Suara.com - Salah satu rukun yang wajib dipenuhi oleh umat muslim di dalam Islam adalah menunaikan zakat. Penunaian zakat harta atau zakat mal ini terbagi dalam beberapa kategori, salah satunya adalah zakat hasil pertanian.
Mengingat sebagian besar masyarakat Indonesia adalah petani, jadi setiap pemilik lahan pertanian diharapkan mengetahui dan paham cara menentukan zakat pertanian. Hasil pertanian yang harus keluarkan zakat adalah dari jenis makanan pokok yang biasa disebut dengan zakat hasil pertanian buah, panen, atau sayuran. Lantas, buah yang wajib dizakati apa saja?
Allah SWT berfirman di dalam Surat Al-An’am ayat 141 yang artinya:
“Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon kurma, tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila ia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan pada fakir miskin)".
Buah yang Wajib Dizakati
Untuk mengetahui jenis-jenis dari hasil panen pertanian apa saja yang wajib dibayarkan zakat, para petani bisa mengambil landasan atas pendapat-pendapat yang dikemukakan oleh beberapa ulama, di antaranya adalah sebagai berikut:
- Pendapat pertama, para ulama berpendapat bahwa ada empat macam hasil panen yang wajib untuk dibayarkan zakat, yaitu biji gandum (hinthah), gandum (sya’ir), kismis, dan kurma.
- Imam Syafi’i dan Imam Malik berpendapat bahwa yang hasil panen yang diwajibkan untuk bayar zakat hanya hasil panen yang merupakan makanan pokok dan dapat disimpan seperti beras, gandum, jagung, dan kurma.
- Pendapat lainnya disampaikan oleh Imam Abu Hanifah, bahwa hasil pertanian yang wajib dizakati adalah segala yang ditanam, baik itu buah-buahan, sayur-sayuran, maupun biji-bijian.
Baca Juga: Manisnya Bertani Melon dalam Green House di Magelang, Sekali Panen Hasilkan Rp15 Juta
- Pendapat terakhir datang dari Imam Ahmad yang mengatakan bahwa hasil pertanian yang wajib dibayarkan zakat hanya hasil tanaman yang bisa disimpan atau ditakar.
Dalam menunaikan zakat hasil pertanian ini, pemilik hasil panen tidak bisa dengan asal membayarkan zakatnya. Jika dilihat dari pendapat mayoritas ulama, nisab zakat pertanian yaitu 5 (lima) wasaq. Untuk mengetahui detail tentang wasaq, 1 wasaq adalah setara dengan 60 sho’, sedangkan 1 sho’ disetarakan dengan 2,176 kg. Jadi, jika satuan wasaq dikonversi ke satuan kilogram perhitungannya adalah 5 x 60 x 2,176 = 652,8 kg, atau jika dibulatkan menjadi 653 kg gabah atau 524 kg beras.
Artinya, jika hasil panen yang terkumpul mencapai 5 wasaq atau setara dengan itu, maka diwajibkan bagi para pemilik panen untuk membayarkan zakatnya. Zakat hasil pertanian ini dapat diserahkan pada saat masa panen berlangsung, dan hasil dari pertanian tersebut wajib untuk ditunaikan zakatnya saat biji tanaman telah matang atau keras. Begitu pula dengan kurma dan anggur yang wajib dikeluarkan zakatnya pada saat dalam kondisi sudah pantas untuk dipanen.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Berita Terkait
-
Uang Hasil Jual Rumah Apakah Wajib Dizakati? Ini Penjelasannya
-
Buah Favorit saat Ramadhan, Ini 5 Manfaat Timun Suri bagi Kesehatan Tubuh
-
Heboh Polisi Ini Kerja Sampingan Jualan Salad Buah, Auto Dipuji Warganet
-
Orang Gangguan Jiwa Juga Wajib Bayar Zakat Fitrah Kata Buya Yahya, Kecuali Kalau Kondisinya Seperti Ini
-
Manisnya Bertani Melon dalam Green House di Magelang, Sekali Panen Hasilkan Rp15 Juta
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe
-
Bank Dunia: Danantara Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2027
-
RI Ekspor Ribuan Ton Klinker ke Afrika
-
Purbaya Klaim Pertumbuhan Ekonomi RI Triwulan Pertama Tinggi Bukan Karena Lebaran
-
Transaksi E-Commerce Tembus Rp96,7 Triliun, Live Streaming Jadi Sumber Pendapatan Baru Warga RI
-
Hadapi Musim Kemarau Panjang, Menteri PU Mau Penuhi Isi Bendungan
-
BRI Buka Layanan Money Changer, Tukar Riyal Jadi Lebih Praktis untuk Jamaah Haji
-
Purbaya Turun Tangan Atasi Proyek KEK Galang Batang, Investasi Rp 120 T Terancam Batal
-
Pengusaha Konstruksi Ngeluh Beban Operasional Naik 8% Gegara Harga BBM dan Material
-
Gelar RUPST, BRI Setujui Dividen Tunai Rp52,1 Triliun dan Perkuat Fundamental Kinerja