Suara.com - PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) telah menandatangani perjanjian kredit fasilitas Term Loan II dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).
Fasilitas kredit yang diberikan oleh BMRI kepada MEDC memiliki jumlah pokok sebesar Rp5,25 triliun. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada 23 Juni 2028 mendatang.
Hal itu tertuang dalam perjanjian kredit antara kedua entitas bisnis itu pada tanggal 14 September 2023 yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia(BEI), Senin(18/9/2023).
Dijelasakan fasilitas pinjaman yang jatuh tempo pada tanggal 23 Juni 2028 itu akan digunakan untuk membiayai ulang kewajiban dalam bentuk obligasi dan bond.
“Penarikan fasilitas pinjaman ini tidak memberi dampak khusus,” tulis Sekretaris Perusahaan MEDC, Siendy K Wisandana.
Berdasarkan laporan keuangan kuartal I 2023, MEDC mencatatkan pinjaman bank jangka pendek senilai USD30 juta. Ditambah pinjaman bank jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun setara USD273,47 juta dan obligasi sebesar USD33,154 juta.
Selain itu, MEDC memiliki utang bank jangka panjang senilai USD539,86 juta, Obligasi rupiah setara USD456,33 juta dan obligasi senilai USD1,702 miliar. Dampaknya, emiten minyak dan gas milik keluarga Panigoro ini harus mengeluarkan beban pendanaan sedalam USD67,107 juta.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Pemerintah Siapkan Insentif ETF Emas, Bursa Mineral, Hingga Demutualisasi
-
Jumlah Saham HSC Membengkak Jadi 51 Emiten Pasca Pengesahan Aturan Baru BEI
-
Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026
-
Saham HSC Dilarang Masuk LQ45, Puluhan Emiten Jumbo Kena Dampak!
-
Analis Sebut IHSG Seharusnya Jauh Lebih Tinggi, Ini Alasannya
-
Purbaya Minta Investor Beli Saham dan Jual Dolar, Klaim Ekonomi RI Mulai Diakui Internasional
-
Purbaya Girang S&P Pertahankan Rating Indonesia: Bukan Indonesia Cemas tapi Indonesia Emas
-
Inflasi Juli 2026 Naik ke 3,34%, Tiket Pesawat hingga Harga Beras Jadi Pemicu
-
Amman Mineral Bidik Produksi 16 Ton Emas dan 162.000 Ton Tembaga di 2026
-
Alasan Pemerintah Optimis Inflasi Mereda, Mendagri Singgung Harga BBM