Suara.com - PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), anak usaha PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) di sektor layanan kesehatan, berkomitmen meningkatkan layanan setiap kelas pasien dengan mentransformasi segmentasi rumah sakit.
Seperti diketahui, SILO saat ini mengoperasikan 41 rumah sakit yang tersebar di 23 provinsi, menjadi yang terbesar di Indonesia dan bisa mencakup lebih dari 60% populasi serta memimpin sejumlah layanan spesialisasi medis.
SILO juga menerapkan strategi pertumbuhan yang berkelanjutan dan manajemen berkualitas sekaligus fokus yang kuat pada tata kelola perusahaan dan inisiatif keberlanjutan.
Untuk mewujudkannya, SILO mengadopsi metode baru dalam mengklasifikasikan rumah sakit, yang didasarkan pada pelanggan masing-masing rumah sakit atau menyesuaikan dengan segmentasi pelanggan.
Dengan klasifikasi tersebut, SILO dapat menerapkan strategi bisnis yang berbeda sekaligus memaksimalkan Unique Value Proposition (UVP) dari masing-masing rumah sakit.
Secara garis besar, SILO mengklasifikasi rumah sakit dengan kategori Premium sebanyak 10 unit, kategori Value Seekers sebanyak 13 unit, dan rumah sakit dengan fokus pelayanan pada BPJS sebanyak 18 unit.
Rumah sakit dalam kategori Premium terbagi lagi menjadi Grand Deluxe (2 unit), Premium Specialist (2 unit), dan Premium Generalist (6 unit).
Rumah sakit Grand Deluxe memberikan layanan mewah, eksklusif, dan berfokus pada kenyamanan. UVP tipe rumah sakit ini adalah eksklusivitas, rujukan internasional, peralatan kelas atas, dan keutamaan kenyamanan pasien, termasuk fasilitas hingga makanan.
Rumah sakit Premium Specialist menawarkan layanan khusus dengan spesialisasi ahli sesuai bidangnya dan menyedialan peralatan yang terbaik dan berinovasi dalam penanganan pasien.
Baca Juga: Pandemi Sudah Usai, 70 Persen Masyarakat Indonesia Akan Tetap Menggunakan Layanan Telemedisin
Rumah sakit Premium Generalist juga mengedepankan layanan premium dengan waktu tunggu yang lebih singkat, serta fasilitas pasien yang lebih baik dan peralatan yang modern.
Untuk kategori Value Seekers, SILO mengedepankan layanan kesehatan yang terjangkau bagi masyarakat kelas menengah sebagai mayoritas populasi di Indonesia. Adapun untuk rumah sakit pelayanan BPJS, SILO menargetkan pasien BPJS Kesehatan yang belum mengambil asuransi swasta.
Presiden Komisaris SILO sekaligus Group CEO LPKR John Riady mengatakan LPKR melalui SILO berkomitmen untuk terus mengembangkan industri kesehatan karena merupakan salah satu industri atau sektor yang penting dan perlu dikembangkan di Indonesia.
Terlebih lagi, perekonomian diperkirakan semakin bertumbuh dan kebutuhan akan fasilitas kesehatan semakin tinggi.
John juga menyampaikan LPKR melalui SILO akan terus melanjutkan ekspansi karena memiliki misi untuk memenuhi kebutuhan healthcare di Indonesia sekaligus komitmen untuk terus bertumbuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Purbaya Tak Berhentikan Posisi Dirjen Bea Cukai Usai Namanya Terseret Dakwaan Suap KPK
-
Penjualan Tanah Komersial CBDK Naik 492 Persen
-
Ini 5 Investasi Aman yang Cocok untuk Pemula, Modal Mulai Rp10 Ribuan Saja!
-
Dony Oskaria Minta ke Purbaya Bebas Pajak untuk Merger BUMN
-
Apa Itu Tabungan Valas? Kenali Keuntungan dan Risikonya
-
Pengusaha Beras Pusing, Harga Gabah Tembus Rp 8.200 per Kg
-
Harga Bitcoin Mulai Meroket Tembus USD 80.000
-
Damai Timur Tengah Bikin Pasar Bergairah, IHSG Masih di Level 7.100 pada Sesi I
-
BRI KPR Take Over Tenor 25 Tahun, Solusi Cicilan Rumah Lebih Ringan
-
Penyebab Harga BBRI Melesat Hari Ini, Sahamnya Diprediksi Rebound Tinggi