Bisnis / Keuangan
Jum'at, 05 Mei 2023 | 15:45 WIB
rumah pelaku penembakan kantor MUI di Desa Sukajaya, Kecamatan Kedondong, Pesawaran, dipasang garis polisi, Selasa (2/5/2023). [ANTARA]

Suara.com - Penembak Kantor MUI Pusat pada Selasa (2/5/2023), Mustopa NR diduga terlibat transaksi janggal senilai Rp800 juta. Fakta tersebut diungkapkan Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hukum dan HAM Ikhsan Abdullah yang juga mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut lebih lanjut untuk menemukan siapa dalang di balik aksi penembakan tersebut. Berikut adalah fakta-fakta transaksi janggal tersebut. 

1. Transaksi Ratusan Juta Tidak Mungkin Dilakukan Petani 

Ketua Majelis Ulama Indonesia Bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh mengungkapkan ada transaksi janggal senilai puluhan juta di rekening milik Mustofa NR, seorang pria yang mengaku wakil nabi pelaku penembakan kantor MUI.

"Ada transaksi di dalam rekening yang dia miliki sampai puluhan juta," ujar Asrorun di kantor MUI, Rabu (3/5/2023). Asrorun menilai transaksi itu janggal. Sebab Mustofa hanya bekerja sebagai petani.

MUI memperoleh informasi bahwa selama Januari – Maret 2023 Mustofa NR melakukan transaksi Rp300 juta sementara pada April 2023 jumlah transaksinya mencapai Rp31 juta. 

2. Temuan PPATK 

Transaksi janggal ini diendus oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang menemukan perputaran uang di rekening Mustafa mencapai Rp800 juta sejak 2021. Temuan ini sangat kontras dengan pekerjaan Mustafa sebagai petani. Lagipula, ada dugaan bahwa Mustafa mengidap gangguan jiwa. 

3. Pegawai MUI Diperiksa

Sebagai informasi, sejumlah pegawai MUI diperiksa terkait kasus penembakan di kantor MUI, Jakarta Pusat pada Selasa (2/5/2023) kemarin. Hal itu diterangkan oleh Wasekjen MUI Bidang Hukum dan HAM Ikhsan Abdullah. Dia mengatakan polisi memeriksa lima orang saksi penembakan tersebut.

Baca Juga: Mengejutkan! PPATK Temukan Hal Ini dari Pelaku Penembakan Gedung MUI: Di Luar Profil

"Tadi malam ada dua dan hari ini ada lima, Jadi ada tujuh. Kemarin satu sekuriti dan satu staf. Hari ini pemeriksaan korban dan apa yang diinginkan polisilah. Kita akan sajikan ke polisi," kata Ikhsan di kantor MUI, Jakpus, Rabu (3/5/2023). Ikhsan mengatakan pihaknya mendampingi dua saksi yang diperiksa di Polda Metro Jaya. Pemeriksaan saksi hari ini pukul 10.00 WIB.

4. Mustofa NR Tewas

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Komarudin memastikan jika pelaku penembakan kantor MUI Pusat pada Selasa lalu telah tewas. "Pelaku sudah meninggal," kata Komarudin.

Terkait kasus ini, polisi juga menemukan barang bukti berupa pistol yang diduga milik pelaku. Namun jenis dari senjata tersebut masih didalami. Polisi menyebut motif Mustofa melakukan penembakan di kantor MUI karena ingin diakui sebagai wakil nabi.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Polda Lampung untuk menilik latar belakang pelaku.

"Memang dari alat bukti yang ada tulisan-tulisan, yang pertama motif sementara bahwa yang bersangkutan ini ingin mendapat pengakuan sebagai wakil nabi," kata dia kepada wartawan, Selasa (2/5/2023).

Load More