Suara.com - Sukarelawan Srikandi Ganjar melanjutkan kegiatan positif untuk merangkul para perempuan milenial.
Terbaru, mereka menggelar nail art class bareng perempuan milenial yang ada di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Korwil Srikandi Ganjar Sulsel Nurul Awainah mengatakan kelas kecantikan itu diadakan di Coffeelya, Manurunge, Kec. Tanete Riattang, Kabupaten Bone.
Dalam kelas itu, ada puluhan perempuan milenial yang ikut. Srikandi Ganjar juga bekerja sama dengan Komunitas Girls Beauty Makassar untuk mengajarkan cara merawat kuku yang benar.
"Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan softskill dan menjelaskan tentang kuku sehat dan rapi khususnya di bidang nail art," kata dia ditulis Minggu (28/5/2023).
Nurul mengatakan bahwa nail art ini sangat digandrungi kaum wanita millenial.
Nurul menambahkan bahwa kegiatan ini diterima dengan positif oleh oleh kalangan millenial di Kabupaten Bone.
"Semuanya sangat semangat dalam mengikuti pelatihan. Selain bisa digunakan merawat diri, pelatihan ini bisa menjadi modal mereka membuka usaha," kata dia.
Selain mengadakan pelatihan, para sukarelawan turut menyosialisasikan sosok Ganjar Pranowo kepada masyarakat setempat.
Baca Juga: Pemberian 1.500 NIB Serentak Dilakukan untuk Para Pemilik Usaha di Indonesia
"Kami ingin masyarakat, khususnya para milenial bisa lebih mengenal Ayah Ganjar Pranowo, bacapres 2024," kata dia.
Herlina, salah satu perempuan milenial asal Bone yang mengikuti pelatihan mengaku sangat senang.
"Ini sangat positif, kami bisa mendapatkan keahlian dan pengetahuan baru. Terima kasih kepada Srikandi Ganjar yang sudah peduli," kata dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Swasembada Beras Sudah Sejak 2018, Apa yang Mau Dirayakan?
-
Kemenperin Adopsi Sistem Pendidikan Vokasi Swiss untuk Kembangkan SDM
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Realisasi Konsumsi Listrik 2025 Tembus 108,2 Persen dari Target
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, 7 Blok Rampung untuk 84 KK
-
Purbaya Yakin MBG Paling Cepat Habiskan Anggaran di Awal 2026
-
Beban Impor LPG Capai 8,4 Juta Ton, DME Diharapkan Jadi Pengganti Efektif
-
Defisit APBN 2025 Hampir 3 Persen, Purbaya Singgung Danantara hingga Penurunan Pajak
-
Target IHSG Tembus 10.000, OJK: Bukan Tak Mungkin untuk Dicapai