Suara.com - Sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) terancam bakal terkena delisting secara paksa karena sudah terlalu lama mengalami suspensi.
Lantas bagaimana dengan nasib para investor yang sudah kepalang berinvestasi di saham tersebut?
Menanggapi hal ini Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan saat ini BEI tengah mencari cara lain untuk melindungi investor ritel yang terperangkap pada emiten-emiten yang terancam didepak tersebut.
“Temen-temen sekalian, kami di Bursa dan OJK sudah beberapa kali ketemu, nanti kita ada exercise (Red- Penyesuaian). Artinya, upaya memberikan perlindungan ke investor ritel yang telah berniat baik untuk investasi," dikutip Jumat (13/10/2023).
Ia bilang, bursa telah memanggil manajemen emiten-emiten yang sudah layak didepak paksa dari papan perdagangan karena telah dihentikan perdagangan saham sementara (suspend) lebih dari 24 bulan.
“Kita telah mengupayakan dari sekian perusahan-perusahaan tercatat yang sudah kita suspend, kita panggil,” jelas dia.
Namun, dia bilang, banyak diantara perusahaan tersebut yang tidak menanggapi panggilan itu karena beberapa alasan.
“Misalnya, ada Direksi atau Komisaris yang sudah tidak menjabat lagi. Bahkan ada yang kantornya sudah tidak ada,” ungkap dia.
Ia melanjutkan, BEI juga telah memanggil pemegang saham pengendali selaku pihak yang harus bertanggung jawab untuk membeli kembali saham publik.
Baca Juga: Daftar 33 Emiten yang Terancam Didepak Paksa dari Pasar Modal
“Kita panggil gimana mereka (Red- Pemegang Saham Pengendali) menyatakan kesungguhan melakukan buyback,” ujar dia.
Lebih lanjut Nyoman menyatakan, BEI tidak berhenti dengan upaya tersebut karena juga mengumumkan informasi pihak yang dapat dihubungi oleh pihak-pihak yang berminat menjadi investor strategis pada emiten sekarat tersebut.
“Upaya kami, memberi informasi emiten beserta pihak yang dapat dihubungi,” kata dia.
Namun Nyoman mengingatkan, bursa tidak akan bertindak sebagai penghubung atau perantara antara calon investor strategis dan emiten sekarat tersebut.
“Kami (Red-BEI) independen, tidak dalam posisi men’comblangi’. Kami hanya mengumumkan informasi emiten-emiten berpotensi delisting,” kata dia.
Adapun emiten-emiten berpotensi mengalami penghapusan pencatatan secara paksa karena telah disuspend lebih dari 24 bulan, yaitu;
1. PT. Armidian Karyatama Tbk (ARMY)
2. PT. Bhakti Agung Propertindo Tbk (BAPI)
3. PT Cowell Development Tbk (CWOL)
4. PT Jaya Bersama Indo Tbk (DUCK)
5. PT. Bakrieland Development Tbk (ELTY)
6. PT Envy Technologies Indonesia Tbk (ENVY)
7. PT Forza Land Indonesia Tbk (FORZ)
8. PT. Golden Plantation Tbk (GOLL)
9. PT. Hotel Mandarine Regency Tbk (HOME)
10. PT. Sky Energy Indonesia Tbk (JSKY)
11. PT. Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk (KBRI)
12. PT. Steadfast Marine Tbk (KPAL)
13. PT. Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS)
14. PT. Grand Kartech Tbk (KRAH)
15. PT. Eureka Prima Jakarta Tbk (LCGP)
16. PT. Marga Abhinaya Abadi Tbk (MABA)
17. PT. Multi Agro Gemilang Plantation Tbk PT (MAGP)
18. PT. Mas Murni Indonesia Tbk (MAMI)
19. PT. Capitalinc Investment Tbk (MTFN)
20. PT. Mitra Pemuda Tbk PT (MTRA)
21. PT. Hanson International Tbk (MYRX)
22. PT Nipress Tbk. (NIPS)
23. PT. Sinergi Megah Internusa Tbk (NUSA)
24. PT. Polaris Investama Tbk (PLAS)
25. PT. Pool Advista Indonesia Tbk (POOL)
26. PT. Rimo International Lestari Tbk PT (RIMO)
27. PT. Siwani Makmur Tbk. (SIMA)
28. PT. Skybee Tbk (SKYB)
29. PT. Sugih Energy Tbk (SUGI)
30. PT. Tridomain Performance Materials Tbk (TDPM)
31. PT. Trada Alam Minera Tbk (TRAM)
32. PT. Triwira Insanlestari Tbk (TRIL)
33. PT. Nusantara Inti Corpora Tbk (UNIT)
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
Terkini
-
Saham Sejuta Umat Ini Lagi Diskon Harga Termurah, Momentum Emas untuk 'Serok Bawah'?
-
BBRI Anjlok ke Titik Terendah, Investor Lokal Jadi 'Penyelamat' saat Saham Diobral Asing
-
Update Harga Minyak Dunia Usai Menhan AS 'Bantah' Omongan Donald Trump
-
Idul Adha 1447 H, Pegadaian Distribusikan 913 Hewan Kurban untuk Masyarakat di Seluruh Indonesia
-
Bisakah Membatalkan Transaksi PayLater Kredivo yang Sudah Telanjur?
-
Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran
-
Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah
-
Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%
-
Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran
-
Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen