Suara.com - Harta kekayaan raja tambang batu bara RI Low Tuck Kwong kembali melesat ke nomor satu lagi di Indonesia.
Melansir dari Forbes Real Time Billionaires, Senin (24/7/2023), harta kekayaan raja batu bara itu naik USD 408 juta menjadi US$ 26,7 miliar atau setara Rp 400,5 triliun. Bahkan, kekayaannya menyalip Hartono bersaudara.
Saat ini, Low Tuck Kwong menjadi nomor satu di RI, dan peringkat ke-58 di dunia. Sementara, posisi Budi Hartono dalam pencarian orang terkaya di Indonesia dalam daftar tersebut berada di bawah Low Tuck Kwong.
Diketahui, Budi Hartono tercatat memiliki kekayaan sebesar US$ 26,4 miliar atau menempati rangking 60 dalam daftar orang terkaya di dunia.
Sementara, Michael Hartono berada di urutan ketiga dalam pencarian orang terkaya di Indonesia dengan harta kekayaan sebesar US$ 25,2 miliar atau di urutan ke-64 dalam daftar orang terkaya di dunia.
Masih berdasarkan laporan Forbes, pria kelahiran Singapura ini merupakan pendiri emiten tambang PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yakni perusahaan tambang Indonesia. Selain itu, ia juga mengendalikan perusahaan yang bergerak di bidang energi baru terbarukan Singapura, Metis Energy yang sebelumnya dikenal Manhattan Resources.
Diketahui BYAN mencetak laba bersih senilai US$ 418,91 juta, naik 17,99 persen secara tahunan (yoy). Pertumbuhan laba bersih itu disebabkan lonjakan pendapatan konsolidasi sebesar 33,83 persen yoy, menjadi US$ 1,04 miliar. Segmen batu bara menyumbang pendapatan di luar segmen senilai US$ 1,04 miliar, dan non-batu bara tercatat senilai US$ 2,02 juta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
BRI KPR Solusi Permudah Miliki Rumah dan Properti Lelang dengan Cicilan Fleksibel
-
Ada Nama Baru di Jajaran Direksi Garuda Indonesia, Dua WNA Masih Menjabat
-
Industri Rokok Dinilai Jadi Penopang Lapangan Kerja dan Penerimaan Negara
-
Purbaya Rombak Pejabat DJP usai Heboh Kasus Restitusi Pajak
-
Saham-saham Milik Prajogo Pangestu Rontok Setelah Terlempar dari MSCI Indeks
-
Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Dinilai Butuh Regulasi Ramah Investasi
-
Meski Susut 45,2%, Garuda Indonesia Masih Rugi Rp 728,3 Miliar di Kuartal I-2026
-
Prudential Syariah Bayar Klaim Rp2,2 Triliun Sepanjang 2025
-
Harga Emas Antam Stagnan pada Libur Panjang, Dibanderol Rp 2.839.000/Gram
-
Evaluasi Risiko Investasi Kripto di RI, Ini Alasan pentingnya Pakai Platform Resmi