Suara.com - Pemerintah dikabarkan akan menghapus subsidi motor listrik berbasis baterai untuk kelompok tidak mampu, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengungkapkan, kebijakan ini berpotensi diberikan untuk semua kalangan.
Hal ini ia sampaikan lantaran pembelian motor listrik dalam negeri masih rendah meski sudah diberikan subsidi sebesar Rp 7 juta. Hingga 5 Juni 2023, hanya ada 637 unit motor listrik yang dibeli dengan subsidi, jauh dari target 200.000 unit.
"Kami telah membuka subsidi motor listrik melalui aplikasi Sisapira. Namun, perkembangannya tidak signifikan. Pembelian sepeda motor listrik sangat lambat," ujarnya saat hadir dalam acara bertajuk Ekosistem Menuju Energi Bersih yang disiarkan di saluran YouTube Kementerian Komunikasi dan Informatika, dikutip pada Kamis (8/6/2023).
"Apakah perlu membahas kemungkinan mengganti bantuan pemerintah sehingga dapat digunakan oleh semua orang? Kami sedang mengevaluasi semuanya," ujarnya.
Menurut Moeldoko, mekanisme penyaluran subsidi untuk pembelian motor listrik akan lebih sederhana dan praktis agar tidak rumit. Kecepatan pencairan dana juga menjadi perhatian, sehingga semua sektor terkait dapat mendapatkan manfaatnya.
"Subsidi ini diberikan kepada diler dan akan menjadi restitusi, sehingga terkesan pembayarannya memakan waktu lama. Ini yang kami evaluasi agar pembayaran dapat dilakukan dalam waktu satu hingga dua bulan," kata dia.
Dalam kesempatan yang sama, Moeldoko juga menyebut peran perbankan dalam menunda pengadaan fasilitas pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) oleh pihak swasta.
Menurutnya, jika perbankan tidak memberikan dukungan kepada nasabah untuk membeli motor listrik, akan berdampak pada keterbatasan SPKLU yang tersedia.
"Isu ketersediaan stasiun pengisian, juga tergantung pada swasta. Jika perbankan tidak memberikan dukungan yang kuat untuk pembiayaan pembelian sepeda motor, maka orang akan kesulitan beralih. Ini terkait dengan bagaimana swasta mempersiapkan SPKLU," ungkap Moeldoko.
Baca Juga: CEK FAKTA: AHY Pamit Mundur, Jabatan Ketum Demokrat Diambil Alih Moeldoko
"Jika motor listrik tidak populer, SPKLU juga tidak akan berkembang. Oleh karena itu, perbankan harus memberikan dukungan yang kuat," tambahnya.
Berita Terkait
-
Terkait Surat Terbuka Denny Indrayana Minta Presiden Jokowi Dilengserkan, PKN: Hanya Plintat-plintut untuk Bikin Keruh
-
Said Didu Tertawa Saat Moeldoko Dinilai Punya Hak Soal Ingin 'Rebut' Demokrat: Sumber Haknya Apa?
-
Faldo Tegaskan Sikap Pemerintah Soal Moeldoko Ingin Rebut Demokrat, Pengamat Bocorkan 'Sesuatu'
-
CEK FAKTA: Moeldoko Polisikan AHY, Keluarga Cikeas Terbukti Rampok Partai Demokrat, Benarkah?
-
CEK FAKTA: AHY Pamit Mundur, Jabatan Ketum Demokrat Diambil Alih Moeldoko
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi