan DPC Serikat Pekerja Nasional Kabupaten Tangerang
"Kami memberikan Pengalaman Starbucks kepada satu sama lain dan pelanggan kami pagi ini, dan toko-toko di area tersebut terus melayani pelanggan tanpa gangguan akhir pekan ini," imbuhnya.
Untuk diketahui, hampir 300 kafe Starbucks telah memilih untuk berserikat di bawah Serikat Pekerja Starbucks. Secara total, serikat pekerja telah mengajukan lebih dari 500 keluhan soal sistem ketenagakerjaan yang tidak adil.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
Terkini
-
Harga Minyak Dunia Membara, RI Mulai Lirik Pasokan dari Rusia? Begini Kata Wamen ESDM
-
Waspada! IHSG Bisa Menuju Level 6.000 Lagi, Ini Pemicunya
-
OJK Bakal Rombak Aturan Papan Pemantauan Khusus, Sinyal Positif bagi Investor?
-
Pemerintah Genjot Energi Alternatif dari Singkong, Tebu, Jagung, dan Sawit
-
BRI KKB Tawarkan Bunga Mulai 2,85% Flat, Kredit Mobil Baru Kini Bisa Diajukan Lewat BRImo
-
Tambah Pasokan Listrik, 268 Proyek Pembangkit Baru Segera Dibangun
-
ESDM Telah Bidik Lebih dari 30 Lokasi Konversi PLTD Jadi PLTS
-
Full Senyum! Mitra Driver Gojek dan Keluarga Berangkat Mudik Gratis
-
Bank Mega Syariah Koleksi DPK Rp 12 Triliun Sepanjang 2025
-
Eskalasi Konflik Iran-AS-Israel Mulai 'Cekik' Biaya Ekspor RI ke Timur Tengah