- Pemerintah berencana memungut pajak transaksi digital lintas negara dengan potensi penerimaan mencapai $5 Miliar per tahun.
- PT Jalin Pembayaran Nusantara ditunjuk melalui Perpres 68 Tahun 2025 untuk memungut pajak digital luar negeri.
- Penunjukan Jalin karena sistemnya mampu memetakan transaksi lintas negara, diawasi ketat oleh BSSN untuk keamanan data.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan rencana Pemerintah untuk memungut pajak transaksi digital lintas negara. Ia mengatakan kalau potensi penerimaan pajak transaksi luar negeri bisa tembus 5 miliar Dolar AS atau Rp 84,2 triliun per tahun.
Pemerintah sendiri telah menunjuk PT Jalin Pembayaran Nusantara yang merupakan anak usaha BUMN Danareksa untuk memungut pajak digital luar negeri. Hal ini tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 68 Tahun 2025.
Menkeu Purbaya menyatakan kalau Jalin terpilih lantaran memiliki sistem transaksi digital yang memadai ketimbang milik Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu).
Sebab sistem Jalin bisa memetakan data transaksi baik dari dalam negeri ke luar negeri, ataupun sebaliknya dari luar ke dalam negeri.
"Karena punya kita enggak bisa menangkap yang transaksi ke luar negeri sana. Sistem ini, dengan memakai data sini, bisa menghitung di sananya berapa. Dan saya lihat risiko buat kita enggak ada," kata Purbaya di Aula Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara, Jakarta, Kamis (22/1/2026).
"Mereka bisa bilang naikin income kita dari PPN saja, kalau udah full 5 miliar USD per tahun. Saya lihat risiko buat kita sedikit, ya sudah hajar saja," lanjutnya.
Purbaya bercerita kalau pemungutan transaksi pajak luar negeri ini adalah bentuk kerja sama Jalin dengan Ditjen Pajak Kemenkeu.
Bendahara Negara juga memastikan kalau penunjukkan itu tidak berpotensi adanya kebocoran data karena sudah diawasi Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
"Jadi BSSN sudah masuk ke sana, sudah lihat, bolong apa enggak, dan yang me-manage datanya adalah Danareksa rupanya. Jadi ada perusahaan dalam negeri juga. Jadi enggak akan ada data yang bocor dan yang penting adalah mereka bisa menghitung transaksi dari dalam yang ke luar berapa, yang selama ini lolos dari kita," jelasnya.
Baca Juga: Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Berita Terkait
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
-
Kena Skandal Pajak, Deretan Brand Mulai Tinggalkan Cha Eun Woo
-
Purbaya Gunakan AI hingga Beli Data dari Luar Negeri buat Cari Tambahan Pajak
-
Cha Eun-woo Terseret Dugaan Penggelapan Pajak, Agensi Siap Ikuti Hukum
-
Nominalnya Rp230 Miliar, Seberapa Serius Skandal Pajak Cha Eun Woo?
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
- Tak Terima Dideportasi, WNA Cina di Sumsel Bongkar Dugaan Kejanggalan Proses Imigrasi
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- 5 Rekomendasi HP All Rounder 2026, Spek Canggih, Harga Mulai 2 Jutaan
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Laba PNM Tembus Rp1,14 triliun, Dirut BRI: Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan
-
Panen Padi Biosalin Tembus Rp1,23 Miliar di Tengah Cuaca Ekstrem
-
Harapan Konsumen Properti: Bunga KPR Jangan Tinggi-Tinggi!
-
Genjot Produktivitas Sapi Nasional, DPD RI Dorong Revitalisasi Vokasi Peternakan
-
Pelaku Industri Dorong Pendekatan Pengurangan Risiko Tembakau di RI
-
Menkeu Purbaya Masih Optimistis IHSG Tembus 10.000 Tahun Ini
-
Mau Jual Emas dan Untung Besar? Ya di Raja Emas Indonesia Saja!
-
Menkeu Bantah Hoaks Uang Negara Tinggal Rp120 Triliun
-
Celios Dukung Pemerintah Beri Insentif Fiskal Berbasis Penyerapan Tenaga Kerja
-
Pelindo dan 14 BUMN Luncurkan Kolaborasi TJSL di Raja Ampat, Perkuat Kemandirian Masyarakat 3T