Suara.com - Hingga saat ini, kasus dugaan suap, gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) proyek infrastruktur yang menyeret Gubernur Papua nonaktif Lukas Enembe terus bergulir.
Terbaru, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan pengacara Lukas Enembe, yaitu Stefanus Roy Rening sebagai tersangka di mana hal itu diungkapkan oleh Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri kepada awak media di Jakarta pada hari Rabu (3/5/2023).
Menurutnya, penetapan tersangka pada Stefanus Roy Rening dikarenakan pengacara itu menghalang-halangi proses penyidikan kasus. Selain itu, Ali FIkri juga sempat menjelaskan bahwa Roy turut berperan dalam memberikan nasihat kepada Lukas Enembe agar tidak kooperatif saat menjalani proses hukum di KPK.
Seperti apa perbandingan kekayaan Lukas Enembe di LHKPN dan temuan di lapangan?
Perbandingan Kekayaan Lukas Enembe di LHKPN dan Temuan di Lapangan
Harta kekayaan Lukas Enembe memang menjadi sebuah misteri besar. Pasalnya, sosok Gubernur Papua yang telah menjadi tersangka KPK tersebut juga diungkap terlibat dalam aktivitas perjudian dan menyimpan miliaran rupiah di sebuah rekening kasino.
Angka rekening kasino itu ternyata lebih besar ketimbang harta kekayaan Lukas yang dilaporkan di dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ke KPK. Informasi itu diperoleh dari analisis yang dilakukan oleh pihak Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), di mana sebelumnya, PPATK juga telah memblokir rekening Gubernur Papua Lukas Enembe.
Tahun 2022 lalu, terungkap bahwa Lukas melakukan transaksi tunai dengan sebuah kasino yang mencapai angka fantastis, adapun jumlah tersebut mencapai angka Rp560 miliar.
Tidak hanya judi, Lukas juga ketahuan membeli sebuah jam tangan mewah yang harganya hampir mencapai satu miliar rupiah.
Lukas Enembe sebelumnya sempat melaporkan harta kekayaan terbarunya untuk kurun waktu 2022. Pada laporan LHKPN itu, harta Lukas hanya senilai Rp 33 miliar, sehingga selisih sekitar Rp500 miliar dengan transaksi judi yang ditemukan oleh PPATK saat itu.
Melalui laporan LHKPN itu, tampak juga bahwa harta kekayaan Lukas mengalami kenaikan dalam kurun waktu yang pesat antara 2020 - 2022, yaitu sejumlah Rp 12,5 miliar.
Itulah ulasan mengenai perbandingan kekayaan Lukas Enembe di LHKPN dan temuan di lapangan yang perlu diketahui. Sebagai tambahan informasi, hingga kini KPK masih terus menyita aset milik Lukas Enembe, di mana total aset yang disita kini sudah lebih dari Rp200 miliar.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Berita Terkait
-
Punya Gaji Rp4 Jutaan, Kekayaan Aiptu Mustahir Disorot Usai Pamer Rubicon
-
Sepak Terjang Stefanus Roy Hening, Pengacara Lukas Enembe yang Ikut jadi Tersangka
-
Istri Gemar Flexing, Brigjen Endar Priantoro Kembali Diperiksa KPK
-
Kronologi Pengacara Lukas Enembe Bisa Jadi Tersangka Susul Kliennya
-
Kadinkes Lampung Reihana Piknik Sampai Bawa Dua Tas Mewah Harga Miliaran: Kok Bisa Hartanya di LHKPN Cuma Rp2 M?
Terpopuler
- 5 Produk Viva Cosmetics yang Ampuh Atasi Flek Hitam, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 5 Rekomendasi HP Layar AMOLED 120Hz Termurah 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Pilihan
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
Terkini
-
Jabat Ketua OJK, Friderica Widyasari Dewi Beberkan Jurus Bersihkan BEI
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Jeffrey Hendrik Jadi Pjs Dirut PT BEI, Tugasnya di Hari Pertama Kerja Cukup Seram
-
Airlangga: Presiden Prabowo Pastikan Akan Berantas Praktik Goreng Saham
-
Pusat-Daerah Diminta Berantas Perlintasan Kereta Api Ilegal
-
Sepanjang 2025, BRI Salurkan KUR Rp178 Triliun, Mayoritas ke Sektor Produksi
-
Danantara Berencana Pegang Saham PT BEI, CORE Ingatkan soal Konflik Kepentingan
-
Karier Friderica Widyasari Dewi: Ketua OJK Baru Punya Jejak di KSEI Hingga BEI
-
Profil Friderica Widyasari Dewi, Ketua OJK Baru dengan Latar Belakang Mentereng