Suara.com - Partai NasDem memastikan tidak akan memecat Sekjen mereka, Johnny G. Plate yang kini resmi menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek BTS. Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh menyampaikan langsung hal ini.
"Dalam hubungan dengan status Johnny Gerald Plate sebagai Sekretaris Jenderal DPP Partai NasDem, Partai NasDem menyatakan bahwa tidak ada pemecatan terhadapnya dengan mengacu pada prinsip praduga tak bersalah dan akan mengikuti proses hukum yang berlangsung," kata Surya Paloh melalui keterangan resminya pada (18/5/2023).
Dalam kesempatan tersebut ia juga mengimbau kepada kader NasDem agar tidak terprovokasi dalam kasus tersebut. Surya Paloh juga menegaskan agar mereka tetap fokus untuk memenangkan Pilpres 2024.
Kasus korupsi ini terkait dengan proyek penyediaan infrastruktur BTS 4G pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan 5 Bakti Kominfo tahun 2020-2022. Kerugian negara yang diduga akibat kasus ini lebih dari Rp 8 triliun.
Keputusan NasDem tersebut cukup berani di tengah isu yang menyebut adanya motif politik jelang Pilpres 2024. Sejumlah kalangan juga mengaitkan hal ini sebagai bentuk tekanan pro-pemerintah terhadap lawan politik.
Sayangnya, tuduhan tersebut belum terbukti secara kongkrit. Terlebih lagi, banyak kader dari Partai pendukung pemerintah yang sudah diringkus KPK karena korupsi.
Diantaranya, eks Mensos Idrus Marham yang merupakan Sekjen Partai Golkar dicopot jabatannya lantaran terbukti terlibat dalam korupsi.
Selanjutnya, eks Menteri Sosial lainnya yaitu Juliari Batubara juga dicopot dari jabatannya karena korupsi bansos.
Ketiga, mantan Menpora, Imam Nahrawi yang merupakan kader PKB dicopot dari jabatannya karena keterlibatan dalam korupsi dana hibah KONI.
Baca Juga: Jokowi Buka Suara Kasus Johnny G Plate, Tepis Ada Intervensi Politik dan Hormati Proses Hukum
Keempat, kader Partai Gerindra, Edhy Prabowo, yang merupakan eks Menteri KKP pengganti Susi Pudjiastuti juga dicopot karena korupsi. Meski awalnya Gerindra merupakan oposisi, namun belakangan partai besutan Prabowo itu memang merapat ke Jokowi.
Kerugian Negara
Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Muhammad Yusuf Ateh memaparkan, kerugian negara karena proyek BTS ini mencapai Rp 8.032.084.133.795 (triliun).
"Berdasarkan semua tindakan yang telah kami lakukan dan bukti yang kami peroleh, kami telah menyampaikan kepada Jaksa Agung bahwa kami menyimpulkan terdapat kerugian keuangan negara sebesar Rp 8.032.084.133.795 (triliun)," ujar Yusuf Ateh dalam konferensi pers pada Senin (15/5/2023).
Berita Terkait
-
Minta Surya Paloh Tak Bermental Lembek, Amien Rais: Pukul Balik, Jangan Diam Saja!
-
Transparansi Nasdem Dilakukan, Surya Paloh Persilahkan Kejaksaan untuk Pemeriksaan Dana Partai
-
Penangkapan Johnny G Plate karena Intervensi Kekuasaan? Surya Paloh: Semoga Tak Benar
-
Asyik! Jokowi Bakal Kasih Bonus Buat Atlet Peraih Medali Emas SEA Games 2023
-
Beda Misi Jokowi dan Joe Biden dalam Agenda G7 di Hiroshima
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Solusi Finansial Lengkap di Jakarta
-
Kadin China Protes Kenaikan Pajak RI, Purbaya: Kami Mementingkan Kepentingan Negara Kita
-
Purbaya Siapkan Stimulus Baru di Q2 2026, Ada Insentif Mobil Listrik hingga Pendanaan Industri
-
Purbaya Pamer Satgas Debottlenecking Kantongi Investasi 30 Miliar USD
-
Purbaya Ramal Perang AS vs Iran Berakhir September 2026
-
Sempat Tolak, Ini Alasan Purbaya Akhirnya Kasih Insentif Mobil Listrik
-
Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia Perkuat Sektor Moneter dan Sistem Pembayaran
-
Warga Jabodetabek Kabur Liburan, Kendaraan Padati Jalan Tol
-
Alasan Panas Bumi Jadi Pusat Pengembangan Energi terbarukan
-
Kemenhub Restui Maskapai Naikkan Fuel Surchage 50%, Tiket Pesawat Ikut Melonjak?