Suara.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memastikan jalur kereta api (KA) Sentolo-Wates bisa dilalui KA dengan kecepatan normal. Dengan begitu, operasional kereta api jarak jauh tidak mengalami keterlambatan lagi.
Kekinian, seluruh perjalananan KA yang melintas di petak jalur rel antara Stasiun Sentolo – Stasiun Wates sudah bisa dilalui dengan puncak kecepatan 80 km/jam.
Sebanyak kurang lebih 60 personel dikerahkan untuk memperbaiki jalur antara Stasiun Sentolo – Stasiun Wates dengan menggunakan alat perawatan jalan rel jenis MTT sebanyak 2 unit dan jenis PBR 1 unit.
Adapun material yang digunakan dalam proses perbaikan jalur tersebut yaitu 350 buah bantalan rel, 200 meter Potongan rel, dan 400 m3 batu kricak.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak atas kerja samanya dalam menangani kejadian anjloknya KA Argo Semeru beberapa hari yang lalu, serta langkah-langkah normalisasi jalur sehingga dapat dilalui KA dengan normal kembali," ujar EVP of Corporate Secretary KAI Raden Agus Dwinanto Budiadji dalam keterangannya, Minggu (22/10/2023).
Adapun daftar perjalanan KA di wilayah KAI Daop 6 Yogyakarta pada Minggu pagi hingga siang ini di antaranya:
Daftar Kedatangan KA di KAI Daop 6 Yogyakarta
- KA 90 (Mataram) datang Stasiun Solo jam 06.04, tepat
- KA 82F (Manahan) datang Stasiun Solo jam 06.55, tepat
- KA 248 (Progo) datang Stasiun Lempuyangan jam 07.05, tepat
- KA 172 (Joglosemarkerto Cilacap - Yogyakarta) datang Stasiun Yogyakarta jam 09.07, tepat
- KA 210F (Banyubiru) datang Stasiun Solo jam 09.58, lambat 3 menit
- KA 95 (Sancaka) datang Stasiun Yogyakarta jam 11.00, tepat
- KA 88 (Fajar Utama Solo) datang Stasiun Solo jam 13.25, tepat
Daftar Keberangkatan KA di KAI Daop 6 Yogyakarta
- KA 167 (Joglosemarkerto Solo - Semarang) berangkat Stasiun Solo jam 06.10, tepat
- KA 98 (Sancaka) berangkat Stasiun Yogyakarta jam 06.45, tepat
- KA 141 (Fajar Utama Yogyakarta) berangkat Stasiun Yogyakarta jam 07.00, tepat
- KA 242 (Sritanjung) berangkat Stasiun Lempuyangan jam 07.20, tepat
- KA 91 (Lodaya) berangkat Stasiun Solo jam 07.20, tepat
- KA 7 (Argo Lawu) berangkat Stasiun Solo jam 08.30, tepat
- KA 67 (Taksaka) berangkat Stasiun Yogyakarta jam 08.45, tepat
- KA 89 (Mataram) berangkat Stasiun Solo jam 08.50, tepat
- KA 79F (Manahan) berangkat Stasiun Solo jam 09.45, tepat
- KA 135 (Bogowonto) berangkat Stasiun Lempuyangan jam 10.00, tepat
- KA 207F (Banyubiru) berangkat Stasiun Solo jam 10.40, tepat
- KA 171 (Joglosemarkerto Yogyakarta - Cilacap) berangkat Stasiun Yogyakarta jam 11.10, tepat
- KA 96 (Sancaka) berangkat Stasiun Yogyakarta jam 11.30, tepat
- KA 247 (Progo) berangkat Stasiun Lempuyangan jam 12.05, tepat
Terkait penyebab anjloknya KA 17 Argo Semeru, KAI telah berkoordinasi dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Kementerian Perhubungan untuk menginvestigasi kejadian ini.
Baca Juga: Proses Evakuasi-Perbaikan Selasai, Jalur Sentolo-Wates Telah Bisa Dilalui Kereta Api Secara Normal
KAI tetap fokus dan berkomitmen terhadap keselamatan dan pelayanan optimal kepada seluruh pelanggan.
"KAI berkomitmen melakukan berbagai evaluasi agar jajarannya selalu siap dalam mengantisipasi perubahan iklim yang sangat ekstrim saat ini. Antisipasi tersebut telah tertuang dalam SOP AMUS (Alat Material Untuk Siaga). Dalam sistem AMUS tersebut sudah disiapkan dari kesiapan peralatan dalam penanganan gangguan di jalur rel, ketersediaan material cadangan prasarana dan kesiapan para personilnya," pungkas Agus.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
OJK: Bulan Ini Data Kepemilikan Saham di atas 1 Persen Dibuka ke Publik
-
PT Agincourt Resources Digugat Rp 200 Miliar oleh KLH
-
Kemenkeu Akui Inflasi Januari 2026 Naik Akibat Kebijakan Diskon Listrik
-
PMI Manufaktur Indonesia Naik ke 52,6 per Januari 2026, Unggul dari Vietnam
-
OJK Klaim Pertemuan dengan MSCI Berbuah Positif
-
Pandu Sjahrir Ingatkan Investor, Koreksinya IHSG Jadi Momentum Borong Saham
-
Purbaya Diminta Bereskan Piutang Dana BLBI, Berpotensi Rugikan Hak Keuangan Negara
-
BRI Apresiasi Nasabah Lewat Undian dan Kick Off BRI Consumer Expo 2026
-
Harga Emas dan Perak Dunia Turun Berturut-turut, Ini Penyebabnya
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?