Suara.com - Saat ini PSSI sedang dalam proses audit keuangan, di mana hal ini dilakukan karena masalah keuangan yang terjadi imbas pemberian hadiah terhadap juara BRI Liga 1 2022/2023, PSM Makassar.
Lantas apa alasan PSSI tidak bisa diintervensi oleh KPK?
Pada tahun 2015 yang lalu, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KPK, Taufiequrachman Ruki, menyatakan bahwa PSSI bukan merupakan sebuah lembaga negara sehingga tidak termasuk dalam ranah KPK. Jika terjadi dugaan korupsi atau pelanggaran hukum, Ruki menyarankan agar laporan tersebut dilaporkan ke polisi saja.
Hal ini disampaikan Parto Bangun Pangaribuan dari KORUPSSI pada 2015 lalu terkait adanya dugaan penyelewengan pengelolaan anggaran PSSI yang diperoleh dari bantuan APBN 2010-2013 melalui Kemenpora.
Erick Thohir Bersih-bersih PSSI
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menggandeng firma audit asal Inggris yaitu Ernst & Young, dan hasilnya cukup mencengangkan. Sebagaimana dilansir dari laman Twitter @FaktaSepakbola, pada hari Selasa (9/5/2023), beberapa hasil telah diumumkan, di antaranya adalah sebagai berikut:
- Pertama, pada periode 2017 – 2019, pembukuan keuangan samaka sekali tidak tercatat.
- Kedua, pada periode 2019-2023, sudah mulai tertata dan ada perbaikan, dalam urusan transaksional dan prosedur pengeluaran dana. Namun sayangnya, akuntansi yang digunakan masih manual, dan tidak menggunakan sistem akuntansi apapun.
- Ketiga, pada tahun 2023, di periode kepengurusan Erick Thohir, PSSI akan menggunakan sistem akuntansi yang benar dan valid, sesuai hasil masukan dari firma audit E&Y.
Baca Juga: Aliran Uang Korupsi BUMN Waskita Karya (WSKT)
Hasil ini menujukkan pada kondisi keuangan PSSI yang sangat parah pada periode 2017-2019, dan hal ini sontak langsung mendapatkan respon negatif dari publik.
Perlu diketahui, sesuai dengan MoU antara PSSI dengan Ernst & Young, yang diteken pada tanggal 21 April lalu, pada tahap pertama ini kedua pihak sepakat untuk melakukan penelaahan atas rencana pelaksanaan audit forensik atau investigasi terbaik pencatatan keuangan PSSI.
Oleh karena itu, pihak auditor pada pertemuan awal itu langsung meminta data-data yang meliputi, badan hukum, struktur organisasi PSSI, laporan keuangan sejak 2017 sampai dengan 2023, transaksi keuangan, sistem akuntansi yang digunakan, alokasi penggunaan sumber dana dari FIFA dan AFC, serta hubungan kerjasama dengan PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai operator kompetisi Liga 1 dan Liga 2.
Di era kepengurusan baru, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir berkomitmen untuk terus memperbaiki pola pencatatan keuangan organisasi. Erick Thohir akan memprioritaskan audit keuangan di PSSI sebagai langkah bersih-bersih, dan dirinya juga ingin otoritas sepak bola tertinggi Tanah Air jadi organisasi yang profesional.
Sebelumnya, Erick Thohir juga sempat menyampaikan laporannya kepada Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka pada Senin (20/2/2023) lalu.
Dalam laporan itu, Erick Thohir didampingi oleh Wakil Ketua Umum PSSI terpilih Zainudin Amali beserta para jajaran pengurus PSSI. Mengawali laporannya, Erick Thohir menyatakan bahwa jajaran pengurus PSSI memastikan tidak ada intervensi pemerintah terhadap organisasi tersebut.
Erick Thohir lantas mengatakan bahwa pihaknya menyadari bahwa ada banyak hal yang diperlukan PSSI mendapatkan dukungan pemerintah. Termasuk di antaranya adalah untuk pembangunan tim nasional dan pembangunan fasilitas sepak bola.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Berita Terkait
-
Dapat Laporan Data KPK Bocor, Kapolda Metro Jaya: Oknum KPK
-
Budiarsa, Terdakwa Dugaan Korupsi Alat Kesehatan di RSUD Badung Dituntut Ringan
-
Erick Thohir Serahkan Jadwal Liga 1 ke Kapolri Demi Kelancaran Izin
-
Usai Terima Jadwal Liga 1, Polri Bakal Susun Konsep Baru Penyelenggaraan Sepakbola
-
Aliran Uang Korupsi BUMN Waskita Karya (WSKT)
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Rupiah Terperosok Jatuh ke Level Rp17.843/Dolar AS
-
Profil PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI): Emiten Alkes, Pemegang Saham dan Prospek
-
Industri Kopi Berpotensi Bikin Cuan Negara, Tapi Baristanya Banyak Nggak Profesional
-
Profil PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX): Prospek IPO, Pemilik Saham dan Bisnis
-
Emiten Pengolah Limbah MHKI Bagikan Dividen Rp9,9 Miliar, Catat Jadwalnya
-
Aturan Outsourcing Bakal Dirombak Total, Ini Kata Said Iqbal dan Wamenaker
-
Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp771 Miliar, BUMI hingga BUKA Jadi Sasaran
-
Benarkah Patriot Bond dan Merah Putih Bond Jadi Mesin Pencuci Uang Legal?
-
Harga Bitcoin Menguat Tembus Level US$ 64.000, Siap Menuju 100.000 Dolar AS?
-
Brantas Abipraya Pastikan Pembangunan Gene Bank Indonesia Berjalan Optimal untuk Kesehatan Nasional