Suara.com - Dalam rangka mendukung upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan, sukarelawan Santri Dukung Ganjar Banten mengadakan Pelatihan Santri Tani Milenial.
Pelatihan yang diadakan di Pondok Pesantren Mabdail Falah, Kampung Kadu Biuk, Desa Panyirapan, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang tersebut diikuti santriwan dan santriwati dari sepuluh pondok pesantren se-Kabupaten Serang, Banten.
Koordinator Wilayah Santri Dukung Ganjar Banten, Gus Yuri Alam mengatakan pelatihan tersebut merupakan upaya mereka untuk menguatkan ketahanan pangan, sekaligus memberikan pembelajaran dan pengalaman mengolah tanaman kepada para santri.
"Kami tahu cabai adalah penyumbang inflasi yang cukup tinggi di Indonesia. Jadi santri tidak hanya konsumtif, tetapi juga mampu menghasilkan karya-karya, terutama memenuhi kebutuhannya sendiri minimal," ujar Gus Yuri ditulis Rabu (12/4/2023).
Adapun pengisi materi dalam pelatihan tersebut yaitu Abdul Qodir, selaku dosen di Institut Pertanian Bogor (IPB) dan juga jebolan salah satu pesantren di Bogor, Jawa Barat. Dia telah bertahun-tahun menanam cabai dengan metode pocis yang kemudian diajarkan ke santri.
Selain menerima pemahaman tentang menanam tanaman cabai dengan metode porcis, para santri juga diajarkan langsung praktik porcis oleh pengisi materi dengan menggunakan daun pisang, tanah yang memenuhi syarat unsur hara dan bibit cabai.
Gus Yuri berharap dengan adanya pelatihan yang diadakan para pendukung Ganjar Pranowo itu dapat mengembangkan pengalaman dan keterampilan para santri. Sehingga cita-cita mewujudukan ketahanan pangan bisa tercapai.
"Para santri sangat senang dengan pelatihan ini karena memang banyak dari mereka yang punya latar belakang, yang sudah menggeluti bidang pertanian. Kami berharap para santri semakin mampu bangkit lagi dalam hal ketahanan pangan, juga untuk pengembangan ekonomi pesantren," jelas Gus Yuri.
Sebagai informasi, Santri Dukung Ganjar Banten juga mengadakan doa bersama Ganjar Pranowo Presiden 2024 yang diikuti seluruh santri. Kemudian, Santri Dukung Ganjar Banten juga menyalurkan bantuan 10 pengeras suara untuk 10 pesantren yang mengikuti pelatihan tersebut.
Baca Juga: Jaga Ketahanan Pangan, Mak Ganjar Tanam Bibit Pohon Cabai Sambil Ngabuburit
Pengasuh Ponpes Mabdail Falah, Rahmatullah menuturkan kegiatan yang diadakan Santri Dukung Ganjar Banten, memberikan manfaat yang besar untuk perkembangan para santri, khususnya dalam hal pengolahan lahan dan pertanian.
Dia pun mengapresiasi sukarelawan Santri Dukung Ganjar Banten, yang telah memberikan perhatian terhadap perkembangan para santri yang dewasa ini dituntut untuk terus mengikuti perkembangan zaman.
"Pelatihan ini cukup luar biasa, saya apresiasi karena akan bermanfaat bagi anak-anak santri kelak di masyarakat mereka pulang dari pesantren, selain dapat ilmu agama juga dapat ilmu cara pengolahan lahan dan bertani untuk mendapatkan tambahan rezeki," ucap Rahmatullah.
Tak lupa, Rahmatullah juga menghaturkan terima kasih kepada sukarelawan Santri Dukung Ganjar atas terselenggaranya Pelatihan Santri Tani Milenial.
Dia menyebut, pesantren khususnya para santri sangat menyambut antusias kegiatan tersebut.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Santri Dukung Ganjar yang telah memfasilitasi acara ini dan juga seluruh pesantren menyambut antusias. Semoga semua yang telah diberikan Santri Dukung Ganjar bermanfaat untuk kami," tutur Rahmatullah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing
-
Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN
-
Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja
-
DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai
-
Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial
-
Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang
-
IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya
-
Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya
-
Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh
-
Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik