Suara.com - Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin mengungkapkan konsep ekonomi dan keuangan syariah tidak hanya dimanfaatkan oleh umat islam saja. Konsep tersebut, bisa dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat.
Menurut dia, konsep tersebut bisa menjadi jurus ampuh dalam menghilangkan kesenjangan ekonomi masyarakat.
"Saya kira zakat, infak, dan sedekah (sebagai bagian dari konsep ekonomi dan keuangan syariah) penting sebagai salah satu instrumen untuk menghilangkan ketimpangan (ekonomi masyarakat), karena ekonomi konvensional saat ini belum berhasil menghilangkan ketimpangan, (meskipun) berhasil mendorong pertumbuhan (ekonomi masyarakat)," ujar Wapres yang dikutip, Jumat (5/4/2023).
Dia menjelaskan, ekonomi dan keuangan syariah tidak cukup secara parsial, tetapi menyeluruh pada sektor industri halal dan keuangan syariah, maupun sektor dana sosial syariah, bisnis dan kewirausahaan syariah, serta ekosistem dan infrastruktur syariah.
Adapun langkah pertama yang harus ditempuh, menurut Wapres adalah dengan mengembangkan industri produk halal, termasuk melakukan percepatan sertifikasi halal bagi UMKM.
"Pemberdayaan ekonomi keumatan juga harus terus dikedepankan, termasuk yang berbasis pesantren, agar peranan umat dan santri sebagai pemakmur bumi semakin bertumbuh," jelas dia.
Langkah kedua, tutur Wapres, di bidang jasa keuangan syariah, peningkatan literasi dan kemudahan akses masyarakat, serta cakupan variasi produk-produk perbankan syariah perlu terus didorong.
"Alternatif pembiayaan berprinsip syariah, seperti penerbitan Sukuk Daerah maupun Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) Syariah agar dapat lebih dimanfaatkan," kata dia.
Selanjutnya langkah ketiga, kata Wapres, adalah mendorong pengembangan dana sosial syariah, termasuk wakaf uang dan wakaf produktif.
"KDEKS dapat mengoptimalkan zakat untuk pengentasan kemiskinan ekstrem dan pemberdayaan usaha mikro kecil. Kalau para pemilik harta mengeluarkan zakat, wakaf, infak dan sadakahnya, insya Allah kesenjangan [ekonomi masyarakat] bisa kita kurangi sedikit demi sedikit," ujarnya.
Baca Juga: Ekonomi Indonesia Bisa Melambat Dampak Putusan The Fed, Ini Alasannya
Kemudian langkah yang keempat, kata Wapres, penyelenggaraan acara yang melibatkan para pebisnis kewirausahaan syariah, seperti Semarak Expo Syariah Jambi (Serambi) Tahun 2022 agar terus digalakkan.
"Karena tidak mungkin industri halal dibangun kalau tidak ada pengusahanya. Keuangan syariah tidak ada yang menggunakan kalau tidak ada penguasahanya. Zakat, infak, dan sedekah tidak ada kalau tidak ada pengusaha yang memberikan," tuturnya.
Selanjutnya langkah kelima, tutur Wapres, adalah pengenalan ekonomi syariah lewat kurikulum pendidikan, sebagai satu upaya pengembangan ekosistem dan infrastruktur syariah. Menurutnya, kuantitas dan kualitas SDM akan sangat menentukan berkembangnya sektor ekonomi dan keuangan syariah ke depan.
"KNEKS belum lama ini juga berpartisipasi sebagai narasumber dalam diskusi World Bank Group terkait Penyusunan Peta Jalan Keuangan Syariah di Filipina. Saya kira ini menegaskan pentingnya literasi, agar ke depan kita dapat lebih berkontribusi di tingkat global," pungkas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Emiten PGEO Andalkan ESG untuk Jaring Investor
-
Buah Komitmen, Pegadaian Borong Awards di Ajang Global Contact Center World Asia Pacific 2026
-
Biang Kerok IHSG Melorot 1,72% ke Level 5.896
-
Purbaya Kembali Guyur Dana SAL Rp 100 T ke Himbara, Total Kas Negara Jadi Rp 400 T
-
Pengguna Pertamax Mulai Bergeser ke Pertalite, Stok Aman?
-
Mahasiswa Jangan Khawatir, Industri Petrokimia Butuh Banyak SDM
-
BGN Kembali Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya Sebut Kemenkeu Kini Ikut Awasi SPPG
-
Kewajiban NIB bagi Pedagang Online: Solusi atau Beban Baru?
-
Danantara Bentuk BUMN Ekspor DSI, Bidik Kebocoran Devisa Rp 5.500 Triliun Lebih
-
Rupiah Berotot Sore Ini ke Level Rp17.922/USD