Bisnis / Makro
Jum'at, 05 Mei 2023 | 08:36 WIB
Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin memberikan keterangan pers kepada wartawan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (11/4/2023). [ANTARA/Rangga Pandu Asmara Jingga]

Suara.com - Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin mengungkapkan konsep ekonomi dan keuangan syariah tidak hanya dimanfaatkan oleh umat islam saja. Konsep tersebut, bisa dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat.

Menurut dia, konsep tersebut bisa menjadi jurus ampuh dalam menghilangkan kesenjangan ekonomi masyarakat.

"Saya kira zakat, infak, dan sedekah (sebagai bagian dari konsep ekonomi dan keuangan syariah) penting sebagai salah satu instrumen untuk menghilangkan ketimpangan (ekonomi masyarakat), karena ekonomi konvensional saat ini belum berhasil menghilangkan ketimpangan, (meskipun) berhasil mendorong pertumbuhan (ekonomi masyarakat)," ujar Wapres yang dikutip, Jumat (5/4/2023).

Dia menjelaskan, ekonomi dan keuangan syariah tidak cukup secara parsial, tetapi menyeluruh pada sektor industri halal dan keuangan syariah, maupun sektor dana sosial syariah, bisnis dan kewirausahaan syariah, serta ekosistem dan infrastruktur syariah.

Adapun langkah pertama yang harus ditempuh, menurut Wapres adalah dengan mengembangkan industri produk halal, termasuk melakukan percepatan sertifikasi halal bagi UMKM.

"Pemberdayaan ekonomi keumatan juga harus terus dikedepankan, termasuk yang berbasis pesantren, agar peranan umat dan santri sebagai pemakmur bumi semakin bertumbuh," jelas dia.

Langkah kedua, tutur Wapres, di bidang jasa keuangan syariah, peningkatan literasi dan kemudahan akses masyarakat, serta cakupan variasi produk-produk perbankan syariah perlu terus didorong.

"Alternatif pembiayaan berprinsip syariah, seperti penerbitan Sukuk Daerah maupun Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Syariah agar dapat lebih dimanfaatkan," kata dia.

Selanjutnya langkah ketiga, kata Wapres, adalah mendorong pengembangan dana sosial syariah, termasuk wakaf uang dan wakaf produktif.

"KDEKS dapat mengoptimalkan zakat untuk pengentasan kemiskinan ekstrem dan pemberdayaan usaha mikro kecil. Kalau para pemilik harta mengeluarkan zakat, wakaf, infak dan sadakahnya, insya Allah kesenjangan [ekonomi masyarakat] bisa kita kurangi sedikit demi sedikit," ujarnya.

Baca Juga: Ekonomi Indonesia Bisa Melambat Dampak Putusan The Fed, Ini Alasannya

Kemudian langkah yang keempat, kata Wapres, penyelenggaraan acara yang melibatkan para pebisnis kewirausahaan syariah, seperti Semarak Expo Syariah Jambi (Serambi) Tahun 2022 agar terus digalakkan.

"Karena tidak mungkin industri halal dibangun kalau tidak ada pengusahanya. Keuangan syariah tidak ada yang menggunakan kalau tidak ada penguasahanya. Zakat, infak, dan sedekah tidak ada kalau tidak ada pengusaha yang memberikan," tuturnya.

Selanjutnya langkah kelima, tutur Wapres, adalah pengenalan ekonomi syariah lewat kurikulum pendidikan, sebagai satu upaya pengembangan ekosistem dan infrastruktur syariah. Menurutnya, kuantitas dan kualitas SDM akan sangat menentukan berkembangnya sektor ekonomi dan keuangan syariah ke depan.

"KNEKS belum lama ini juga berpartisipasi sebagai narasumber dalam diskusi World Bank Group terkait Penyusunan Peta Jalan Keuangan Syariah di Filipina. Saya kira ini menegaskan pentingnya literasi, agar ke depan kita dapat lebih berkontribusi di tingkat global," pungkas dia.

Load More