Suara.com - Kasus jual beli ginjal yang melibatkan sindikat kriminal diungkap oleh kepolisian. Tidak tanggung-tanggung, dari 12 tersangka yang ditangkap, terdapat 1 anggota oknum anggota Polri dan 1 oknum petugas imigrasi. Masyarakat kemudian bertanya-tanya, berapa perkiraan pendapatan jual beli ginjal yang ternyata sudah berlangsung lama ini?
Jual beli ginjal dikenal luas sebagai salah satu prosedur yang sebenarnya membutuhkan observasi panjang dan proses yang tidak sebentar. Berbagai syarat dan ketentuan harus dipenuhi, baru kemudian dapat dilakukan. Secara ilegal, nilainya ternyata cukup besar.
Sekilas Skema Pembagian Pendapatan
Disampaikan dalam beberapa media online, skema pembagian pendapatan dari penerima ginjal hingga ke korban yang menjadi pendonor ginjal ternyata sudah diatur dengan sangat rapi.
Ginjal yang dijual ini akan dibayar seharga 225 juta rupiah oleh pembelinya. Calo ketiga mendapatkan yang berhubungan langsung dengan pembeli mendapat bagian antara 100 - 110 juta rupiah, calo kedua mendapat 10 hingga 15 juta rupiah, dan calo pertama yang berhubungan langsung dengan korban mendapatkan 5 hingga 7,5 juta rupiah.
Sampai ke tangan korban, nilainya akan beragam antara 80 hingga 90 juta rupiah. Tidak heran jika sindikat ini menyasar kaum ekonomi rentan, sebab angka tersebut terasa sangat menggiurkan dan cukup banyak untuk didapatkan.
Perkiraan Pendapatan Jual Beli Ginjal
Perkiraan pendapatan dari jual beli ginjal ini sendiri terbilang sangat besar. Polisi menyebutkan sindikat yang telah beroperasi sejak tahun 2019 ini telah meraup omzet hingga mencapai lebih dari 24,4 miliar rupiah.
Omzet ini diperoleh dari total 122 korban terhitung sejak empat tahun lalu, yang sebagian besar adalah kalangan ekonomi rentan yang terdampak langsung oleh situasi pandemi yang benar-benar melumpuhkan perekonomian umum.
Baca Juga: Kronologi Pelaku Mangsa Korban hingga Ambil Ginjal di RS Militer Kamboja
Beberapa profesi korban yang terdeteksi antara lain adalah pedagang, guru privat, lulusan S2 yang tidak mendapatkan pekerjaan karena pandemi, buruh, sekuriti, dan lain sebagainya. Semua korban secara langsung mengalami dampak pandemi dari segi ekonomi, sehingga tergiur dengan iming-iming yang diberikan.
Eksekusi di Kamboja
Korban yang berhasil didapatkan oleh sindikat ini kemudian diberangkatkan ke Kamboja dengan penerbangan internasional dari Indonesia. Sesampainya di sana, mereka akan menjalani tahap observaasi selama sepekan, sebelum dipertemukan dengan penerima donor ginjal dan melakukan prosedur operasi.
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
-
5 Fakta Sindikat Jual Beli Ginjal, Uang Ratusan Juta Tak Sepenuhnya Milik Korban
-
Profil Pelaku Sindikat Jual Beli Ginjal: Awalnya Donor Lalu Jadi Koordinator
-
Siapa Itu Miss Huang? Sosok Penting dalam Kasus Sindikat Penjualan Ginjal di Kamboja
-
Oknum Petugas Imigrasi Ngurah Rai Berperan Penting dalam Sindikat Jual Beli Ginjal
-
Kronologi Pelaku Mangsa Korban hingga Ambil Ginjal di RS Militer Kamboja
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Manufaktur dan Pertanian Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
-
Pertamina Jamin Stok BBM Aman Jelang Mudik Lebaran 2026
-
Biaya Hidup Naik Saat Ramadan, Siasat Atur Keuangan Biar Nggak Boncos
-
Narasi Swasembada Pangan di Balik Bayang-Bayang Impor Beras Amerika
-
Ekonom Bank Mandiri Sebut Perpanjangan Dana SAL Rp200 Triliun Positif Buat Himbara
-
Bayang-bayang Perang AS-Iran, Harga Minyak Dunia 'Nangkring' di Level Tertinggi 7 Bulan
-
OJK Restui Rencana Menteri Purbaya Parkir SAL Rp200 Triliun di Himbara, Bunga Kredit Bakal Jinak?
-
Emas Diprediksi Masih Bullish Panjang, Target Harga Di Atas USD 6.000
-
Trading Saham Global Kini Bisa 24 Jam Nonstop
-
Tumbuh Double Digit Sepanjang 2025, BRI Bukukan Laba Rp57,13 Triliun