Suara.com - Nilai tukar rupiah pada penutupan menjelang libur panjang Idul Adha 1444 Hijriah berakhir ceria, pasalnya mata uang Garuda berhasil ditutup menguat.
Mengutip pasar spot, Selasa (27/6/2023) rupiah berada di level Rp14.993 per dolar AS menguat 28 poin atau 0,19 persen dari perdagangan sebelumnya.
Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp15 ribu per dolar AS.
Sementara itu mata uang di kawasan Asia lainnya bergerak bervariasi. Yen Jepang melemah 0,10 persen, baht Thailand melemah 0,01 persen, peso Filipina menguat 0,68 persen, won Korea Selatan menguat 0,43 persen, dan yuan China menguat 0,36 persen.
Sementara dolar Singapura juga menguat 0,28 persen dan dolar Hong Kong melemah 0,03 persen pada penutupan perdagangan sore ini.
Pengamat pasar uang dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan pergerakan rupiah ditopang oleh beragam faktor eksternal seperti ketegangan di Rusia yang tetap tinggi sementara para pedagang menunggu rilis data ekonomi yang dapat menentukan waktu kenaikan suku bunga Federal Reserve di masa depan.
"Presiden Rusia Vladimir Putin membuat pidato di televisi pada Senin malam, menyatakan bahwa dia sengaja membiarkan pemberontakan jangka pendek akhir pekan oleh kelompok tentara bayaran Wagner berlangsung selama itu untuk menghindari pertumpahan darah," kata Ibrahim dikutip Selasa (27/6/2023).
Ibrahim menambahkan, pidato Putin meninggalkan pertanyaan atas otoritasnya, tetapi ketegangan geopolitik ini diragukan akan hilang dengan cepat, dan dengan demikian selera risiko akan berada di bawah tekanan untuk beberapa waktu.
Selain peristiwa di Rusia, sentimen rupiah tetap tertekan oleh kekhawatiran atas inflasi dan potensi bank sentral, dan Federal Reserve khususnya, untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama.
Indeks inflasi pilihan Federal Reserve, indeks PCE inti, akan dirilis pada hari Jumat, dan dapat menjadi masukan data penting karena Fed menuju pertemuan kebijakan berikutnya pada bulan Juli. Sebelum itu, Selasa terlihat rilis penjualan rumah baru terbaru, izin bangunan, dan pesanan barang tahan lama.
Kenaikan suku bunga di Eropa dimana kenaikan suku bunga masih di bawah tingkat inflasi di zona Eropa, yaitu suku bunga acuan di level 3,75% dengan inflasi 6,1%. Namun, hal ini sudah menimbulkan dampak terhadap kemungkinan pelemahan ekonomi.
"Sementara itu, inflasi di Indonesia masih dalam posisi yang trennya sesuai dengan proyeksi, yaitu penurunan terutama disumbangkan oleh inflasi volatile food yang mengalami penurunan cukup tajam sebesar 3,3 persen dan inflasi inti ke 2,7 persen. Sehingga dampak pelambatan ekonomi global tidak terlalu berdampak terhadap perekonomian Indonesia sehingga mata uang rupiah masih sesuai dengan fundamentalnya," pungkas Ibrahim.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Ternyata CNG Pengganti LPG 3 Kg Impor Juga dari China
-
Jangan Lewatkan Jazz Gunung 2026, BRImo Hadirkan Promo Tiket Diskon 40%!
-
Target Harga Rp6.000, Saham Emiten Tambang AMMN Layak Dibeli?
-
Lippo Malls Gelontorkan Rp11,6 Miliar Bangun PLTS Atap
-
Iran-AS Damai, Rupiah Berjaya Hari Ini di Level Rp17.851/USD
-
Pasar Modal Indonesia Turun Kasta Jadi Frontier Market? Dirut BEI Beri Bocoran
-
Profil Jeffrey Hendrik, Dirut BEI Baru dengan Janji Transparansi IHSG
-
Prabowo Mau 'Copot' Ratusan Direksi dan Komisaris BUMN di Tengah Isu Rangkap Jabatan
-
Dirut Baru Berambisi Bawa BEI Masuk Daftar 10 Bursa Terbesar Dunia
-
Bikin Pusing Pengusaha, Mengapa Gas Industri Belakangan Ini Harganya Tinggi?