Suara.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah memberlakukan tarif normal pada LRT Jabodebek. Hal ini setelah selama bulan September pemerintah memberikan tarif promo tetap atau flat sebesar Rp 5.000 per perjalanan.
Adapun dalam tarif normal itu penumpang LRT Jabodebek itu akan dikenaikan sesuai jarak tempuh atau per km, di mana 1 km pertama akan dikenakan tarif Rp 3.000 dan kilometer selanjutnya akan dikenakan Rp 700/km dengan maksimal tarif Rp 20.000
Dalam hal ini, Suara.com mencoba menghitung tarif normal LRT Jabodebek. Kami berangkat dari Stasiun Ciracas menuju Stasiun Kuningan, dengan biaya akhir sebesar Rp 13.500. Perhitungan kami, jarak tempuh dari Stasiun Ciracas menuju Kuningan sepanjang 16 km.
Kami juga melihat penumpang tampak sepi, tidak ramai di pagi hari ketika tarif promo masih diberlakukan.
Tak diperpanjang
Dalam hal ini, Kemenhub tak memperpanjang kebijakan tarif promo sebesar Rp 5.000. Pemerintah tetap akan menerapkan tarif normal pada LRT Jabobedek.
"Kalau programnya, 1 Oktober berlaku tarif Rp 3.000 sampai dengan maksimal Rp 20.000," ujar Risal Saat dihubungi yang dikutip, Senin (2/10/2023).
Sebagai informasi, besaran tarif LRT Jabodebek sendiri sebenarnya sudah ditetapkan dalam Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor KM 67 Tahun 2023.
Lewat aturan itu, ditetapkan tarif LRT Jabodebek sebesar Rp5.000 utuk kilometer pertama perjalanan dan bertambah Rp 700 untuk setiap kilometer selanjutnya.
Baca Juga: Ingat! Naik LRT Jabodebek Kini Punya Tarif Promo Baru, Paling Mahal Rp20.000
Dengan demikian, besaran tarif paling mahal untuk perjalanan terjauh Stasiun Jati Mulya - Stasiun Dukuh Atas sebesar Rp23.900, kemudian Stasiun Harjamukti - Stasiun Dukuh Atas Rp21.800, dan Stasiun Jati Mulya - Stasiun Harjamukti sebesar Rp27.400.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
Terkini
-
Adolescence: Drama Kriminal yang Membongkar Sisi Gelap Remaja dan Internet
-
Beralih ke Motor Listrik: Adu Biaya Perawatan vs Motor Matic, Siapa yang Paling Bikin Dompet Happy?
-
Viral Bendera Merah Putih Terpasang Setengah Tiang Jelang HUT RI di Tasikmalaya, Ini Faktanya
-
Anak Tak Menoleh Saat Dipanggil, Kapan Orang Tua Perlu Curiga Gangguan Pendengaran?
-
5 Lipstik Nude untuk Kulit Sawo Matang, Hasil Akhir Matte hingga Satin
-
Bupati Pemalang Kena OTT, Dede Yusuf Ungkap 'Lingkaran Setan' Korupsi Kepala Daerah
-
Kesepakatan Dagang RI-AS Digugat, Todung Mulya Lubis Sebut Peran Kemlu Kini Sangat Minim
-
Kepercayaan Igor Tolic Dibayar Tuntas, Pemain Muda Persib Tampil Tanpa Rasa Takut
-
Jakarta Target Stop Open Dumping di Bantargebang, Bisakah Target 2029 Tercapai?
-
Fuso Luncurkan Canter Extra Long Bus di GIIAS 2026, Sasar Industri Pariwisata