- Perum Bulog mendapat penugasan menyerap beras empat juta ton pada tahun 2026, meningkat dari tiga juta ton tahun sebelumnya.
- Selain beras, Bulog juga ditargetkan menyerap jagung satu juta ton serta kedelai sebanyak tujuh puluh ribu ton.
- Bulog menyiapkan logistik dan tambahan gudang sekitar dua juta ton, didukung dana OIP pemerintah Rp 39,1 triliun.
Suara.com - Perum Bulog mendapat penugasan lebih besar pada 2026 untuk menyerap beras mencapai 4 juta ton pada tahun 2026 ini.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan jumlah itu lebih banyak dibandingkan pada tahun 2025 yang ditugaskan menyerap 3 juta ton beras dari petani.
"2026 Bulog juga diberikan target yang lebih besar dibanding tahun 2025. Yang mana tahun 2025 kami diberi target penyerapan beras totalnya adalah 3 juta ton, di tahun 2026 ini kami ditargetkan 4 juta ton," ujar Rizal dalam temu media di Jakarta, Jumat (23/1/2026).
Tak hanya beras, Bulog juga mendapat penugasan penyerapan komoditas lain. Di antaranya penyerapan jagung yang ditargetkan mencapai 1 juta ton serta kedelai sebanyak 70 ribu ton.
"Harapan kami ini juga bisa kami laksanakan tugas-tugas dari pemerintah ini. Baik penyerapan beras 4 juta ton, dan kemudian penyerapan jagung juga 1 juta ton, kemudian penyerapan kedelai juga total 70.000 ton," ucapnya.
Rizal menyebut, Bulog berupaya melaksanakan penugasan tersebut secara maksimal. Ia juga meminta dukungan dari berbagai pihak, termasuk media, agar target penyerapan pangan itu dapat terealisasi sesuai rencana.
“Harapan ini juga akan kami laksanakan semaksimal mungkin dan kami mohon support dan dukungan dari teman-teman media,” ujarnya.
Menurut Rizal, penugasan penyerapan yang lebih besar pada 2026 sejalan dengan upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan nasional. Bulog pun disebut tengah mempersiapkan berbagai langkah untuk mendukung kelancaran pelaksanaan target tersebut.
Salah satu persiapan yang dilakukan Bulog adalah menyiapkan dukungan logistik, termasuk kesiapan gudang untuk menampung hasil penyerapan.
Baca Juga: Pedagang Dilarang Naikkan Harga, Bos Bapanas Ungkap Stok Beras 3,3 Juta Ton
Rizal mengatakan, Bulog saat ini memiliki gudang yang terdiri dari 1.586 gudang milik sendiri dan masih ada 100 lebih gudang sewa.
Ia menyebut, kapasitas ruang gudang yang kosong saat ini masih sekitar 900 ribu ton. Selain itu, Bulog juga sudah menyiapkan gudang cadangan yang kapasitasnya mencapai 1,2 juta ton.
"Jadi kalau dihitung dengan space gudang yang kosong 900 ribu ton ditambah dengan 1,2 juta ton, jadi sudah mencapai 2,1 juta ton," tutur Rizal.
Meski begitu, Bulog tetap akan mencari tambahan gudang untuk mendukung target penyerapan 4 juta ton beras. Sebab, stok beras yang tersimpan di gudang Bulog saat ini masih mencapai 3,2 juta ton.
"Namun kami juga sudah perintahkan tetap untuk mencari gudang-gudang tambahan. Karena apa? Karena gudang ini mau tidak mau akan menampung 4 juta ton tambahan yang akan masuk, sedangkan yang masih di gudang kita ini masih ada 3,2 juta ton," katanya.
Ia menambahkan, Bulog masih mendorong jajarannya untuk mencari tambahan kapasitas gudang sekitar 2 juta ton. Namun, upaya tersebut akan dilakukan pada semester II-2026.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti
-
Laba PNM Tembus Rp1,14 triliun, Dirut BRI: Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan
-
Panen Padi Biosalin Tembus Rp1,23 Miliar di Tengah Cuaca Ekstrem
-
Harapan Konsumen Properti: Bunga KPR Jangan Tinggi-Tinggi!
-
Genjot Produktivitas Sapi Nasional, DPD RI Dorong Revitalisasi Vokasi Peternakan
-
Pelaku Industri Dorong Pendekatan Pengurangan Risiko Tembakau di RI
-
Menkeu Purbaya Masih Optimistis IHSG Tembus 10.000 Tahun Ini
-
Mau Jual Emas dan Untung Besar? Ya di Raja Emas Indonesia Saja!
-
Menkeu Bantah Hoaks Uang Negara Tinggal Rp120 Triliun
-
Celios Dukung Pemerintah Beri Insentif Fiskal Berbasis Penyerapan Tenaga Kerja