Suara.com - Menteri BUMN Erick Thohir mengakui punya jurus jitu untuk mengurangi udara yang buruk Jakarta akibat polusi udara. Salah satunya, jurus andalannya, yaitu transportasi yang tengah jadi buah bibir masyarakat LRT Jabodebek.
Dirinya berkaca pada kita Beijing, China yang perlu waktu 6 tahun untuk mengatasi polusi udara. Kota itu pun meminta warganya untuk beralih ke transportasi publik untuk bisa mengurangi polusi udara.
Menurut Erick, meski banyak kekurangan sana-sini, LRT Jabodebek bisa memfasilitasi masyarakat untuk wara-wiri di kota Jakarta.
"Kalau kita tidak migrasi ke fasilitas publik, kendaraan publik seperti LRT, MRT dengan segala kelebihan dan kekurangannya, akhirnya apa kita memanjakan diri dan tidak mendorong yang namanya perbaikan polusi yang hari ini terjadi," ujarnya di Jakarta yang dikutip, Selasa (5/9/2023).
Ketua Umum PSSI ini berhitung, jika warga beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum, maka polusi udara di Jakarta bisa berkurang 44%.
LRT Jabodebek Aman
Di sisi lain, Erick Thohir memastikan, dalam operasional transportasi selalu ada prosesnya dan proses itu dijalankan secara bertahap.
Dia menampik, pemerintah tidak mengindahkan keamanan dalam membangun infrastruktur. Erick menegaskan, keamanan jadi yang utama dalam membangun infrastruktur, tapi memang ada prosesnya.
"Nggak mungkin negara membangun sesuatu mencelakan rakyatnya, betul? Tapi proses perbaikan terus berlanjut ya. Namanya juga baru bikin ya kan," kata dia.
Baca Juga: Operasional LRT Jabodebek Banyak Masalah , Erick Thohir: Nggak Mungkin Negara Bikin Celaka Rakyat
Mantan Bos Klub Inter Milan ini memastikan masyarakat bahwa operasional LRT Jabodebek itu bukan kaleng-kaleng alias Aman. Apalagi, dia menilai, kekinian keluhan penumpang lebih banyak pada sistem pintu yang kadang tak terbuka.
"Tapi percayalah orang itu aman, ada prosesnya, makanya kita terus jaga uji cobanya, tapi persepsinya ya, kan pintu doang dari kemarin," imbuh Erick.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Era Bakar Uang Berakhir! Kini Fintech RI Masuk Fase Jaga Kandang dan Akuntabilitas
-
Rupiah Ambyar, Pengamat: RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Juru Selamat
-
Trump Hentikan Sementara Pengawalan di Selat Hormuz, Harga Minyak Melemah
-
Hati-hati! Pinjol Ilegal Masih Marak, Incar Puluhan Ribu Korban
-
Aturan Baru DHE SDA Berlaku 1 Juni 2026, Devisa Eksportir Wajib Disimpan di Bank Negara
-
Purbaya Mau Terbitkan Panda Bond di China Demi Perkuat Rupiah
-
Kurs Rupiah Hari Ini Menguat ke Rp17.388, Dolar AS Tertekan Sentimen Global
-
Purbaya Minta Investor Segera Serok Saham RI, Jamin Bakal Untung Banyak
-
IHSG Masih Perkasa di Awal Perdagangan, Betah di Level 7.000
-
OJK Denda Rp85,04 Miliar ke 97 Pelaku Pasar Modal, Investor RI Tembus 26,49 Juta