Suara.com - Industri keuangan diperkirakan akan semakin inovatif dalam meluncurkan produk digital yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat (consumer centric). Sejalan dengan ini, kolaborasi antara perbankan dan platform teknologi finansial atau fintech dinilai semakin marak ke depannya.
Saat ini semakin banyak bank merilis produk digital, yang sudah lebih dulu dirilis oleh fintech. Salah satu contohnya adalah produk Buy Now Pay Later (BNPL) alias Paylater yang pada awalnya ditemui di fintech, namun kini juga menjadi layanan andalan perbankan.
"Paylater ini basisnya dari layanan kartu kredit atau kredit tanpa agunan (KTA) yang kemudian disimulasikan dalam format digital. Produk yang awalnya diperkenalkan oleh fintech tersebut kemudian menjadi contoh bagi perbankan," ujar Amin Nurdin, Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) dikutip Selasa (17/10/2023).
Amin menambahkan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga telah merilis aturan yang membuka keran bagi perbankan untuk merilis produk digital secara lebih leluasa. Makanya, perbankan kini berlomba-lomba meluncurkan produk inovatif sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui inovasi digital, perbankan kini bisa mensimulasikan berbagai layanan jasa perbankan ke dalam produk digital, seperti kredit, simpanan dan lain sebagainya.
“Inovasi produk yang memenuhi kebutuhan konsumen akan terus muncul dan menguat. Lembaga keuangan, baik bank maupun fintech, akan terus melakukan inovasi untuk bisa berdaya tahan dan adaptif di tengah persaingan yang ketat di era digital,” tambahnya.
Amin mengatakan, ekosistem menjadi kunci bagi lembaga industri keuangan untuk bisa memenangkan persaingan. Sebab, lembaga keuangan tidak bisa berjalan sendiri dalam transformasi digital. Yang menjadi tantangan, katanya, untuk membangun ekosistem sendiri, lembaga keuangan akan membutuhkan biaya yang sangat besar.
“Jika punya modal besar, bank biasanya akan melakukan aksi merger dan akuisisi dalam strateginya. Namun, strategi seperti ini juga membutuhkan modal tak sedikit. Makanya, salah satu strategi yang efisien untuk membangun ekosistem digital adalah dengan menjalin kolaborasi antar lembaga keuangan, seperti antara perbankan dengan fintech,” ujarnya.
Amin mengungkapkan, kolaborasi menjadi salah satu solusi bagi lembaga keuangan untuk meningkatkan efisiensi dan mempercepat ekspansi guna memperluas target pasarnya. Konsumen juga akan memiliki beragam pilihan produk keuangan yang sesuai dengan kebutuhannya dengan layanan yang memberikan kenyamanan dan keamanan serta harga yang murah.
Baca Juga: Alasan BCA Kena Sanksi OJK Hingga Wajib Denda Rp100 Juta
Kolaborasi antara bank dan fintech, menurut Amin, tidak hanya terjalin dalam segmen jasa keuangan maupun segmen pembiayaan. Ke depan, perbankan dan fintech juga berpeluang untuk menjalin kolaborasi dalam segmen simpanan untuk meningkatkan pangsa pasar dalam penghimpunan dana pihak ketiga (DPK).
“Kolaborasi ini akan memberikan keuntungan bagi dua pihak, lembaga keuangan dan fintech sebagai pemilik layanan, dan masyarakat sebagai konsumen akan lebih mudah terpenuhi kebutuhannya,” ungkap Amin.
Menurut laporan E-Wallet Industry Outlook 2023 dari Insight Asia, dari 1.300 warga perkotaan yang disurvei, 74% di antaranya sudah pernah menggunakan dompet digital. Insight Asia juga menemukan, mayoritas responden pengguna dompet digital memanfaatkan platform tersebut untuk belanja online (79%), isi ulang pulsa (78%), transfer uang (78%), hingga membayar tagihan rumah tangga (45%).
"Teknologi finansial seperti e-wallet dan kode QR akan terus meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan membuka lebih banyak akses ke beragam aktivitas produktif," kata tim Insight Asia dalam laporannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?
-
ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi
-
Bank Dunia Singgung 20 Persen Orang Kaya RI, Sebut Tak Tahu Diri
-
Investor Wajib Tahu, Indikator Utama Bisnis FnB Layak Difranchisekan
-
Penjualan Properti Anjlok, Pengembang Andalkan Kawasan Hunian-Komersial Terintegrasi
-
Bank Jakarta Permudah Layanan Warga Bayar Pajak Kendaraan
-
BTN Jakarta International Marathon 2026 Sukses Digelar, 20.500 Pelari Ramaikan Hari Pertama
-
Program JKN Bantu Dede Jalani Operasi Kista Ganglion
-
CBDK Cetak Laba Melonjak 317 Persen
-
Mengapa Pertalite Mau Dihapus?