Suara.com - Kemajuan teknologi memberikan dampak yang signifikan pada lanskap karier kita. Saat ini ribuan pekerjaan digantikan oleh mesin-mesin yang semakin pintar. Namun, kemajuan teknologi ternyata juga menciptakan ribuan, bahkan jutaan, peluang kerja baru.
Rektor President University (Presuniv) Prof. Dr. Chairy percaya bahwa hanya dengan kombinasi yang tepat antara aplikasi teknologi dan kerja keras, para wisudawan bukan hanya akan sukses berkarier, tapi juga mampu memberikan kontribusi yang penting pada terwujudnya Indonesia menjadi negara yang makmur dan sejahtera. Bukan hanya di level Asia Tenggara, tetapi juga dunia.
“Para lulusan adalah pilar utama Indonesia Emas 2045. Jadi, sejak sekarang ini para lulusan bukan hanya dikenal sebagai Generasi Z, tetapi juga Generasi Emas Indonesia. Hari ini saya melepas para lulusan dengan rasa bangga. Saya percaya di tangan terampil para lulusan, Indonesia akan menjadi negara yang semakin maju dan sejahtera," demikian disampaikan oleh Rektor President University (Presuniv) Prof. Dr. Chairy dalam upacara wisuda ke-19 yang ditulis Jumat (15/12/2023).
Wisuda ke-19 Presuniv kali ini diselenggarakan dua sesi, yakni pagi dan siang hari. Hadir dalam upacara wisuda kali ini Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Jawa Barat dan Banten Dr. M. Samsuri, S.Pd, MT, IPU, Ketua Yayasan Pendidikan Universitas Presiden (YPUP) Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji, DEA, Sekretaris YPUP yang juga Staf Ahli Bidang Inovasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Prof. Dr. Jony Oktavian Haryanto, dan bendahara YPUP Justin Endramukti.
Hadir pula Ketua Pengawas YPUP Dr. Drs. Chandra Setiawan, MM, Ph.D., dan Prof. Dr. Ir. Djoko Santoso, M.Sc., Dirjen Pendidikan Tinggi (2010-2014) dan Rektor ITB (2005-2010) yang juga menjadi penasehat Rektor Presuniv. Selain itu hadir Ibnu Hadi M.Ec., Duta Besar Indonesia untuk Vietnam (2016-2020) dan Abdul Wahid Maktub, Duta Besar Indonesia untuk Qatar (2003-2007). Keduanya juga penasehat Rektor Presuniv.
Wisuda ke-19 Presuniv juga dihadiri oleh ribuan orang tua lulusan dan sejumlah tamu undangan lainnya, seperti mitra-mitra strategis Presuniv.
Selain itu wisuda kali ini juga diikuti oleh delegasi dari Kedutaan Besar Timor Leste yang terdiri dari Jaime Andre Simoes, atase pendidikan, Apolo da Silva, atase perdagangan, serta beberapa staf kedutaan lainnya.
Lulusan Meningkat 38%
Pada kesempatan wisuda tersebut, Prof. Chairy melaporkan bahwa selama tahun 2023, Presuniv mewisuda 1.635 lulusan dari 18 program studi yang bernaung di bawah empat fakultas, yakni Fakultas Bisnis, Humaniora, Teknik dan Komputer. Paparnya,
Baca Juga: Padukan Bidang Entrepreneur dan Content Creator, VMF Agency Sukses di Industri Live Streaming
“Pada akhir Juli 2023, kami mewisuda 666 lulusan. Minggu ini kami mewisuda 969 lulusan. Jumlah ini meningkat 38% dibandingkan dengan lulusan tahun sebelumnya.”
Wisuda kali ini mengusung tema Higher Education's Role in Adapting to Evolving Career Landscapes. Kata Prof. Chairy, “Seiring perkembangan teknologi, sifat pekerjaan saat ini cepat berubah. Jadi, kalau ingin berhasil dalam berkarier, kita harus mampu bekerja dengan keterampilan baru dan cara-cara berpikir yang baru.” Dan, lanjut dia, dasar dari itu semua adalah passion dalam menguasai ilmu dan teknologi. “Itulah yang dilakukan oleh berbagai universitas terkemuka di dunia,” tegasnya.
Sementara, dalam pesannya kepada segenap lulusan, Prof. Budi Susilo menyatakan bahwa wisuda kali ini adalah titik awal dari perjalanan ke masa depan. “Kita bisa membuat rencana, tetapi akibat berbagai perubahan yang begitu dinamis, terkadang yang terjadi tak sesuai dengan rencana,” paparnya.
Prof. Budi Susilo lalu berbagi pengalaman. “Ketika saya lulus dari Fakultas Teknik sekira 50 tahun lalu, kondisinya sangat berbeda. Ketika itu perjalanan karier masih dapat diprediksi, relatif aman, dan linier,” cerita Prof. Budi Susilo. Akan tetapi pada saat ini, lanjut dia, perubahan tidak lagi terjadi secara linier dan semakin sulit untuk diprediksi. “Contohnya perubahan yang dipicu oleh perkembangan teknologi dan pandemi Covid-19,” katanya.
Saat ini, ungkap Prof. Budi Susilo, adopsi teknologi, seperti big data, artificial intelligence, atau teknologi robotik, akan berperan penting dalam transformasi bisnis setidak-tidaknya hingga lima tahun mendatang. Juga, katanya, analytical thinking dan creative thinking akan menjadi keterampilan yang penting untuk dikuasai para profesional.
“Jadi, untuk bisa sukses berkarier, kalian harus mampu berpikir kritis dan kreatif dalam merespon setiap perubahan di masa depan,” tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- 3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier
Pilihan
-
Pertemuan di Rumah Presiden, Jampidsus Febrie Adriansyah Diminta Jentelmen Mundur
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Terkini
-
Profil Sunaryanto, Direktur Utama Pertamina Hulu Migas yang Baru
-
8 Bank Resmi Merger, OJK Ungkap Alasannya
-
Ekonom Wanti-wanti Defisit APBN Bisa Lebihi 3% Jika Harga Minyak Dunia Tembus Segini
-
OKX Masuk Bisnis AI, Bidik Ekonomi Agen Otonom Bernilai Triliunan Dolar
-
70 Tahun Danamon, Perkuat Komitmen Tumbuh Bersama Nasabah di Setiap Langkah
-
Aset Properti Jampidsus Febrie Adriansyah Tersebar di Jabar, Didominasi Lokasi Elit
-
INDEF Ungkap Kelas Menengah RI Tertekan, 10 Juta Orang Turun Kelas dalam Waktu Sedekade
-
Saham-saham IPO Rontok ke Zona Merah, Emiten Punya Raffi Ahmad Apa Kabar?
-
IHSG Berbalik ke Zona Hijau: Ini Saham-saham Paling Banyak Dibeli Investor
-
Beda Jauh LHKPN Jampidsus Febrie Adriansyah dengan 'Harta' yang Ditemukan Polisi