Suara.com - Saham BBRI menjadi salah satu saham menggiurkan bagi banyak orang, karena memiliki peningkatan besar selama akhir tahun 2023 ini. Tentu saja orang kemudian mencari tahu kira-kira berapa jumlah saham BBRI yang harus dimiliki jika ingin dapatkan dividen 100 juta rupiah pada pembagian periode ini.
Pembagian saham sendiri akan dilakukan dalam waktu dekat setelah semua urusan administrasi dilakukan. Dividen diberikan pada setiap pemegang saham yang ada saat ini, sesuai dengan porsinya masing-masing.
Untung Besar BBRI Sepanjang Tahun 2023
Kisi-kisi telah diberikan oleh Direktur Utama BRI, Sunarso, dalam Konferensi pers Public Expose Live secara virtual pada 30 November lalu. Diungkapkan olehnya, nilai laba yang akan dibagikan minimal pada angka 70%, atau bisa lebih, dalam bentuk dividen.
Sunarso optimis pada akhir 2023 ini BRI akan memperoleh laba sebesar minimal Rp55 triliun, sebab pada September lalu angka yang dicatatkan sudah menyentuh Rp44 triliun. Tentu hal ini sekedar perkiraan saja, yang bisa naik atau turun sesuai dengan kondisi pasar.
Pada 2023, BRI mencatat bahwa telah terjadi penyaluran kredit sebesar Rp1,250.72 triliun. Angka ini tumbuh sebesar 12,53% dari tahun lalu, sehingga memberikan keuntungan dan pendapatan yang juga besar untuk bank tersebut.
Dengan peningkatan besar di berbagai sektor ini, BRI optimis dapat memberikan dividen yang besar untuk pemegang saham yang mereka miliki.
Untuk Dapat Rp100 juta, Berapa Saham yang Harus Dimiliki?
Pemegang saham BBRI jelas mendapat angin segar dengan kabar ini, sebab dividen yang akan mereka terima akan cukup besar. Namun demikian ada saja yang penasaran kira-kira untuk dapat dividen senilai Rp100 juta, berapa lembar saham yang harus dimiliki?
Baca Juga: Macam-Macam Kartu Kredit BRI, Pilih Sesuai Kebutuhan
Untuk menghitungnya, mungkin dapat melihat nilai dividen per lembar saham yang diberikan pada periode lalu. Pada Maret 2023, nilai dividen untuk setiap lembar saham adalah sebesar Rp231,22. Untuk nilai dividen per lembar saham pada pembagian yang akan segera dilakukan belum dipastikan, namun dengan angka ini, maka kira-kira jumlah saham yang dibutuhkan adalah sebagai berikut.
Rp100.000.000 / Rp231,22
= 432,489 lembar saham
Namun demikian angka ini tentu akan berubah, sebab nilai dividen per lembar saham yang diberikan kemungkinan besar tidak sama dengan periode sebelumnya.
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
-
Apa Itu Debit Virtual BRI, Ketahui Keunggulannya
-
Cara Membayar Tagihan Kartu Halo Lewat BRImo, Mudah dan Cepat
-
Cara Bayar PBB Lewat BRImo, Mudah dan Cepat!
-
BRI Liga 1: Bojan Hodak Mau Pemain Persib Move On Lupakan Nasib Sial Kalah dari Persik Kediri Jelang Hadapi Bali United
-
Macam-Macam Kartu Kredit BRI, Pilih Sesuai Kebutuhan
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Persebaya Babak-belur di Kandang Borneo FC, Ini Dalih Bernardo Tavares
-
Here We Go! Elkan Baggott Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
Terkini
-
Waspada Marak Penipuan Whatsapp Jelang Lebaran, Ini Cara Mengantisipasinya
-
Saham PTBA Diborong Asing, Berapa Target Harganya?
-
Sengkarut Tarif "Ilegal" Trump: Pemerintah AS Ogah Kembalikan Dana Impor Rp2.040 Triliun
-
Defisit APBN Tembus Rp 135 Triliun, Program-program Ini Terancam Kena Dampak
-
Aduan THR 2026: Cara Melapor Pelanggaran Secara Online dan Offline
-
Profil Qatar Airways: Maskapai Cetak Rekor Laba Fantastis, Kini Tertekan Perang
-
Transaksi Aset Kripto Capai Rp29,24 Triliun di Januari 2026
-
AS Rugi Rp 91 Triliun dalam 100 Jam Operasi Militer Lawan Iran
-
Volume Transmisi Gas PGN Naik, EBITDA Tembus USD971,2 Juta
-
Respons Garuda Indonesia Usai Tak Lagi Dapat Bintang 5 dari Skytrax